Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Ribuan kerlip bintang nyaris memenuhi langit gelap malam di Barcelona. Seorang gadis tengah berdiri di balkon seraya menyapu lengannya sesekali akibat udara pantai yang cukup dingin yang terasa menusuk ke tulang. Hari pertama berada di Barcelona mereka habiskan di penginapan, sebab tadi pagi Kimmy mendadak sakit perut.


Seorang pria datang dari belakang, kemudian mendekap tubuhnya erat. Menopang dagu yang sedikit di tumbuhi bulu ke bahu mulus sebelah kanan milik Kimmy.


"Aku perhatikan kau sering berdiri di sini? Apa begitu menyenangkan untukmu?" tanya Jef kemudian, tanpa melepaskan tangannya yang melingkar di tubuh Kimmy.


"Iya, dari sini aku bisa melihat indahnya pantai meski dari jarak jauh, serta aku merasa tenang jika berada di sini," jawab Kimmy tanpa mengubah posisi apapun.


"Oh ya, apa perutmu sudah membaik? Jika masih sakit aku akan membawamu ke rumah sakit."


"Tidak usah. Ini hanya sakit perut biasa. Lagipula sekarang sakitnya sudah hilang. Tapi, aku merasa sedikit mual tadi. Apa aku masuk angin ya?" ujar Kimmy merasa sedikit aneh, padahal sebelumnya baik-baik saja.


"Mungkin kau kecapean dan butuh banyak istirahat," tutur Jef di angguki oleh Kimmy.


Tidak ada pembicaraan lagi di antara meraka. Keadaan cukup hening. Keduanya tengah menikmati indahnya langit malam di Barcelona.


Jef semakin mengeratkan pelukannya, ketika hawa dingin semakin menusuk pori-pori tubuhnya. Kimmy merasakan begitu hangatnya pelukan seorang Jef. Dan ia merasa nyaman berada dalam dekapan pria itu. Sampai akhirnya, ia merasa ada sesuatu yang hidup dan mengeras di balik tubuhnya. Terasa mengganjal di bagian belakang seiring sepercik gesekan yang di timbulkan oleh suaminya, serta napas pria itu terdengar sedikit memburu namun tertahan.


"Jef.." panggil Kimmy lirih dan itu terdengar sangat seksi di telinga Jef.


"Iya, sayang..?" jawab pria itu berhasil membuat Kimmy kembali terkejut.


"Hah..?"

__ADS_1


Jef tersenyum seakan tahu jika Kimmy baru saja terkejut mendengar panggilan baru darinya.


"Kau baru saja memanggilku, ada apa?"


Kimmy menghela napas perlahan, seolah tengah mengendalikan dirinya agar tidak bersikap begitu berlebihan mendengar panggilan baru dari suaminya.


Kimmy melepaskan tangan Jef yang melingkar di pinggangnya, kemudian membalikan tubuh menghadap ke arah Jef. Kini kedua tangannya ia lingkarkan ke leher Jef, sementara pria itu memeluk bagian pinggangnya.


Sepasang mata mereka bertemu. Saling memancarkan kebahagiaan di sana. Jef tak henti-hentinya mengulas senyum dan sama sekali tak melepaskan pandangannya dari wajah Kimmy.


"Malam ini tepat usia pernikahan kita yang ke tiga bulan. Aku rasa, aku akan menghianati kesepakan pernikahan kita," ucap pria itu membuat kerutan dalam di kening Kimmy.


"Apa malam ini akhir dari pernikahan ini?" tanya Kimmy menuntut penjelasan.


"Kesepakatan dalam pernikahan kita yaitu, aku harus hamil untuk kalian. Dan sampai saat ini, aku belum hamil. Itu artinya, pernikahan kita akan berakhir esok hari," ujar Kimmy menciptakan ekspresi tidak suka di wajah Jef.


"Pernikahan kita tidak akan berakhir," ralat Jef. "Aku sudah mengkhianati semua kesepakatannya. Ketika Belle memintaku untuk menemuimu hanya sekali dalam seminggu, justru sekarang kita malah tinggal bersama. Cepat atau lambat, statusmu bukan lagi Dark Wife-ku, melainkan kau adalah istriku. Istri Jef Abellard. Karena apa? Karena aku memang mengkhianati kesepakatannya. Aku mencintaimu, Kimmy Anxinuella sayang..." ungkap Jef menyatakan perasaannya pada Kimmy.


Kimmy mematap pria di hadapannya seraya menyadarkan diri, jika apa yang terjadi saat ini bukanlah mimpi. Kimmy terpaku di tempat, masih mencerna baik-baik ucapan Jef barusan.


"Tapi ada yang aku penuhi dalam kesepakatan itu. Yaitu, aku akan membuatmu memberi keluarga Abellard sebuah keturunan. Namun, kau tidak akan memberikannya begitu saja pada kami, sebab ketika hal itu terjadi, maka kau akan tetap menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anak kita. Selamanya..." sambung Jef.


Tanpa sadar, air mata yang semula Kimmy bendung di pelupuk matanya kini luruh. Entah kenapa ia merasa terharu oleh setiap ucapan yang keluar dari mulut Jef.

__ADS_1


"Hei.. Kenapa kau menangis?" tanya Jef sembari menghapus air mata di pipi Kimmy menggunakan kedua ibu jarinya.


"Bolehkan aku bahagia di atas penderitaan kak Belle? Bolehkan aku egois malam ini?" tanya Kimmy di dalam isak tangisnya.


Jef bergeming. Kimmy seolah menyadarkannya bahwa masih ada orang lain di antara mereka. Jef mungkin memberi Belle kesempatan, tapi soal perasaan, semuanya ia tumpahkan pada Kimmy. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Belle.


Pernikahan selama tujuh tahun dengan Belle, perasannya yang selama itu ia jaga baik-baik olehnya, seakan lenyap seketika. Kehadiran Kimmy yang baru tiga bulan mampu membuat Jef berpaling sempurna. Bukan karena ia pria yang mudah berpindah hati pada wanita lain, tetapi kehebatan Kimmy, yang menciptakan kehidupan baru yang indah baginya. Tentu saja hal itu tidak terlepas dari keegoisan Belle.


"Apa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku?"


Pertanyaan Jef barusan membuat Kimmy seperti di tuntut sesuatu. Tetapi ia masih bingung dengan perasaannya sendiri.


Jef menghela napas. "Kau tidak perlu menjawab pertanyaanku. Aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang."


Kimmy terdiam. Ia tidak pandai mengatakan cinta atau apapun itu. Sebab yang selama ini ia lakukan tulus. Tidak mengharapkan apapun. Ia hanya melakukan apa yang memang seharusnya ia lakukan.


Jef menangkup kedua pipi Kimmy. Menatap manik mata itu dalam. "Kimmy Anxinuella, aku mencintaimu, sayang. Aku mencintaimu. Sangat.." ucap pria itu untuk yang kedua kalinya.


Kimmy membalas tatapan Jef juga membalas ungkapan suaminya itu. "Iya.."


Jef mengembangkan senyum, tatapannya kini tertuju pada bibir tipis di hadapannya. Perlahan ia maju dan mulai mengecup bibir Kimmy dengan lembut.


Ciuman itu berlangsung lama. Kali ini Jef melakukan ciuman itu lebih lembut dan sama sekali tidak kasar. Dan ciuman kali ini, ciuman termanis yang pernah mereka lakukan. Langit Barcelona yang menjadi saksi bisu cinta mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2