
"Dia siapa, nak Jef?" tanya Azuma begitu Jef hendak melewatinya.
Jef menghentikan langkah dan menegakan wajahnya. Sebelumnya Azuma memang tidak tahu sosok Belle yang mana.
"Dia Belle, mantan istriku," jawab Jef jujur.
Azuma tertegun dan mulai tenggelam ke dalam pikirannya.
Jadi dia istri pertama Jef sebelum Kimmy? Pikir Azuma.
"Tapi dia-"
"Itu bukan anakku, bi" pangkas Jef. "Ku mohon percayalah! Dan jangan mengatakan apapun apapun pada Kimmy, biar aku saja yang bicara padanya," pintanya.
Azuma mengangguk paham. "Iya."
"Aku masuk duluan, permisi!"
Jef beranjak dari sana, meninggalkan Azuma yang masih kepikiran soal pernyataan wanita yang bernama Belle, alias matan istri suami Kimmy.
***
Jay berlari kecil ketika mengikuti dua orang yang berjalan tidak jauh di depannya. Ia sedang berada di hotel saat ini, mengikuti kemanapun Lim dan Imel pergi.
Langkahnya terhenti, ketika dua orang di depannya masuk ke dalam sebuah kamar. Sepertinya mereka akan tidur bersama.
Sementara di dalam kamar tersebut, dua orang itu tampak berbunga-bunga. Imel merasa senang, dua hari lalu pria muda yang memiliki paras tampan itu menyatakan cinta padanya. Imel tidak memiliki alasan untuk menolak Lim, meski ia tahu jika Lim sempat melakukan adegan panas dalam satu projek film. Tapi tak apa, selama Lim tidak memiliki hubungan khusus dengan Belle.
__ADS_1
"Ada apa, baby?" tanya Lim saat kekasihnya itu sama sekali tak melunturkan senyuman di bibir indahnya.
"No problem, baby!" jawab Imel, ia duduk di tepi ranjang besar bergaya eropa.
Kemudian Lim memberi sebuah kecupan singkat di bibir wanita itu. Tentunya Imel tak puas jika hanya ciuman singkat, ia menarik tengkuk Lim dan mulai menautkan bibirnya.
Lim suka dengan wanita yang agresif seperti Imel. Ia memperdalam ciuman itu sampai pagutan kedua bibir mereka sulit untuk di lepaskan. Kedua tangan Imel begitu lincah membuka kemeja yang di kenakannya, sampai-sampai beberapa kancing kemeja tersebut terlepas dari jahitan.
Setelah Lim bertelanjang dada, Imel membalikan badan sampai Lim terbaring di atas tempat tidur. Kedua wajah mereka sudah di penuhi kabut hasrat yang menggelora. Imel merobek gaunnnya sendiri, dan mulai menindih tubuh Lim di bawahnya.
"Aku bantu pasangkan pengamannya, baby!" Imel menawarkan diri, ia mengambil pengaman dari balik saku celana Lim, kemudian membuka sabuk yang masih terpasang di celana pria itu.
"Kau bisa memasangnya?" tanya Lim memastikan.
"Tentu saja."
Sepuluh menit sudah cukup membuat si ular milik Lim menyemburkan bisanya. Setelah itu, barulah mereka memainkan permainan yang sesungguhnya.
***
Usai dari tempat kediaman Abellard, Belle tidak langsung pulang ke rumah. Ia mampir ke sebuah restoran juga taman untuk menenangkan diri. Setelah merasa bosan, ia pulang. Tapi mobilnya tiba-tiba ia hentikan, ketika ia melihat beberapa barang-barang tergeletak di depan pintu gerbang rumah. Ada dua orang pria bertubuh besar juga di sana.
Belle turun dari mobilnya lalu menghampiri kedua orang tersebut.
"Kalian siapa?" tanya Belle seraya menatap kedua orang itu tajam.
Kedua orang itu tidak menjawab pertanyaan Belle, bahkan tidak menganggap kehadirannya di sana.
__ADS_1
"Hei.. Kalian itu atau bagaimana, hah? Kenapa barang-barangku ada di sini?" hardik Belle, tapi keduanya masih bergeming.
Belle merasa kesal dan geram. Ia menerobos kedua orang itu untuk masuk ke dalam. Tapi tangannya segea di cekal oleh kedua orang itu.
"Lepaskan!" pinta Belle setengah berteriak, ia dengan susah payah melepaskan tangannya yang di cengkeram cukup kuat.
"Lepaaaasss..!!"
Kedua orang itu sama sekali tidak melepaskan tangan Belle. Wanita itu sampai merintih kesakitan.
"Kalian ini siapa? Kenapa kalian mencegahku untuk masuk ke rumahku?" nada bicara Belle terdengar lirih, lantaran ia mulai kehabisan tenaga untuk meronta.
"Ini rumah tuan Jef Abellard. Hanya dia yang boleh masuk ke rumah ini," sahut salah satu dari mereka.
Belle terdiam, rupanya ini semua perbuatan Jef. Tega sekali dia, pikir Belle.
"Aku harus masuk ke dalam, ini rumahku!" seru Belle seraya berusaha menerobos masuk untuk yang kedua kalinya. Tapi sayang, penjaga itu cukup kuat di bandingkan dirinya yang tidak ada apa-apanya.
"Semua barang-barang milikmu sudah ada di sini, jadi tidak alasan lagi untuk kau masuk ke dalam rumah itu!" ucap yang satunya dengan tegas, sehingga tubuh Belle tersentak begitu mendengarnya.
"Sial..! Jef mengusirku dari rumah ini," umpat Belle.
Dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk mengahadapi kedua orang suruhan Jef, ia pasrah dan meminta kedua orang itu melepaskan tangannya.
Belle memasukan seluruh barang-barang yang berserakan di depan gerbang ke dalam mobilnya. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil dan berpikir untuk pergi kemana.
Bersambung...
__ADS_1