Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Kimmy yang Pengertian


__ADS_3

"Kau sudah pulang? Kok, sebentar?" tanya Kimmy menyambut kepulangan suaminya.


Jef hanya menanggapi pertanyaan istrinya dengan senyum singkat, kemudian melangkah duduk di sofa panjang yang terdapat di ruang tamu.


Kimmy mengernyit, tidak biasanya Jef bersikap dingin seperti itu. Biasanya, pria itu akan bersikap hangat padanya. Bahkan tanpa di tanya, Jef akan bicara terlebih dahulu.


Kimmy ikut mendaratkan tubuhnya duduk di samping suaminya, sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran pria itu. Lihat saja, kehadiran Kimmy seolah tidak di anggap.


Pandangan Jef lurus ke depan, tatapannya kosong. Pernyataan Lim di dalam rekaman ponsel milik Jay sungguh mengganggu pikirannya.


"Jef, ada apa? Apa kau menyembunyikan sesuatu padaku?" tanya Kimmy lirih, ia tidak ingin menyinggung perasaan suaminya, ia juga tidak memaksa Jef untuk menjawab pertanyaannya.


Jef menoleh, ia menghembuskan napas panjang dan terdengar sedikit kasar. Kimmy masih berusaha lembut, ia tidak menuntut penjelasan apapun dari Jef. Terserah pria itu akan jujur padanya atau tidak.


"Lim meniduri Belle sejak satu bulan lalu," ungkapnya jujur.


Kimmy terkejut, tapi di sisi lain ada perasaan aneh saat suaminya masih perduli tentang kehidupan wanita itu.


"Lantas?"


"Sekarang Belle hamil, dan kemungkinan besar itu anak dari pria itu," lanjutnya.


Kimmy masih terlihat tidak paham kenapa Jef bisa tiba-tiba mengatakan hal tersebut padanya.

__ADS_1


"Kemarin, Belle datang kemari. Dia mengatakan jika dirinya hamil dan dia menganggap itu anak aku, sayang," terang Jef lagi.


"Anakmu?" ulang Kimmy.


"Itu hanya anggapannya. Sebab pada kenyataannya tidak seperti itu. Usia kehamilannya bahkan jauh dengan terakhir kalinya aku tidur dengannya."


Kimmy terdiam. Belle datang ke rumah itu tapi dia bisa tidak tahu. Tak ingin Kimmy salah paham, Jef melanjutkan penjelasannya.


"Selama ini, aku meminta orang kepercayaanku untuk memata-matai pria yang tidur dengan Belle. Dia sudah menginjak harga diriku, dan aku ingin harga dirinya pun hancur. Maaf jika aku baru mengatakan ini padamu."


Kimmy mengulas senyum. "Meski aku ini istrimu, tapi kau berhak memiliki privasi. Selama itu bukan wanita, itu semua tidak jadi masalah."


"Terima kasih sudah mengerti, sayang," ucap Jef.


"Yang aku lakukan itu bukan suatu balas dendam. Tapi aku hanya memberi pelajaran padanya, sebab jika tidak demikian, dia akan semena-mena pada orang lain pula."


"Barusan, aku ketemuan dengan orang kepercayaanku itu, namanya Jay. Dia mengumpulkan bukti-bukti kebrengsekan pria itu, dan secara tidak sengaja ia merekam pembicaraan pria itu. Dia mengatakan jika satu bulan lalu dia pernah meniduri Belle saat Belle dalam pengaruh alkohol. Dan sudah bisa di pastikan, anak yang tengah di kandung Belle saat ini, adalah anaknya, sebab usia kehamilannya pun sekarang menginjak minggu keempat katanya."


Kimmy terdiam, mendengarkan apapun yang suaminya sampaikan.


"Selain bukti itu untuk menghancurkan harga diri Lim, itu juga akan menjadi bukti jika aku bukan ayah dari anak yang di kandung Belle. Dan kenapa pria itu harus di beri pelajaran? Sebab Jay merekam pembicaraan Lim ketika pria itu baru saja meniduri wanita yang lain. Aku akan tetap melakukan apa yang menjadi tujuanku, agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya. Aku sedang melindungi generasi wanita, sayang. Izinkan aku melanjutkan rencanaku, ya?!"


Sepertinya yang akan di lakukan Jef itu demi kebaikan juga, maka tidak ada salahnya jika ia menyetujui rencana suaminya.

__ADS_1


"Iya, lakukan saja apa yang terbaik menurutmu."


Jef tersenyum, akhirnya ia bisa mengatakan apa yang selama ini ia tutupi dari istrinya. Rasanya lega.


Jef meraih kedua buah tangan Kimmy, ia mengubah posisi duduknya menjadi menghadap wanita itu.


"Terima kasih, sayang. Dan maafkan aku karena mengabaikanmu barusan!"


"Tidak apa-apa. Aku paham, dan itu juga bisa menjadi pelajaran baru untukku. Pelajaran agar aku bisa bersikap lembut dan mencoba mengertikan ketika suami sedang di terpa masalah," jawab Kimmy.


"Sekali lagi terima kasih, sayang. Kau memang istri yang baik," pujinya.


Jef mengecup pipi sebelah kiri Kimmy. Tak lupa, ia juga mendaratkan ciuman singkat di perut istrinya yang sudah mulai menonjol.


"Paman Jef sayang banget yah sama bibi Kimmy?"


Pertanyaan yang berasal dari bocah yang tiba-tiba muncul membuat keduanya cukup terkejut. Tetapi mereka berusaha menetralisir dengan senyuman.


"El.. Sejak kapan berdiri di situ?" tanya Jef berusaha mengalihkan perhatian bocah itu.


"Bibi Kimmy bilang, kalau cium itu tandanya sayang. Paman Jef cium bibi Kimmy dua kali, berarti tandanya paman Jef sayang banget," ucap bocah itu.


Jef menatap ke arah Kimmy, ia menuntut penjelasan kenapa dia bisa memberi penjelasan seperti itu kepada bocah seusia Ziel. Kimmy memberi kode jika dirinya akan memberi penjelasan nanti saja, ketika Ziel sudah tidak sedang berada di antara mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2