
"Aaawwhhhhh..."
Dessaahan Kimmy menggelitik indra pendengarannya, menambah sepercik kehausan akan gelora asmara yang akan mereka mainkan.
"Tenanglah, ini tidak akan sakit! Percaya padaku," ucap Jef dengan dengan nada sensual yang terdengar kental.
Kedua mata Kimmy terpejam, Jef membuka selang kangannya lebih lebar dan segera menancapkan si Kon dengan pelan-pelan sekali. Ia tahu jika ini yang pertama kali untuk Kimmy.
"Mmmhhh..." Kimmy mencekeram punggung Jef kuat-kuat.
Sudut Jef terangkat ketika ia berhasil menerobos daerah pertahanan Kimmy. Menembus dan merobek urat-urat keperawwaanannya. Kedua sikunya menumpu di sisi kiri kanan Kimmy, dan membungkukan badannya lebih dalam.
Ia memulai gerakan maju mundur secara perlahan, agar Kimmy mampu menikmati setiap pemberiannya. Dan terbukti, Kimmy mampu menerima setiap serangannya dengan sangat baik. Lama kelamaan, ia mempercepat gerakan tersebut sampai Kimmy tak henti-hentinya mendesah penuh kenikmatan.
"Aaahh.. Hhhh.. Jehhhh... Jeffhhh... Mmmhhh..."
Kini Jef tengah di kuasi oleh hasrat yang menggebu, ia menghantam Kimmy tanpa belas kasihan, menyiksanya tanpa ampun, dan membawa Kimmy ke dalam dunia kenikmatan.
Tangan yang semula menyentuhnya dengan lembut selembut sutra, mulai kasar. Pria itu kembali memberi Kimmy ciuman dan memainkan lidahnya di dalam sana. Semburat kebahagiaan terpancar di wajah Jef meski matanya di penuhi oleh kabut hasrat.
Jef semakin bergerak secara menggila. Tak ingin permainannya hanya sampai di sana, meminta Kimmy untuk mengganti posisi dengan gaya yang berbeda. Sebelum melanjutkan puncak pelepasan, ia kembali memberi sentuhan di setiap permukaan tubuh Kimmy. Tangannya memainkan mput payu dara Kimmy dengan nakal, sementara mulutnya mengemmut mput yang satunya lagi. Sesekali ia memainkan lidahnya di sana.
Setelah merasa puas, ia meminta Kimmy untuk naik ke atas tubuhnya. Ia tak ingin berjuang sendirian. Dan ia meminta Kimmy yang harus menuntaskan permainan.
__ADS_1
"Naik!" pinta Jef seraya menepuk bawah perutnya.
Kimmy terlihat ragu, karena tidak sabar, Jef menarik tubuh Kimmy sampai mendarat di atas tubuhnya.
"Mainkan, Kimmy! Lakukan saja sesuai dengan apa yang kau inginkan."
Kimmy masih kurang paham bagaimana cara melakukannya. Lalu Jef mengangkat pinggul Kimmy agar si Kon masuk ke dalam lubang V Kimmy. Ia menggerakan pinggul Kimmy guna mengajari apa yang ia maksud.
"Goyangkan saja, maka kau akan menikmatinya!" ujar pria itu semakin tidak sabar.
Akhirnya Kimmy mengikuti arahan yang di berikan oleh Jef. Gadis itu mulai menggoyangkan pinggulnya di atas pangkuan Kimmy. Meski sedikit ada yang mengganjal, tapi cukup membuatnya ketagihan.
"Lebih cepat lagi!" pinta Jef seraya memejamkan mata, ia menggigit bibir bawahnya guna menikmati setiap goyangan yang di lakukan Kimmy.
Tanpa Kimmy duga, ia ternyata bisa melakukan hal tersebut. Ia bergoyang cukup lihai di atas sana. Tidak lama kemudian ia merasakan sesuatu yang hangat di dalam sana. Begitu melihat suaminya, pria itu tengah tersenyum dan melihat ada kelegaan.
Jef menarik tubuh Kimmy dan mendekapnya.
"Terima kasih, Kimmy! Terima kasih..." bisik pria itu, lalu menenggelamkan wajahnya di belahan dada Kimmy.
Kimmy hanya bergeming, sembari mengatur napasnya yang sedikit tersengal. Keringat mereka berdua bercucuran meski hawa terasa sangat dingin. Kimmy mengangkat kepalanya, menatap Jef yang tersenyum merekah padanya.
__ADS_1
"Aku sudah menanamkan benih di rahimmu. Kau harus menjaganya baik-baik," ucap Jef kemudian.
Tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut Kimmy, ia hanya sibuk menyadarkan diri dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Sedetik kemudian, lampu menyala. Kimmy segera melompat ke arah sisi Jef ketika melihat si Kon yang terlihat sangat jelas sekali sekarang. Ia menutup mulutnya lalu menarik selimut guna menutupi tubuhnya yang polos.
"Jef..." ucap Kimmy merasa malu.
Jef tersenyum kecil, dan seketika pandngannya beralih pada bercak darah bercampur cairan putih kental di sprei yang berwarna putih. Ia tersenyum melihat itu.
Jef duduk dan memeluk Kimmy dari belakang. Gadis itu cukup merasakan kehangatan tubuh Jef.
"Terima kasih, sayang!" bisik Jef mampu membuat Kimmy terbelalak akan panggilan baru dari pria itu.
"Sama-sama," jawab Kimmy terbata.
Jef menggesek-gesekan hidung runcingnya ke telinga Kimmy seraya menggigit bibirnya. Seolah sedang berusaha menahan diri agar tidak sampai menyerang istrinya untuk kedua kali. Kimmy pasti sangat lelah sekali. Ia akan mengajaknya lain kali, itupun jika ia bisa menahannya malam ini. Atau, ronde kedua akan terjadi.
Bersambung....
...IKLAN...
...Otor: Kumaha bestie, hareudang gak bacanya? Wkwk. Aku sampe gemeter neeeh ngetiknya, hahaha. Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen, hadiahnya poin kopi nya, karena aku udah bela-belain begadang. Hehehe......
__ADS_1