Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Usaha yang Gagal


__ADS_3

Usai makan siang dengan Key, kini Belle memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya. Dengan wajah ceria ia berjalan dari basement kantor, dan lift yang membawanya ke lantai teratas. Serta buket bunga mawar yang masih tampak segar di dekapannya. Cheryl, sekretaris suaminya itu bertegur sapa ketika mereka berpapasan.


"Selamat siang, nyonya Mirabelle," sapa wanita itu dengan senyum ramah.


"Siang," balas Belle seadanya.


"Nyonya mencari tuan Jef?" tanya wanita itu ketika Belle hendak masuk ke dalam ruangan pemimpin perusahaan kantor tersebut.


"Tentu saja. Memangnya aku ke sini untuk apa lagi?" cetusnya.


"Maaf, nyonya. Tapi tuan Jef tidak ke kantor hari ini."


Kalimat Cheryl menghentikan langkah Belle.


"Sungguh?" tanya Belle memastikan.


"Iya, nyonya."


Belle mengerutkan keningnya seraya berpikir. Jef tidak pernah melewatkan harinya ke kantor kecuali ada keperluan sangat teramat penting mengenai keluarga. Ia terpaku di sana, sampai akhirnya Cheryl pamit pergi dan mengatakan sesuatu yang membuatnya sangat terkejut.


"Kalau begitu saya permisi, nyonya. Masih ada pekerjaan Kimmy yang harus saya selesaikan."


Cheryl hendak pergi dari sana, tetapi Belle segera mencegah langkah wanita itu.


"Pekerjaan siapa?" Belle meminta Cheryl untuk mengulang kalimatnya tadi.


"Pekerjaan Kimmy, nyonya," jawab Cheryl.


"Kimmy?"


"Betul, nyonya. Dia adalah karyawan baru di perusahaan tuan Jef, sudah agak lama juga, sih. Sekitar hampir satu bulanan," jelas Cheryl kemudian.

__ADS_1


Begitu Cheryl menyebut nama Kimmy, yang ada di dalam pikiran Belle adalah Kimmy dark wife suaminya.


"Kenapa kau yang harus menyelesaikan pekerjaannya? Dia karyawan biasa, sementara kau sekretaris." Belle merasa ada yang tidak beres, sepertinya dugaannya benar, jika Kimmy yang Cheryl maksud merupakan Kimmy yang sama dengan yang ia pikirkan.


"Akupun bingung, nyonya. Tapi ini perintah tuan Jef."


Jawaban wanita itu semakin memperjelas semuanya.


"Pertama datang ke kantor ini, Kimmy langsung bisa kerja dan tuan Jef yang memintaku untuk mengurus semuanya. Tidak lama, Kimmy sudah tidak pernah datang untuk bekerja lagi ke kantor ini. Tapi tuan Jef memintaku yang mengerjakan pekerjaannya. Begitu juga dengan tuan Jef, beliau akhir-akhir ini sering tidak masuk ke kantor," terang wanita itu.


Belle mengepalkan tangan, tapi masih berusaha menahan agar tidak sampai merusak buket bunganya. Ia beranjak pergi dari sana menuju tempat dimana Jef berada. Sebab semalam pria itu mengatakan pulang ke rumah orang tuanya. Ia yakin jika Jef sekarang ada di sana.


***


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu yang lumayan, mobil yang di kemudikan Belle tiba di depan gerbang tinggi tempat kediaman Abellard. Bertepatqn dengan mobil yang tak asing baginya datang dan langsung memasuki halaman rumah begitu security di sana membukakan pintu gerbangnya. Belle pun ikut memasukan mobilnya ke pelataran rumah tersebut.


Seorang pria dan gadis turun dari mobil pertama, yakni Jef dan Kimmy. Belle menyusul turun dari mobilnya dan segera menghampiri mereka. Tak lupa buket bunga ia bawa di tangannya.


Belle berlari kecil lalu memeluk erat tubuh Jef. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik pria yang amat ia rindukan. Tangan Jef sama sekali tidak ada niatan untuk membalas pelukan Belle, sampai wanita itu akhirnya melepaskan pelukannya.


