Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Ungkapan


__ADS_3

Kelopak mata seorang wanita yang terbaring di atas tempat tidur kini mulai bergerak, perlahan mulai terbuka. Ia memicing ketika cahaya lampu terasa menusuk ke dalam kornea mata. Kemudian ia mengerjap beberapa kali. Sampai akhirnya, pandangannya tertuju pada beberapa orang yang duduk di tepi ranjang. Ia terlonjak kaget dan refleks bangun.


"Bibi Azuma..." ucap Kimmy cemas, wanita itu menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan.


Wanita itu menggeleng. Matanya mulai memupuk cairan bening yang kini sudah luruh. "Jelaskan pada bibi, Kimmy! Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" pinta wanita itu di antara isak tangisnya.


Kimmy pun ikut meneteskan air mata karena merasa sangat bersalah. Sementara Jef dan Anelis yang juga berada di sana, masih bingung dengan situasi saat ini.


Kimmy menunduk, rahasia yang selama ini ia tutup-tutupi demi kebaikan semuanya kini terbongkar begitu saja. Bahkan rasa cape karena baru saja pulang dari Barcelona hilang begitu saja.


"Jadi ini pengorbananmu untuk keluarga bibi, Kimmy? Kau mengorbankan kebahagiaanmu, mendapatkan sejumlah uang untuk menebus rumah bibi?"


Kimmy mendongak, tanpa ia jelaskan wanita itu sudah bisa menebak apa yang terjadi. Azuma memang bukan pakar pembaca ekspresi maupun pembaca pikiran orang, namun nalurinya terhadap gadis yang ia urus sejak bayi begitu kuat.


Jef tidak bisa diam begitu saja, ia harus bisa menjelaskan apa yang terjadi agar tidak terjadi kesalah pahaman nantinya.


"Kimmy tidak sedang mengorbankan kebahagiaanya, tapi Kimmy sedang meraih kebahagiaannya," sahut Jef membuat semua pasang tertuju padanya.


Tatapan Azuma seolah menuntut Jef untuk menjelaskan lebih detail. Sebab ia masih shock dengan fakta yang ia dapat hari ini.

__ADS_1


"Namaku Jef, suami Kimmy," ucap pria itu memperkenalkan dirinya pada Azuma. "Aku menikahi Kimmy dengan sebuah kesepakatan," imbuh Jef sontak membuat Azuma terkejut.


Kimmy memelotot dan memberi kode pada Jef, agar tidak jujur soal itu. Ia tidak ingin membuat bibinya sedih. Tapi mata Jef memberi sebuah kode jika semuanya akan baik-baik saja. Sementara Anelis masih memilih bungkam, memberi kesempatan putra dan menantunya untuk menjelaskan sesuatu pada pelayan yang menyandang sebagai juru masak barunya. Sebab ia masih sulit mencerna situasi ini, yang ia tahu Kimmy tidak memiliki keluarga.


"Apa maksudmu?" tanya Azuma pada Jef, lalu mengalihkan pandangannya pada Kimmy. "Apa ini maksudnya, Kimmy? Jelaskan pada bibi, sayang?!"


Air mata Azuma kembali luruh. Gadis yang selama ini ia anggap sebagai putrinya sendiri ternyata menyembunyikan hal sebesar ini padanya.


"Bibi Azuma, kau tenang dulu, biar aku yang menjelaskan!" ucap Jef berusaha menenangkan wanita yang tengah mengguncang tubuh istrinya menuntut penjelasan.


Azuma kembali mengalihkan perhatiannya pada Jef, ia diam untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan pria yang mengaku sebagai suami Kimmy itu.


"Mama," Jef melirik ke arah mamanya, lalu kembali menatap ke arah Azuma. "Pernah meminta aku dan Belle untuk segera memiliki momongan. Tapi karena kesibukan kami, kami sulit mendapatkannya. Sampai akhirnya, mama memberi kami sebuah pilihan agar aku menceraikan Belle atau menikah lagi."


Jef diam sejenak, menghela napas cukup panjang sebelum kemudian melanjutkan bicara.


"Ternyata pilihan itu merupakan tamparan mama agar kami sadar akan kesibukan kami. Tetapi karena keegoisan Belle, ia memilih satu dari kedua pilihan tersebut yaitu menikah lagi. Saat itu Belle membawa gadis yang bersedia menikah denganku dengan tujuan mendapatkan uang sebanyak 1 Milyar. Dia Kimmy Anxinuella, memutuskan menikah dan bersedia menjadi istri keduaku agar bisa menebus rumah bibinya," sambung Jef membuat Azuma tak henti-hentinya meneteskan air mata.


Begitupun dengan Anelis yang baru tahu alasan Kimmy menikah dengan Jef. Ia ikut meneteskan air mata haru.

__ADS_1


"Dan kesepakatan di antara kami adalah, Kimmy harus hamil. Dan sekarang, Kimmy tengah mengandung anakku," ucap pria itu.


Bukan hanya Azuma yang terkejut, Anelis juga. Ia sampai menutup mulutnya yang spontan mengangga.


"Kimmy hamil?" ulang Anelis dan di angguki oleh Jef.


"Dan tidak ada kesepakatan lagi di antara kami. Kimmy istriku seutuhnya, dia tengah mengandung anakku, anak kami, darah daging kami," imbuh pria itu.


Anelis menatap Kimmy dengan binar kebahagiaan yang tak terduga. Momen yang ia nanti-nanti akhirnya ia dapatkan.


"K-kau... H-hamil..?" ucap Azuma terbata sembari memegang perut Kimmy yang masih tampak datar, Kimmy mengangguk membenarkan.


"Iya, bibi, mama, aku hamil."


Anelis langsung sujud syukur di lantai, mulutnya berulang kali mengucapkan hamdalah. Sementara Azuma entah harus bersikap senang atau apa, karena semuanya begitu mengejutkan baginya.


Azuma memeluk tubuh Kimmy membawa ke dalam dekapannya. Anelis ikut bergabung memeluk menantunya seolah menyalurkan kebahagiaan yang saat ini tengah ia rasakan.


Abellard yang baru saja hendak masuk ke dalam kamar tersebut tak sengaja mendengar pernyataan Kimmy, ia mengusap wajahnya di iringi ucapan hamdalah dan terus memuji nama Tuhannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2