Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Barcelona


__ADS_3

Hari ini Jef dan Kimmy berangkat ke Barcelona, dan tiba malam hari usai menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu. Setelah sebelumnya mengalami delay sebanyak dua kali. Mereka tiba di penginapan dekat pantai dini hari dari bandara Internasional Barcelona.


Penginapan tersebut sangat luas, dengan dekorasi interior yang sangat mewah. Kimmy sangat takjub begitu pertama kali masuk ke dalam sana. Apalagi, kamar yang akan mereka tempati memiliki kaca besar yang menjadi pembatas dan menyuguhkan pemandangan indah pantai meski hari masih gelap.


Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran besar yang sangat empuk dan sangat nyaman untuk tidur. Karena kecapean, alam bawah sadar dengan begitu mudahnya menarik ke alam mimpi.


Jef mengulas senyum menatap wajah istrinya yang sudah terlelap. Ia ikut membaringkan tubuhnya di sana, memeluk tubuh mungil tersebut usai mendaratkan ciuman singkat di kening.


***


Waktu bergulir menjadi pagi. Bulan sudah di gantikan dengan cahaya matahari yang masih malu-malu memancarkan cahayanya. Deburan ombak terdengar begitu keras, membuat seorang gadis terbangun dan ingin menyaksikan sunrise tanpa melewatkannya.


Ia bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju kacar besar dan terdapat pintu kaca di samping kiri. Kimmy membuka pintu tersebut kemudian melangkah menuju balkon, lalu berhenti tepat di depan pagar pembatas besi setengah badan.


Kimy memejamkan matanya, menghirup udara dingin pagi yang terasa sangat segar. Cukup lama, sampai akhirnya ia membuka mata ketika seseorang memanggil namanya.


"Kimmy, sarapan dulu! Kau belum makan dari kemarin," panggil Jef yang ternyata sudah bangun.

__ADS_1


Ia menoleh pada pria yang berdiri di ambang pintu. Sebenarnya ia masih ingin berlama-lama di sana, menikmati pemandangan pantai yang indah yang memanjakan mata membuatnya enggan pergi.


"Iya.."


Mau tidak mau Kimmy melangkah dari sana. Sebelum sarapan, ia mandi terlebih dahulu, kemudian mengganti pakaiannya. Begitu pula dengan Jef. Mereka pergi menuju ruang makan, yang dimana sudah tersaji menu sarapan di sana.


"Pelayan tempat ini yang menyediakannya?" tanya Kimmy pada pria yang berdiri di sampingnya.


"Iya. Ayo sarapan!"


Jef menarik kursi untuk Kimmy, gadis itu langsung mendaratkan tubuhnya di sana. Menu sarapan di sana memang jauh berbeda dengan menu sarapan yang biasa ia buat dan makan. Tapi rasanya enak sehingga Kimmy tak berhenti mengunyah.


Kimmy pun mengangguk. "Iya."


Jef tersenyum getir. Akhirnya ia bisa memiliki waktu berdua bersama seorang istri. Sesuatu yang selama ini ia inginkan. Tetapi justru ia bisa mewujudkan keinginannya itu bersama Kimmy, bukan Belle.


***

__ADS_1


Sementara di Jakarta.


Belle tengah sibuk-sibuknya dengan acara tayang film-nya di bioskop. Sama halnya seperti kemarin, pergi dari suatu bioskop ke bioskop lain. Dan yang membuatnya sangat bahagia, followers akun media sosialnya melonjak dua kali lipat.


"Lusa kita akan pesta besar-besaran karena film kita meraih lima ratus ribu lebih penonton di hari pertama tayang," ujar pihak tim begitu keluar dari teater bioskop pertamanya hari ini.


Semua tampak bersorak senang, termasuk Mirabelle. Ia merasa bangga berkat aktingnya yang totalitas.


Di tengah-tengah kebahagiannya suara dering panggilan masuk mengalihkan perhatian wanita itu. Ia langsung merogoh benda pipih tersebut dari tas berukuran sedang, menggeser ikon hijau tanpa melihat siapa yang menelepon. Belle juga sedikit menjauh dari tempat berdirinya.


"Halo.."


"Penggantimu tidak senikmat dirimu, Belle." ucap seseorang dari sebrang sana, Belle spontan melihat nama si penelepon yang tertera di layar ponselnya. Ternyata Lim. "Aku harap kau berubah pikiran dan mau syuting kembali," imbuhnya.


Dengan cepat Belle mematikan saluran telepon tersebut. Ia sedikit merasa lega ketika pria muda itu mengatakan pengganti. Itu artinya, ia sudah aman.


Bersambung...

__ADS_1


Follow ig: @wind.rahma


__ADS_2