"Jef.. Aku pikir kau benar-benar marah besar padaku, tapi buket bunga mawar yang ku temukan tadi pagi membuat keyakinanku kembali jika kau hanya mencintaiku seorang, sayang.." Belle menatap wajah Jef dengan binar kebahagiaannya, ia bahkan tak menganggap keberadaan Kimmy di sana.


Jef bergeming. Sorot matanya kini tertuju pada buket bunga mawar yang tengah di dekap oleh Belle.


"Aku tidak pernah mengirimimu apapun padamu, termasuk bunga mawar di tanganmu itu," cetus Jef memudarkan senyum yang menghiasi wajah cantik Belle.


Wanita itu menatap Kimmy yang tampak mengulum senyum. Lalu mengalihkan perhatiannya lagi pada suaminya.


"Aku tahu apa maksudmu, sayang... Kau sengaja memberiku kejutan tanpa sepengetahuan dia, kan?" Belle menggerakan ujung ekor matanya sekilas pada Kimmy. "Maaf telah membocorkan rahasiamu, sayang.."


Jef mengerutkan keningnya bingung. "Aku benar-benar tidak pernah mengirimi buket mawar untukmu, Belle! Justru, aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Jef merogoh ponsel dan memperlihatkan sebuah foto di room chat. "Tadi kau makan siang dengan siapa? Apa mungkin orang itu yang sudah mengirimi buket mawar untukmu?"

__ADS_1


Belle terperangah. Foto tersebut memperlihatkan gambar dirinya yang tengah makan siang dengan Key.


"Sayang... Itu, Key. Teman satu film-ku yang sebelumnya itu. Jadi tadi aku ada rapat dengan tim rumah produksi-ku yang lama karena besok film ku akan tayang. Kita hanya makan siang biasa sebagai teman. Dan ini," Belle mengangkat buket mawar ke depan dadanya. "Jika bukan kau yang mengirim ini, lalu siapa? Akupun tidak tahu."


Belle melempar buket mawar tersebut lantaran merasa jijik. Ia pikir buket bunga mawar yang indah itu pemberian dari Jef.


"Kau kan aktris besar, kak Belle. Mungkin itu dari penggemar setiamu?" sahut Kimmy.


"Diam, kau!" sentak Belle. "Oh ya, sayang. Kenapa kau tidak memberi tahu aku jika dia bekerja di kantormu? Bukankah kau sendiri yang bilang tidak akan mempekerjakan dia di kantormu, Jef?" seru Belle pada Jef.


"Tahu dari mana?" tanya balik Jef.


"Sekretarismu. Dia yang memberi tahuku. Bahkan sekretarismu mengatakan jika akhr-akhir ini kau jarang sekali ke kantor. Lalu kau menghabiskan waktumu untuk apa selain bekerja Jef?"


"Jef menghabiskan waktunya denganku, kak Belle. Kenapa?" sergah Kimmy.


Belle menghunuskan tatapan tajamnya pada gadis yang berdiri di samping suaminya.


"Berani sekali kau mengatakan hal itu, hah?"


"Sebenarnya Jef ingin menghabiskan waktunya denganmu, kak Belle. Hanya saja, kau yang tidak memiliki waktu untuk itu. Jadi, aku yang memiliki banyak waktu ini memutuskan untuk saling menghabiskan waktu bersama-sama," cetus Kimmy di akhiri dengan seulas senyum santai.


Tubuh Belle yang bergejolak akan amarah yang di sulut oleh Kimmy, membuat tangannya bergerak melayang ke udara guna meluapkan emosinya tersebut. Beruntungnya, Jef segera menangkap pergelangan Belle yang hendak menampar wajah Kimmy.


"Sikapmu yang kasar seperti ini yang membuat aku semakin yakin jika kelembutan hanya di miliki oleh Kimmy."


Belle menghentakan tangannya kesal. Lagi-lagi Jef membela gadis itu di hadapannya. Usahanya membuat Jef kembali ke dalam pelukannya seakan gagal, tapi itu tidak membuatnya menyerah. Sebab ia yakin jika Jef tak semudah itu mengikis perasaan untuknya.


"Ada apa ini?"


Pertanyaan seseorang yang tengah berjalan ke arahnya membuat mereka menoleh. Seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Anelis kini berdiri di antara mereka dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2