Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Destinasi La Rambla


__ADS_3

Jef membawa Kimmy ke sebuah destinasi yang wajib dikunjungi para turis di Barcelona yaitu La Rambla.


La Rambla adalah sebuah jalan di Barcelona pusat. Jalan ini dipenuhi pepohonan, membentang sejauh 1,2 kilometer yang menghubungkan Placa de Catalunya dengan Patung Christopher Columbus di Port Vell.



Di La Rambla, pengunjung bisa menemukan berbagai restoran yang menjual makanan khas Spanyol, penginapan, dan beberapa spot untuk berfoto dan bersantai.


Di sana, mereka juga menikmati aksi musisi jalanan yang menggunakan alat musik seperti akordeon. Jenis alat musik yang mirip seperti piano, namun memiliki sisi turt yang bisa di tarik ulur. Hal tersebut membuat siapapun mendengarnya ikut berjoged menari menikmati alunan musik, termasuk Jef dan Kimmy.


Aura wajah keduanya terpancar begitu senang. Kimmy benar-benar menikmati waktunya di Barcelona.


"Bagaimana dengan hari ini, apa kau senang?" tanya Jef ketika mereka tengah berjalan ke restoran yang terdapat di sana.


"Tentu saja," jawab Kimmy seraya melempar sebuah senyum yang mengembang dengan sempurna.


Mereka tiba di restoran yang di padati oleh pengunjung. Rasa makanan di sana tidak perlu di ragukan lagi. Jef menggandeng tangan Kimmy masuk ke dalam restoran tersebut. Beruntugnya mereka masih kebagian meja meski di bagian pojok belakang.


"Pesan apapun yang kau mau!" kata Jef ketika Kimmy mengambil lembaran menu dan ada seorang pelayan yang siap mencatat apapun yang akan di pesan.


"Aku pesan yang ini saja, kau mau yang mana?" Kimmy memberikan lembaran menu tersebut pada Jef.


"Samakan saja!" ujar Jef.


Pelayan tersebut pun mencatat pesanan makanan dan minuman mereka. Meski ramai pengunjung, namun pelayan di sana sama sekali tidak kewalahan dan kerja dengan ekstra cepat. Sehingga sepuluh menit kemudian, dua orang pelayan kembali mengantar beberapa makanan dan dua gelas minuman ke meja Kimmy dan Jef.

__ADS_1


"Disfrute de su comida," ucap salah seorang pelayan dengan ramah.


"Gracias," balas Jef.


Kimmy bengong mendengarnya. Sebelumnya pria itu memesan makan menggunakan bahasa inggris. Tapi kenapa sekarang bisa membalas ucapan pelayan yang menggunakan bahasa spanyol.


"Kau bisa bahasa spanyol?" tanya Kimmy merasa takjub.


"Itu bahasa umum, sedikit-sedikit aku bisa," jawab pria itu.


"Lalu tadi apa artinya?"


"Selamat makan. Aku balas terima kasih," jawab Jef menerjemahkan, Kimmy mengangguk-anggukan kepalanya.


Ia senang, ke Barcelona bukan hanya sekedar liburan menghabiskan waktu berdua. Tapi mendapat ilmu baru juga.


Jef mengulas senyum sembari geleng-geleng melihat istrinya yang tengah merapalkan bahasa tersebut. Sampai akhirnya mereka memutuskan memulai makan siang.


Tidak terasa, waktu begitu cepat bergulir. Matahari yang seharian ini memancarkan cahaya ke bumi akan segera di gantikan oleh bulan. Sebuah mobil yang Jef sewa selama berada di Barcelona berhenti di sebuah penginapan tempat tinggalnya sementara di sana. Seharian ini mereka habiskan waktu untuk jalan-jalan berkeliling kota usai makan siang di restoran tadi.


"Cape?" tanya Jef melihat wajah Kimmy yang tampak kelelahan, berbeda seperti sebelumnya yang tampak ceria sekali.


Kimmy menggeleng. "Entahlah, aku merasa sangat lelah sekali," keluh gadis itu.


Jef menghela napas dan menghembuskannya perlahan. Ia meraih tubuh Kimmy kemudian membopongnya masuk ke dalam penginapan. Kimmy sedikit terkejut namun refleks segera berpegangan erat ke bagian leher pria itu.

__ADS_1


"Aku bisa jalan, turunkan saja!" pinta Kimmy namun tidak di tanggapi oleh Jef. Pria itu terus berjalan sampai akhirnya mereka tiba di kamar.


Jef membaringkan tubuh Kimmy di atas tempat tidur secara perlahan. "Beristirahatlah jika kau lelah!" ucapnya.


"Biar aku saja!" ujar Kimmy ketika Jef hendak membukakan high heels-nya.


Kimmy bangun dan mencopot high heels yang masih terpasang di kakinya.


"Tidur, ya! Aku tinggal sebentar ke kamar mandi. Badanku sangat lengket," pamit Jef kemudian melipir dari sana.


"Iya," jawab Kimmy.


Ia kembali membaringkan tubuhnya. Badannya terasa sangat lelah sekali. Tapi ia tidak akan bisa tidur jika tidak mandi terlebih dahulu. Ia memutuskan menunggu suaminya selesai mandi lalu dirinya. Sambil menunggu, ia putuskan untuk menyiapkan pakaian Jef. Namun, baru saja akan melangkah turun dari tempat tidur, ia tiba-tiba merasa mual.


"Hoek.." Kimmy spontan menutup mulutnya dan berusaha menahan agar tidak sampai muntah.


Tapi semakin di tahan, semakin ingin keluar. Ia turun dari tempat tidur dan berlari kecil menuju kamar mandi.


"Jef... Buka pintunya sebentar!" teriak Kimmy seraya menggedor pintu kamar mandi.


"Ada apa?" sahut Jef dari dalam.


Rasanya sudah tidak bisa di tahan.


"Hoeeekkk... Hoeekkkk.."

__ADS_1


Akhirnya ia muntah di depan pintu kamar mandi lantaran Jef tidak kunjung membukakan pintu kamar mandinya.


Bersambung...


__ADS_2