Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Penyesalan Belle


__ADS_3

Di lokasi syuting Mirabelle.


Wanita itu tampak gelisah memikirkan mimpi buruknya semalam. Selama dirinya menginap di lokasi syuting seminggu terakhir ini, tidak ada telepon bahkan pesan singkat dari Jef. Dirinya juga tidak sempat memberi kabar pada sang suami.


"Wanita cantik jangan melamun, nanti cantiknya hilang!" ujar seseorang yang ikut duduk di hadapan Belle.


"Jangan menggangguku, Lim! Pergilah, aku sedang ingin sendiri!" usirnya.


Alih-alih pergi, Lim justru terkekeh mendengar usiran tersebut. "Aku tidak mengganggumu, Belle! Aku hanya ingin menemanimu."


"Aku bilang pergi, pergi!" usir Belle lagi.


Lim bergeming. Menatap wanita yang usianya lebih tua darinya lekat. "Jika ada yang ingin kau ceritakan, ceritakan saja! Aku siap menjadi pendengar yang baik untukmu," ujar pria itu menawarkan diri.


"Kau pikir aku mau?"


"Tidak usah sungkan, Belle! Aku tahu kau pasti punya masalah, kan? Selama seminggu berada di sini kau sibuk denganku, kau pasti tidak punya waktu dengan suamimu. Benar begitu bukan?" Lim menerka-nerka.


"Tidak usah so tahu!" cecar Belle kemudian beranjak dari sana, tapi segera di cegah oleh pria muda itu.


"Lepaskan!" Belle menghentakan lengannya yang di pegang oleh Lim.


"Aku yakin suatu hari pasti kau yang datang sendiri padaku, Belle. Selamat bertemu permainan sin berikutnya. Aku yakin kau pasti belum membaca naskah hari ini."

__ADS_1


Lim pergi dengan menyunggingkan senyum pada Belle. Seketika Belle merasa penasaran akan apa yang di katakan oleh pria itu. Ia bergegas pergi guna mengambil naskah skenario.


Ia terkejut, dan menutup mulutnya yang terbuka lebar.


"Film macam apa ini? Kenapa harus ada adegan seperti ini!"


Belle melempar naskah di tangannya ke sembarang arah. Lim pasti akan sangat senang mendapat adegan seperti itu. Berbeda sekali dengan dirinya yang begitu menyesali telah mengambil film gila itu.


***


"Kalau kau masih merasa sakit, aku tidak akan pergi ke kantor," ujar Jef pada saat dia sampai di rumah yang di tinggali Kimmy.


"Aku segan selalu merepotkanmu," jawab Kimmy masih dengan menahan perih di bagian intim.


"Memangnya ada obat pereda nyeri di bagian..."


Jef tersenyum. "Ada. Sekarang masuklah! Kunci pintunya selama aku pergi!" perintah pria itu.


"Baiklah," jawab Kimmy menurut.


Gadis itupun masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintunya. Ia kebelet buang air besar dan melangkah ke kamar mandi dengan tergesa-gesa. Ia melorotkan celananya dan hendak nongkrong di wc duduk. Tetapi urung ketika ia melihat ada darah di ****** ********. Kimmy pun terkejut.


"Ya Tuhan.. Darahnya banyak sekali," keluhnya.

__ADS_1


Lalu ia berjongkok di wc, tapi merasa ragu untuk mengejan. Antara takut dan sakit berpadu menjadi satu.


Lima menit kemudian, ia selesai. Kimmy memutuskan untuk mandi lagi usai mandi wajib tadi subuh. Lantaran darah yang keluar sangat banyak. Ia sampai menggunakan pembalut agar darahnya tidak tembus.


Dan lima menit berikutnya, Jef kembali. Pria itu membawakan bubur ayam untuk Kimmy.


"Makan dan minum obatnya. Sakitnya pasti akan segera hilang."


Kimmy mengangguk. "Semoga saja."


Jef membuka wadah yang terbuat dari sterofoam dan terdapat sendok plastik di sana ia menyendok bubur tersebut, meniupinya sebentar dan memasukan ke dalam mulutnya. Kimmy bengong melihatnya.


"Bukan untukku?" tanya Kimmy terheran.


"Untukmu. Hanya saja aku coba terlebih dahulu, jika tidak enak, mana mungkin aku berikan untukmu," jawab pria itu.


"Lalu enak, gak?"


"Enak. Aaaa..." Jef meminta Kimmy membuka mulut usai menyendok bubur yang kedua kalinya.


Tidak berapa lama, bubur pun habis di makan oleh berdua. Sesekali Jef menyuapi Kimmy seperti anak kecil menerbangkan sendok layaknya pesawat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2