
Sore ini Belle pulang ke rumah, tapi ia tidak mendapati Jef di sana. Mungkin suaminya belum pulang, dan ia akan menunggunya untuk meminta maaf.
Sampai pukul tujuh malam, Jef belum kunjung datang. Padahal Belle sudah menunggunya selama 2 jam. Dan meminta asisten rumah tangganya masak untuk makan malam.
"Jef, kenapa kau belum pulang juga?" gumamnya.
Ia mendaratkan tubuhnya di sofa kamar, mengambil ponsel yang tidak jauh dari jangkauan tangannya. Lalu mendial nomer seseorang di sana. Tidak berapa lama, saluran telepon terhubung tapi, membuat raut wajahnya berubah seketika.
"Halo, kak Belle. Ada apa?" tanya seseorang dari seberang sana.
Belle mengecek layar ponselnya untuk memastikan apa dirinya tidak salah menelepon seseorang. Tapi di layar tertera nama Jef.
"Kimmy..!" pekiknya. "Dimana suamiku? Kenapa ponselnya bisa ada padamu?" sentaknya.
"Ooohh.. Jef sedang menyiapkan makan malam untukku," jawab Kimmy dengan begitu tenang.
Kedua alis Belle menumpu rapat, keningngnya berkerut dalam. Wajahnya merah padam menahan gejolak amarah yang meluap.
"Kurang aj-"
"Makan malamnya sudah siap sayang.." ujar seorang pria dari seberang sana, tentunya itu Jef.
Kalimat tersebut seperti busur yang di lepaskan, terdengar menusuk ke telinga Belle. Dan rasanya sangat sakit sekali. Begitu terdengar saluran telepon terputus, ia membanting ponselnya sampai hancur berkeping-keping.
"Aaaaarghhh... Sialaannn..!! BRENGSEKKK..!!"
Belle melempar benda apapun yang ada di sana. Sehingga lantai kamar berantakan seperti kapal pecah. Ia mengacak rambutnya frustasi dan berjanji akan membuat Kimmy menderita.
Belle berjalan melangkah keluar kamar, langkah yang di penuhi amarah. Ia berniat akan melabrak wanita itu, tak perduli dengan ancaman Kimmy yang akan memberi tahu publik soal rumah tangganya.
***
Sementara di rumah tempat Kimmy tinggal.
"Siapa yang telepon?" tanya Jef sambil menerima ponsel yang baru saja Kimmy berikan.
"Kak Belle."
__ADS_1
Jef menghela napas. Tampak jelas sekali di wajahnya yang menunjukan raut muak mendengar nama itu.
"Ayo, makan!" ajak pria itu kemudian.
Kimmy mengangguk, Jef mempersilahkan Kimmy untuk jalan duluan. Begitu sampai di meja makan, banyak sekali menu makanan. Semua itu Jef beli via online. Dan ia hanya menyiapkannya saja sementara Kimmy masih sakit pinggangnya.
"Kau beli sebanyak ini?" tanya Kimmy kaget.
"Iya. Kau harus makan banyak, agar cepat sembuh."
Jef menarik kursi untuk Kimmy duduk, gadis itupun mendaratkan tubuhnya di sana.
"Tapi tidak sebanyak ini juga," sergah Kimmy.
"Aku ingin kau cepat sembuh. Setelah itu.." Jef menghentikan kalimatny, menatap Kimmy lalu menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.
Kimmy menatap sipit pria yang sudah duduk di hadapannya. "Setelah itu apa?"
"Sembuh saja dulu. Nanti kau pasti akan tahu sendiri."
Kimmy mendengus. "Jangan macam-macam!"
Tak ingin membahas lebih lanjut, mereka pun memutuskan untuk memulai makan malam. Tidak ada lagi yang membuka suara, keduanya diam fokus menyantap makanan. Sampai akhirnya, mereka di kejutkan oleh seseorang yang teriak-teriak sambil menggedor pintu dengan begitu keras.
DUG DUG DUG DUG....
"BUKA PINTUNYA..!!"
DUG DUG DUG DUG...
"BUKA PINTUNYA, SIALAAAN..!!"
Mereka tidak asing dengan suara itu. Jef langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Kau diam saja di sini, biar aku yang mengurus Belle!" pinta Jef pada Kimmy yang hendak ikut berdiri.
"Aku ikut saja."
__ADS_1
"Turuti saja pernitahku!" ucap Jef lalu melipir dari sana.
"BUKA PINTUNYA, KALAU TIDAK AKU AKAN MERUSAKNYA..!" seru Belle sembari menendang pintu kayu yang masih tampak kokoh itu.
Pintu tersebut pun di buka, dan memunculkan Jef dari balik pintu. Pria itu menatap Belle datar.
"Ada apa kau kemari?"
"Jef.. Kenapa kau ada di sini?" seru wanita itu. "Dimana gadis sialan itu?"
Belle hendak melangkahkan kaki untuk masuk, tetapi segera di cegah oleh Jef. "Jaga bicaramu!"
Belle menghentikan langkah dengan menatap Jef marah. "Apa maksudmu, Jef? Kau tidak terima jika aku mengatainya gadis sialan?" ia tersenyum getir.
"Kenapa, Jef? Kau mencintainya, hah? Kau mengkhianatiku? Apa jangan-jangan kau-"
"Iya, aku sudah mendapatkan hakku dari Kimmy. Itu bagian dari keinginanmu juga, bukan? Mau menyalahkan aku?" sergah pria itu.
"Ya, tentu saja kau salah! Aku hanya mengizinkanmu untuk mendapatkan keturunan, itu saja. BUKAN BERARTI KAU HARUS MENCINTAINYA, JEF! Kau hanya milikku, hanya milikku! Hanya mirabelle Loislyn istrimu. Hanya Mirabelle!"
Belle memukuli dada bidang Jef, lalu berakhir mendorong tubuh itu agar mendapat celah untuk masuk. Ia menerobos begitu saja tanpa bisa Jef cegah.
"Kimmy..! Dimana, kau? Keluar!"
Belle terlihat membabi buta, dan memecahkan apapun yang di sana.
"Kimmy..!!"
"Belle, hentikan!"
Jef meraih tangan Belle agar wanita itu tidak sampai menemui Kimmy. Mengingat Kimmy pernah mengatakan jika dia pernah di tampar oleh Belle, ia tidak ingin hal seperti itu terulang kembali, bahkan lebih.
"Tidak ada gunanya kau marah-marah di sini, kak Belle. Itu tidak akan bisa mengubah apapun," ujar seseorang yang kini berdiri tidak jauh dari Belle.
Gadis itu tampak tenang sekali. Belle menoleh dan menghunuskan tatapan mengerikan. Ia membungkukan badan dan mengambil kepingan kaca yang pecah. Ia layangkan ke udara berniat untuk di lempar ke arah Kimmy.
"Aaaawww..."
__ADS_1
Bersambung...