
Kimmy baru saja selesai menghidangkan menu makan malam untuk Jef. Tetapi ia tampak murung usai mendapat pertanyaan dari Jef mengenai anaknya kelak. Pertanyaan itu terus saja terngiang bahkan sampai ia akan tidur.
"Apa pertanyaanku mengganggumu?" tanya seorang pria yang baru saja duduk di tepi ranjang.
Kimmy menoleh sebentar pada suaminya itu, lalu mengalihkan perhatiannya lagi ke arah lain.
"Jika kau masih keberatan untuk memberikan anakmu untuk kami, aku tidak akan melakukan apapun padamu sampai usia 3 bulan pernikahan," imbuh Jef.
"Tapi dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk membayar setengah dari yang di berikan kak Belle?"
"Aku akan mengizinkanmu bekerja."
"Sungguh?" Kimmy tampak semangat sekali.
"Sebenarnya ada lowongan pekerjaan di kantorku, tapi itu hanya bagian staf biasa," ungkap Jef.
"Tidak masalah. Tapi pendidikan terakhirku hanya sekolah menengah pertama. Apa aku bisa bekerja di sana?" tanya Kimmy ragu.
"Jika kau memiliki kemampuan, maka batas pendidikanmu tidaklah penting!"
Binar kebahagiaan terpancar di wajah Kimmy. Ia spontan memeluk tubuh pria duduk di sampingnya itu. Jef pun ikut senang melihatnya.
Kimmy melepaskan pelukannya. "Terima kasih dan maaf aku telah lancang!" ucapnya.
"Tidak apa-apa. Sekarang beristirahatlah. Besok kau sudah bisa ikut dengaku ke kantor."
Kimmy menganggukan kepalanya semangat. "Baiklah. Selamat tidur!"
"Selamat tidur," balas Jef.
Kimmy sudah membungkus tubuhnya menggunakan selimut. Jujur, ia sangat lelah sekali setelah bermain seharian bersama kedua keponakannya. Hal itu membuatnya mudah sekali untuk segera masuk ke alam mimpi.
***
__ADS_1
Pagi harinya, Kimmy bangun lebih awal dari biasanya. Ia melirik ke arah samping tempat tidur dimana Jef masih tertidur pulas. Ini merupakan kesempatan untuknya bersiap-siap, mulai dari membuat sarapan sampai menyiapkan apa saja yang harus ia bawa ke kantor nanti.
Tepat ketika sarapan sudah siap, Jef keluar dari kamar dengan pakaian yang sedikit berantakan. Pria itu berjalan menghampirinya ke dekat meja makan.
"Kau yang membuat semua ini?" tanya Jef dan mendapat anggukan dari Kimmy.
"Iya," jawab Kimmy tanpa mengalihkan perhatiannya dari menu sarapan yang sedang ia hidangkan.
"Sepagi ini?" Jef melongo tak percaya.
"Iya, memangnya kenapa?"
"Tidak, tidak apa-apa!" jawab Jef lekas menarik salah satu kursi yang terdapat di bawah meja makan.
Jef memandangi Kimmy yang tengah mengambilkan sarapan untuknya, gadis itu tampak bersemangat sekali.
Usai mengambilkan untuk suaminya, Kimmy mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka sarapan bersama. Setelah itu bersiap-siap pergi ke kantor.
Begitu masuk ke dalam gedung, Kimmy mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Sampai ia di sadarkan oleh pria yang berjalan di depannya untuk segera masuk ke dalam lift.
Lift berhenti di lantai teratas, Jef meminta sekretarisnya untuk mengurus masalah Kimmy.
"Tuan, bukankah dia-"
"Ikuti saja perintahku!" pungkas Jef ketika sekretarisnya menyadari jika gadis yang ia bawa merupakan gadis yang sama dengan yang ia lihat tempo hari di depan kantor ini.
"Ya sudah, ikut aku!" pinta Cheryl pada Kimmy, gadis itupun mengangguk patuh.
Meski yang akan bekerja itu istrinya sendiri, Jef tetap meminta Cheryl untuk mengetes sejauh mana kemampuan Kimmy. Beruntungnya, ketika Cheryl mengenalkan pekerjaan dan memberinya pemahaman akan apa yang nantinya akan di lakukan, Kimmy mudah sekali mengingat dan sedikit menguasainya.
"Jika ada yang kurang paham, kau bisa menanyakan pada karyawan yang lain," saran Cheryl ketika mereka akan menuju ruang kerja dengan banyak kubikel di sana. Yaitu, meja yang terdapat skat kaca.
"Terima kasih!" ucap Kimmy dengan sopan.
__ADS_1
"Itu kubikelmu." Cheryl menunjuk ke kubikel yang kosong, mempersilahkan Kimmy untuk duduk di sana.
Kimmy masih diam di tempat, rasanya masih sangat gugup untuk memulai kerja di gedung besar dan ruangan seluas ini. Banyak sekali orang yang sedang fokus pada layar kompeter di masing-masing kubikelnya.
Cheryl mengerti akan Kimmy yang nervous, lantaran ini hari pertamanya kerja. Ia pun memutuskan untuk mengenalkan terlebih dahulu pada karyawan yang berada di dekat kubikel yang akan di tempati Kimmy. Satu kubikel terdiri dari 4 orang di sana.
"Moza, Lena, Neta," panggil Cheryl lirih, membuat ketiganya menoleh.
"Perkenalkan ini Kimmy, dia karyawan baru di kantor ini. Dan dia akan bergabung bersama kalian."
Kimmy mengulas senyum seraya sedikit membungkukan badannya sebentar. Semua menyambut Kimmy dengan ramah.
"Selamat bergabung, Kimmy."
"Selamat bekerja."
Ucap dari mereka, Kimmy tampak senang memiliki teman baru. Sepertinya mereka orang baik-baik.
"Terima kasih semuanya," balas Kimmy.
Setelah selesai melaksanakan perintah bosnya, Cheryl bergegas kembali ke ruangannya.
"Pastikan dia nyaman bekerja di sini," ucap seseorang begitu Cheryl akan memasuki ruangannya. Wanita itu menoleh dan mendapati bosnya berdiri di sana.
"Memangnya dia karyawan istimewa?" tanya Cheryl heran.
"Turuti saja perintahku!" ucap Jef lagi kemudian beranjak dari sana.
Cheryl tertegun sebentar. Seperti ada yang aneh. Dari ia melihat bagaimana cara Jef membela gadis itu ketika ribut dengan seorang pria di depan kantor, dan hari ini bosnya meminta hal barusan padanya.
"Apa gadis itu-" Cheryl menggantungkan kalimatnya sembari memikirkan sesuatu. "Ah rasanya tidak mungkin, tuan Jef adalah pria yang sangat setia pada nyonya Mirabelle," imbuhnya, mencoba menepis kasar apa yang ada di dalam pikirannya barusan.
Bersambung...
__ADS_1