Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Hancur Lebur


__ADS_3

"Astagfirullaah...!" ucap wanita itu terkejut, tubuhnya dengan reflek menjauh ke belakang.


Suara teriakan yang berasal dari dalam rumah membuat Jef mengurungkan niat untuk masuk ke dalam mobil di pelataran rumahnya. Suara tersebut bersumber dari asisten rumah tangganya. Meski Kimmy lebih penting dari Belle, tapi apa salahnya jika ia mengecek terlebih dahulu apa yang terjadi di dalam rumah. Ia khawatir jika teriakan istigfar tersebut bisa saja terjadi sesuatu buruk di sana. Ia berlari kecil dan kembali masuk ke dalam rumahnya.


"Jangan pernah mengatakan pada siapapun terutama suamiku!" ancam seorang wanita dengan tubuh yang terbungkus dengan selimut putih pada asisten rumah tangganya.


"Tapi, nyonya..."


"Jika kau mengatakan apa yang kau lihat hari ini, maka aku akan-"


"AKAN APA..??" tanya seseorang yang berjalan menghampiri mereka dengan wajah merah padam menahan emosi.


Belle, Lim, dan asisten rumah tangganya menoleh terkejut melihat Jef berjalan menghampiri mereka.


Jef berhenti tepat di hadapan Belle dan Lim. Sementara asisten rumah tangganya mengumpat di balik badan majikan prianya karena ketakutan.


"Istrimu lebih nikmat dari yang ku bayangkan, tuan Jef," ucap Lim lirih namun penuh syaratn akan makna.


Jef menggeretakan giginya menahan emosi. Lalu satu pukulan ia lanyangkan dan mendarat dengan mulus di pipi Lim. Bukan hanya sekali, Jef melakukannya berulang kali sampai pria muda itu jatuh tersengkur ke lantai.


Keadaan cukup menegangkan. Lim dengan susah payah bangkit dan kembali berdiri di hadapan Jef. Ia tersenyum menyeringai.


"Percuma, sekeras apapun kau memukulku, tidak akan bisa mengembalikan keadaan. Pukul saja aku! Tapi jangan sampai membuatku mati, sebab kasihan jika anakku dan Belle lahir tanpa seorang ayah!" sambung Lim membuat amarah Jef semakin menggebu.

__ADS_1


"Cukup, Lim!" sentak Belle pada pria muda itu. Kemudian ia memohon di hadapan Jef agar bisa memaafkannya. "Jef, ini tidak seperti yang kau pikirkan, sayang! Percayalah padaku, tidak terjadi apapun di antara kami!"


Ucapan Belle seolah angin lalu bagi Jef. Justru, bukannya ia luluh dan mau percaya, ia semakin di buat geram.


Jef menarik selimut yang membungkus tubuh Belle. Begitu di tarik, menampakan tubuh polos Belle, hanya menggunakan pakaian dalam saja. Jef menghela napas seraya memejamkan kedua matanya sekejap. Hal tersebut sudah jelas membuktikan jika apa yang di katakan Lim itu benar.


PLAAAAKKK...!


Sebuah tamparan keras kini mendarat di pipi sebelah kiri Belle, wajah wanita itu sampai terlempar saking kerasnya.


Jef tidak tahu harus mengatakan apa lagi, hatinya terlalu sakit dan perih.


"Aku.." ucap Jef dengan susah payah, emosi seakan menguasai dirinya. "TALAK kau, Mirabelle Louislyn," lanjutnya.


Belle meraih kaki Jef dan bersimpuh di sana. Ia memohon agar pria itu menarik kembali ucapannya. Sungguh, ia telah melakukan hal bodoh untuk menutupi kehancuran rumah tangganya, tapi nyatanya lebih hancur daripada yang ia bayangkan sebelumnya.


"LEPAS..!" pinta Jef meminta Belle untuk melepaskan kakinya.


"Tidak, sayang. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menarik kembali kata-katamu. Kita kita boleh bercerai, Jef. Yang pantas kau ceraikan itu Kimmy, bukan aku!"


Mendengar nama Kimmy ikut di sebut membuat Jef tidak terima. Ia terpaksa berbuat kasar dengan menendang Belle agar kakinya bisa terlepas dari pelukan erat tangan Belle.


"Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan dirimu sendiri. Dan satu hal yng harus kau tahu, Kimmy sedang mengandung anakku."

__ADS_1


Sebuah kabar yang mengejutkan bagi Belle. Meski itu yang mereka sepakati dari awal, tapi entah kenapa begitu menyakitkan ketika mendengarnya.


Jef beranjak pergi dari sana, Belle berusaha mengejar namun Jef sudah berlalu bersama mobilnya.


"Jeeeefff... Jeeefff..." teriak Belle dengan sekuat tenaga yang masih tersisa. Ia tidak memperdulikan penampilannya saat ini.


Belle bersimpuh di depan pintu gerbang rumahnya. Menangis sesenggukan, menyesali apa yang terjadi. Jika ia bisa memutar waktu, mungkin ia tidak akan mengambil jalan kehidupan seperti ini, ia tidak akan melibatkan nama Kimmy masuk ke dalam rumah tangganya.


Lim berjalan menghampiri Belle, ia berjongkok di hadapan wanita itu untuk mensejajarkan tubuhnya. Belle mendongak, menatap pria yang telah menghancurkan rumah tangganya dengan sempurna.


"Dasar berengsekkk..!" hardiknya.


Lim tersenyum. "Jangan membenciku, Belle. Terima kasih telah memberikan sepercik kenikmatan untukku. Aku akan selalu mengingatnya," ucap pria.


"Oh ya. Mulai sekarang aku akan berhenti mengganggu kehidupanmu. Karena itu yang kau minta, bukan?" imbuhnya.


"Kau bilang akan pergi setelah membuat kekacawan rumah tanggaku sampai hancur lebur, hah?"


"Aku hanya akan berusaha menuruti permintaanmu, Belle. Selamat tinggal, Mirabelle Louislyn. Satu hal yang harus kau tahu," Lim menggantung kalimatnya, lalu merogoh sesuatu di balik saku celana jeans-nya. "Aku lupa memakai pengaman," imbuhnya seraya memamerkan benda tersebut di depan wajah Belle.


Setelah itu Lim pergi, meninggalkan Belle yang sedang hancur sehancur-hancurnya.


"Brengseek, siaallaan, bajiingaan..! aaaaaaarrrggghhh..." teriak Belle sampai menembus langit sang carkrawala.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2