Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Sebuah Rencana


__ADS_3

Jef menghentikan mobilnya di halaman kafe tempat ia janjian bertemu dengan seseorang. Ia turun dari mobilnya menggunakan kaca mata hitam, sebab cuaca hari ini begitu terik. Ia berjalan masuk ke dalam kafe tersebut, mencari seseorang yang beberapa menit lalu menghubunginya jika dia sudah sampai.


Ia melangkah menghampiri meja di pojok belakang ketika kedua matanya berhasil menemukan orang yang ia cari tersebut.


"Maaf telah membuatmu lama menunggu," ucap Jef pada orang itu.


Ia menarik kursi, mendaratkan tubuhnya di sana. Lalu melepas kaca matanya dan di gantungkan ke kemeja putih yang ia kenakan.


"Tidak apa-apa, tuan Jef. Lagipula saya hanya menunggu lima menit saja," ujar pria itu, sebut saja namanya Jay.


"Aku pesankan minum dulu, ya?" tawar Jef namun di tolak oleh pria itu.


"Tidak perlu, tuan Jef. Langsung saja!" pintanya.


"Baik kalau begitu. Tujuanku memintamu untuk bertemu di sini, masih sama dengan apa yang ku katakan di telepon kemarin," ucap Jef mengawali pembicaraan.


"Iya, tuan Jef. Lalu apa yang harus saya lakukan agar pria yang bernama Lim itu mempertanggung jawabkan perbuatannya, maksudnya karena dia sudah berani menginjak harga dirimu?"


Wajah keduanya tampak serius sekali.


"Yang akan ku lakukan ini bukan balas dendam. Hanya saja, aku ingin dia menerima konsekwensi atas perbuatannya. Terserah kau ingin melakukan apapun padanya, yang terpenting dia harus tahu jika apa yang di lakukannya tanpa sadar juga merusak harga dirinya sendiri."


Jay mengangguk paham. Sebelumnya Jef sudah menceritakan profesi Lim sebagai tokoh publik lewat telepon kemarin.

__ADS_1


"Baik, tuan Jef. Nanti saya pikirkan pelajaran apa yang pantas aku berikan untuknya."


"Bagus," puji Jef, Jay memang pria yang selalu bisa di andalkan.


"Ada lagi yang bisa saya bantu, tuan?"


"Tidak ada, hanya itu."


"Baik, kalau begitu saya permisi duluan, tuan!" pamit Jay.


"Silahkan! Terima kasih banyak sebelumnya."


"Sama-sama, tuan."


***


Lexa terheran melihat ibunya mengemas banyak barang seperti pakaiannya juga milik Ziel. Setelah beberapa saat memilih terdiam, akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya.


"Memangnya kita akan kemana, bu?"


Azuma mendongak, tersenyum sekilas kemudian kembali merapikan pakaian putra putrinya di tas kain berukuran besar.


"Kita akan tinggal di rumah paman Jef, sayang," jawab wanita paruh baya itu membuat Lexa semakin kebingungan.

__ADS_1


"Rumah kita akan di sita lagi, bu?" tanya bocah itu lagi.


Azuma menghentikan aktivitasnya sejenak, mencoba memberi penjelasan yang mudah di cerna oleh anak seusian Lexa.


"Tidak, sayang. Selama ini bibi Kimmy kan tinggal jauh bersama kita, sekarang bibi Kimmy ingin kita tinggal bersamanya. Lexa mau kan tinggal dengan bibi Kimmy?"


Lexa mengangguk semangat. "Mau, ibu. Lexa bahkan senang kalau bisa tinggal lagi dengan bibi Kimmy."


Azuma mengulas senyum. Tangannya membelai lembut rambut sang putri. "Iya, sayang. Kalau begitu, bantu ibu mengemas barangnya, ya!"


"Ok, bu."


Lexa membantu ibunya merapikan pakaian ke dalam tas kain. Lalu ia mencari barang yang tidak boleh ketinggalan, seperti boneka kecil kesayangannya.


Bersambung...


Sambil nunggu up, baca novelku yang sudah tamat ya teman-teman. Judulnya:


TERPAKSA MENIKAHI TUAN TAJIR


ONE NIGHT STAND WITH TUAN MUDA


TERJERAT IKATAN PERNIKAHAN

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan dukungannya😊...


__ADS_2