
"Penolakanmu membuatku kian bersemangat, baby!" ucapnya kembali berbisik.
"Tapi pemaksaanmu membuatku semakin memberontak, sialaaan...!!" balas Kimmy.
Tatapan itu begitu mengerikan. Bibirnya menyungging menatap nakal bagian tubuh Kimmy, binar hassraatnya semakin menggila.
"Aaaarrgghh...!!"
Pria itu memekik kesakitan ketika Kimmy menendang dua biji telur di balik celana menggunakan lututnya. Kimmy lekas mendorong tubuh pria itu sampai jatuh ke lantai, baru ia bangkit dari sana.
"K-kurang... ajar!" seru pria itu dengan terbata, lantaran menahan ngilu yang tidak bisa di ungkapkan.
"Masih mau menyentuhku?" cetus Kimmy dengan senyum ejekan.
Pria itu bersusah payah bangkit berdiri, bukannya takut, Kimmy masih terlihat tenang.
"Pria cupu sepertimu tidak pantas menjebak gadis sepertiku untuk melakukan sesuatu yang bahkan belum pernah kau lakukan sebelumnya. Ya, kan?"
"Dan biasanya, otak tipe-tipe pria cupu sepertimu hanya di jamah oleh video vulgar yang membuat rasa penasaran kian membesar. Tapi tidak memiliki tempat untuk menyalurkan rasa penasarannya. Dan hari ini, kau salah target. Permisi!" imbuh Kimmy kemudian pergi dari sana, tapi sebelum itu ia berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan pria itu.
__ADS_1
"Mau aku kasih hadiah?" tanya Kimmy sembari menaikan satu alisnya. Tanpa menunggu jawaban, ia kembali menendang biji telur milik pria yang kini sudah jatuh terkapar.
***
"Kimmy...!!" panggil seseorang dari kejauhan begitu Kimmy keluar dari kamar tersebut.
Kimmy terkejut mendapati Jef berada di sana. Pria itu melangkah lebar ke arahnya dengan wajah panik dan cemas. Kemudian memeluk tubuh Kimmy sekilas. Ia melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu gadis di hadapannya.
"Kimmy, apa yang terjadi? Siapa yang sudah mengirimkan surat untukmu untuk datang kemari? Dia menginginkan apa darimu?" tanya Jef berbondong-bondong.
Kimmy tersenyum menenangkan. "Aku baik-baik saja. Oh ya, kenapa kau bisa tahu aku ada di sini?"
"Seseorang hendak melecehkanku," jawab Kimmy menciptakan bulatan mata Jef yang begitu lebar. Emosinya seketika tersulut, tubuhnya memanas dan rahangnya mengeras.
"Siapa?"
"Karyawanmu di kantor juga. Tapi aku tidak apa-apa, dia sudah aku buat jatuh tersungkur di lantai."
Pandangan Jef beralih ke pintu yang ada di belakang tubuh Kimmy. Dengan membawa amarah, ia masuk ke dalam kamar tersebut dan mendapati seseorang hendak bangun dan berteriak.
__ADS_1
"Kimmy... Aku menginginkanmu, baby..!!" Lalu kedua matanya melotot ketika seorang pria yang baru saja masuk merupakan bosnya di kantor.
Teriakan karyawannya itu begitu menusuk telinga Jef, membuat tangannya gatal untuk segera menghajarnya.
Buughh..
Sebuah pukulan di layangkan dan mendarat mulus di pipi pria itu. Belum merasa puas, Jef membangkitkan pria tersebut dan kembali memberinya pukulan yang lebih dari sebelumnya.
"Beraninya kau menyentuh Kimmy..!!" seru Jef dengan gejolak amarah yang meluap-luap.
"Habisi saja dia, Jef. Dia pantas menerimanya," ucap Kimmy tanpa iba, sebab orang seperti itu tidak pantas di kasihani.
Tanpa di minta, Jef akan melakukan yang pantas pria itu terima. Sampai akhirnya pria itu jatuh tersungkur lemas tak berdaya. Tubuhnya babak belur dan sepertinya itu belum cukup. Jef akan meminta seseorang untuk datang ke sana guna membawa pria itu ke kantor polisi, serta meminta polisi untuk tidak mengizinkan siapapun menemui pria itu. Bahkan sekedar meminjam telepon.
Bersambung...
...MOHON DUKUNGANNYA MELALUI HADIAH POIN ATAU KOIN, VOTE, LIKE KOMEN DAN TAMBAH KE FAVORIT YA BESTIE...!!! ...
...Follow juga instagram aku untuk memperpanjang silaturahmi @wind.rahma...
__ADS_1