
Malam ini Jef bersama Kimmy pergi ke rumah kecil pemberian Belle yang menjadi tempat tinggal Kimmy. Tempat yang beberapa minggu ini ia tinggalkan sementara. Mereka pergi ke sana guna mengambil pakaian Kimmy yang akan di bawa ke Barcelona. Sebab selama tinggal di rumah mertuanya, Kimmy memakai pakaian yang tersedia di sana untuk tamu.
"Pakaianku tidak ada yang wah, apa kau tidak malu jika aku memakai pakaian jadul ini ke luar negeri?" tanya Kimmy pada pria yang duduk di tepi ranjang, sementara ia tengah mengambil beberapa pakaian yang hendak di masukan ke dalam koper.
Jef mengulas senyum tipis kemudian bangkit dari duduknya, menghampiri gadis yang tengah memilih pakaian di lemari. Ia memeluk tubuh Kimmy dari belakang, yang membuat pemilikinya terkejut sekarang.
"Pakaian apapun yang kau kenakan tidak akan mengurangi kadar kecantikanmu. Bahkan tanpa pakaian sekalipun!" bisik pria itu dengan lembut.
Kedua mata Kimmy membulat sempurna. Jantungnya berpacu di atas normal. Sejak kapan Jef berubah menjadi pria yang pandai menggombal.
Kimmy melepaskan tangan kekar milik Jef yang melingkar di pinggangnya.
"Jef.. Aku sedang berkemas, kau tunggu saja di sana!" Kimmy menunjuk ke arah ranjang tempat tidur.
__ADS_1
Jef membalikan tubuh Kimmy sampai menghadap ke arahnya. Kemudian mengungkung tubuh tersebut di dalam tubuhnya di antara lemari. Tanpa izin dari pemilikinya, Jef langsung mengecup bibir Kimmy dan menerobosnya dalam. Menyeruakan lidah ke dalam sana dengan begitu liar.
Sementara Kimmy yang mendapat serangan tanpa aba-aba tentunya terkejut, tetapi beberapa detik kemudian ia mampu menyeimbangkan dan membalas ciuman suaminya dengan begitu baik. Jef mengangkat kedua tangan Kimmy menggunakan tangan kirinya ke udara, mencekeram ke lemari tanpa sedikitpun melukai.
Ciuman terus berlangsung, sampai satu tangan Jef kini mulai bergerak liar menyusuri area permukaan Kimmy dengan sentuhan yang amat lembut. Sehingga menimbulkan sensasi senyar yang membuat pemiliknya merasa geli mengumpul di dalam perut.
Jef melepas tautan bibirnya. Lidahnya kini ia gerakan menurun ke leher hingga bagian dada yang sedikit terbuka. Lalu ia robek gaun Kimmy, menjillaati sesuatu yang keyal di sana hingga Kimmy mendesah penuh kenikmatan.
"Aaahhh... Hhh.. Sshhh..." Kimmy memberi respon dengan menjambak kecil rambut pria yang tertunduk menikmati gunung kembarnya.
Kimmy menurut, ia menumpu kedua tangannya di tepi ranjang sementara tubuhnya menunduk sedikit menuunggiing. Jef segera membuka sabuk yang terpasang di celananya, membuka resleting agar si Kon keluar dari sarangnya. Wajahnya di penuhi kabut hasrat yang sulit dirinya kendalikan.
Tanpa menunggu apapun lagi, Jef segera menancapkan si Kon yang sudah mengeras ke dalam lubang kenikmatan. Kimmy menggigit bibir bawahnya, menahan sesuatu ketika Jef mulai menggerakan maju mundur benda pusaka yang ukurannya panjang.
__ADS_1
Jef mempercepat gerakan si Kon sampai menimbulkan suara pak pek plok. Berpadu dengan dessahaan Kimmy yang membuat Jef semakin semangat dan bergaairraah. Kedua tangannya merremmaas gunung kembar Kimmy dengan nakal, sesekali memelintir si mput sampai Kimmy memekik geli dan ngilu.
"Aaah.. Hhhh.. Hhhh... Aaaah... Jehhh... Mmphh... Uuuh... Mmmhhhh..."
Di detik-detik pelepasan puncak, Jef sengaja melambat gerakan maju mundurnya guna menikmati setiap gesekan hangat di dalam sana. Milik Kimmy masih sangat sempit di tambah miliknya yang mempunyai ukuran besar. Sehingga si Kon dapat terhimpit dengan sempurna.
Peluh mulai bercucuran, napas keduanya tersengal. Kini Jef tidak menembakan cairannya di dalam, ia sengaja menahannya terlebih dahulu dan membalikan tubuh Kimmy sampai terbaring di atas ranjang. Kemudian ia naik ke atas tubuh Kimmy dan menembakan cairan tersebut di belahan gunung kembar indah itu. Sangat banyak sehingga cairan tersebut mengalir sampai ke perut gadis itu.
Kimmy menelan salivanya dengan susah payah, melihat bendak pusaka yang besar panjang dengan hidup itu berada di depan mata. Jef sengaja menggesekan si Kon ke belahan dada Kimmy, sehingga gadis itu merasakan betapa hangatnya benda hidup itu.
"Mau pegang?" tawar Jef dengan seringai nakal.
"Hem?" Kimmy terbelalak, tapi ia tidak bisa memohongi dirinya jika ia ingin. Dan tanpa sadar tangannya mulai bergerak memegang benda keras itu.
__ADS_1
Saking besarnya, tangan mungilnya tak mampu menggenggam penuh si Kon. Jef sengaja menggerakan pusakanya sampai berkedut, hingga Kimmy refleks melepaskan tangannya dari sana. Tapi entah kenapa, ia tertarik untuk bermain-main dengan benda itu.
Bersambung...