
Ting...
Denting notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel milik Kimmy. Gadis yang tengah memakai pakaian rapi itu segera menyambar ponsel yang tergeletak di atas kasur.
Kimmy, Bibi sudah tebus rumahnya. Sekarang kami sudah bisa tinggal lagi di rumah. Terima kasih banyak, sayang!
Pesan tersebut berasal dari Azuma, pasti wanita itu meminjam ponsel tetangganya.
"Alhamdulillaah... Pengorbananku tidak sia-sia," ucap Kimmy penuh syukur.
"Sekarang, aku tinggal mencari pekerjaan. Waktuku tidak banyak, hanya 3 bulan. Aku takut jika aku tidak bisa memenuhi apa yang menjadi kesepakatan dalam pernikahan ini. Jika aku kerja, setidaknya aku punya uang untuk membayar yang setengahnya itu," ujarnya lagi.
Setelah terlihat sangat rapi dengan stelan formal, Kimmy bergegas pergi usai mengambil tas kecil di lemari. Tidak lupa ia memasukkan ponselnya ke dalam tas tersebut. Rencananya, ia akan melamar ke sebuah perusahaan. Beberapa hari lalu ia melihat sebuah kertas jika perusahaan tersebut membutuhkan karyawan baru.
Tidak membutuhkan waktu lama, Kimmy pun sudah sampai di tujuan. Gedung perusahaan itu terlihat menjulang tinggi dan besar. Keraguannya mulai muncul, apakah ia yakin bisa bekerja di perusahaan yang ada di depannya.
"Aaakhh.." teriak Kimmy ketika sebuah mobil melintas membuat genangan air yang ada di dekatnya menciprat, hal tersebut membuat pakaiannya kotor dan basah.
"Iiihh.. Siapa sih itu orang? Kalau begini aku tidak bisa melamar kerja, dong," desisnya kesal, sembari mengusap-usap pakaiannya.
"Kau baik-baik saja?"
__ADS_1
Kimmy mendongakan kepalanya, seseorang dengan kaca mata hitam berdiri di hadapannya.
Kimmy melirik ke arah mobil yang tidak jauh dari tempat berdirinya. Sepertinya orang itu merupakan orang yang sudah membuat kotor pakaiannya.
"Apa kau tidak lihat? Gara-gara kau, pakaianku kotor. Aku jadi tidak bisa melamar kerja," seru Kimmy kesal.
Pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku jas yang di kenakannya lalu di sodorkan pada Kimmy.
"Ini."
"Kau pikir semuanya bisa selesai dengan uang?"
"Setidaknya ini bentuk perminta maafanku, nona. Terimalah, aku tidak punya banyak waktu untuk melayani ucapanmu."
"Ada apa, ini?"
Pertanyaan dari seorang pria menghentikan perdebatan antara Kimmy dengan pria tadi. Begitu menoleh, Kimmy sedikit terkejut melihat siapa yang menegur mereka.
"Kimmy, sedang apa di sini?"
"Je-"
__ADS_1
Kimmy menghentikan kalimatnya ketika ia baru sadar jika pria itu tidak hanya datang sendiri, melainkan bersama wanita yang sepertinya sekretarisnya.
"Dia mengotori pakaianku," jawab Kimmy tak memudarkan kekesalannya.
"Tapi aku akan memberimu uang sebagai ganti ruginya. Lalu kau mau apa, hah?" seru pria itu merasa tidak terima terima jika terus menerus di salahkan.
"Jangan berkata kasar padanya!" sentak Jef membuat pria itu semakin muak berada di sana.
"Ambil uangnya, aku tidak punya waktu untuk sesuatu yang tidak penting!"
Pria itu melempar uangnya ke hadapan Kimmy lalu pergi begitu saja. Jef ingin memaki pria itu tapi ia sadar bukan tempatnya untuk melakukan hal itu. Bisa-bisa sekretarisnya akan curiga jika ia terlalu membela Kimmy berlebihan.
"Kau kembali saja ke ruanganmu, aku pergi sendiri saja!" titah Jef pada sekretarisnya yang berdiri di sampingnya.
"Baik, tuan," ucap wanita itu menurut.
Setelah wanita itu pergi, Jef meminta Kimmy untuk menunggunya di sana sebentar. Sementara dia mengambil mobil.
"Ayo!" pinta Jef saat sudah kembali bersama mobilnya.
Kimmy pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Bersambung...