
Di lokasi syuting Mirabelle, terutama di kamar khusus untuknya.
Semalam wanita itu tidak pulang, lantaran ia syuting sampai larut malam. Ia merasa sangat lelah sekali usai melakukan adegan vulgar bersama Lim. Bukan karena apa, ia mengalami re-take berulang kali. Yaitu pengulangan adegan dalamm sebuah syuting.
Belle mengecek ponselnya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Begitu membuka room chat Jef, pesan yang ia kirimkam semalam tidak mendapati balasan. Centang dua itu tidak kunjung berubah warna menjadi biru.
"Apa Jef semarah itu padaku?" gumamnya, lalu menaruh ponselnya kembali ke atas nakas.
Tangannya kembali menyambar ponsel ketika mendapati notifikasi pesan masuk.
08xxx:
Hai, Belle. Bagaimana tidurmu semalam?
Belle mengernyit membaca pesan dari nomer asing, rasa penasarannya terjawab ketika nomer tersebut kembali mengiriminya pesan.
08xxx:
Aku Lim.
Belle terbelalak. Dari mana pria muda itu mendapatkan nomernya?
__ADS_1
Belle refleks melempar ponselnya ke sembarang arah. Beruntungnya masih jatuh di atas tempat tidur. Mengingat bagaimana agresifnya Lim semalam, meski itu hanya sekedar akting, Belle tetap bergidik sendiri.
Mungkin di dunia nyatanya, Lim sering melakukan hal seperti itu dengan para wanita. Ia sedikit waswas jika pria muda itu akan menggodanya di luar pekerjaan.
***
Sore harinya, Jef masih menemani Kimmy di sofa ruang tengah. Kimmy enggan bergerak dari sana lantaran kakinya masih sangat sakit. Jika ia butuh minum, Jef yang mengambilkan. Dan jika dia ingin buang air kecil, Jef membantunya memapah jalan.
Hari itu waktu mereka habiskan untuk mengobrol ringan. Terutama Kimmy yang banyak bicara. Bercerita seputar keluarganya. Dari ia masih kecil, hingga kini dewasa. Kadang Jef tersenyum kagum, mendengar bagaimana mandirinya Kimmy. Kadang iba mendengar rumah bibi gadis itu yang di sita rentenir. Juga merasa bersalah, mendengar Kimmy mengorbankan kebahagiaan dengan menikah dengannya agar keluarganya bahagia. Baik itu keluarganya maupun keluarga Jef.
"Lalu pertama kali ketemu Belle dimana?" tanya Jef setelah beberapa saat memilih untuk diam.
"Kak Belle memintaku untuk memikirkan penawarannya dalam waktu tiga hari. Karena aku tidak memiliki pilihan lain, akhirnya aku menerima tawarannya itu," sambungnya.
Jef menatap gadis di hadapannya sedikit lama. Begitu besar pengorbanan Kimmy untuk keluarganya.
"Aku minta maaf jika kehadiranku merusak hubungan rumah tangga kalian," ucap Kimmy lagi kemudian.
"Bukan salahmu, jangan meminta maaf seperti itu. Justru keinginan mamaku dan keegoisan Belle, kau ikut terlibat dalam masalah ini. Aku yang harus minta maaf padamu," ralat Jef.
Keheningan pun menyelinap di antara mereka untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Mau aku pijat lagi?" tawar pria itu.
"Aku tidak ingin merepotkanmu," tolak Kimmy segan.
"Tidak usah sungkan, aku suamimu," ujar Jef lalu mengangkat kaki Kimmy ke dalam pangkuannya.
Kimmy mengulas senyum pada saat Jef dengan telaten memijati kakinya.
Bersambung...
...IKLAN...
Bestie: Thor, ini Jef kapan khilaf-nya, seeehhh? Lama banget...!
Otor: Tenang, Bestie! Aku teh lagi cari referensi biar nantinya bikin hareudang, wkwk.
Bestie: Masih lama, gak?
Otor: Secepatnya. Kalo gak di undur, malam jum'at. Biar habis baca, langsung minta jatah ke suami.
Bestie: Ok, thor. Di tunggu!
__ADS_1