
"Imeeeell...!" panggil seorang pria yang berdiri tidak jauh dari tempat berdirinya Belle.
Wanita yang di panggil namanya itu menoleh, begitupun dengan Belle dan juga Key. Belle terkejut ketika mendengar pria yang begitu ia kenali itu memanggil sebuah nama yang pernah Jef sebutkan. Imel, nama wanita yang tidak pernah menyerah menggoda suaminya, sampai akhirnya pria yang berdiri tidak jauh darinya memutuskan kontrak kerja sama sebagai investor terbesar di perusahaan yang di pimpin oleh Jef. Ya, pria itu Victor, ayah dari wanita yang terduduk di lantai besement.
"Ada apa ini?" tanya Victor ketika melihat putrinya di kelilingi oleh dua orang yang ia pikir tengah menyakiti putrinya itu.
Sekarang Belle paham akan semua yang terjadi. "Ooohh.. Jadi selama ini kau yang merekam semua aktivitasku dan mengirimnya pada suami dan juga mertuaku agar hubungan rumah tangga kami hancur?" seru Belle pada wanita yang sudah bangkit berdiri berkat bantuan sang ayah.
"Atas dasar apa anda menuduh putriku seperti itu, nyonya Belle?"
Victor merasa tidak terima akan apa yang baru saja di lontarkan Belle pada Imel.
Belle menghunuskan tatapan tajam pada pria itu. "Diam kau Victor! Ayah macam apa kau, ingin menjual putrimu sendiri pada suamiku?"
"Jaga bicaramu, nyonya Belle! Aku bisa menuntutmu atas kasus pencemaran nama baik," ancam pria itu.
"Apa kau bilang? Pencemaran nama baik?" Belle tersenyum remeh. "Kau lupa jika kau memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan suamiku karena kau tidak terima, jika suamiku selalu mengabaikan putrimu ini. Itu semua karena Jef terlalu setia padaku. Lalu kau meminta suamiku untuk memenuhi permintaannya? Putrimu menginginkan sentuhan suamiku? Dasar jallaang!" maki Belle pada wanita yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Tutup mulutmu, nyonya Belle!" sentak pria itu dengan kedua mata yang menyala merah.
"Kau yang harus menutup mulutmu, tuan! Kau menumpahkan amarahmu pada Belle sementara di sini putrimu yang salah," timpal key, kini ia ikut angkat bicara.
"Kau siapa? Jangan ikut campur!" seru pria itu.
"CUKUP..!!" lerai Imel, wanita yang semula memilih diam karena malu kini mulai membuka suara.
"Nona Belle, kau benar sekali. Semua yang kau katakan sangatlah benar," ungkap Imel membuat semua pasang mata tertuju padanya. "Aku yang melakukan itu semua. Aku melakukan semua ini semata-mata agar rumah tangga kalian hancur," imbuhnya.
Belle terkejut, ternyata Imel memiliki keberanian besar untuk mengakui kesalahannya. Begitupun dengan Victor yang tidak percaya, dan lebih ke kenapa Imel harus mengakuinya. Jika hal tersebut memang benar, seharusnya Imel menyangkal dan memberi alasan lain, agar nama baiknya tidak tercoreng. Begitu pikir Victor.
Belle bertepuk tangan, tersenyum mendengar ungkapan wanita yang usianya lebih muda darinya itu.
"Hebat! Hebat sekali!" pujinya, ia mencondongkan wajahnya sedikit lebih maju dan lebih dekat dengan wajah Imel. "Tapi sayangnya, semua yang kau lakukan ini berakhir sia-sia," imbuh Belle dengan nada bicara pelan sekali.
"Setidaknya aku sudah berusaha. Dan aku masih berharap, jika rumah tanggamu benar-benar hancur meski tanpa campur tanganku," harap wanita itu seketika membuat Belle naik pitam.
__ADS_1
Plaaakkk..
Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi sebelah kiri milik Imel. Tak terima melihat putrinya di perlakukan kasar, Victor menampar balik Belle sampai wajah Belle terlempar keras dan tubuhnya sedikit oleng.
"Berani macam-macam dengan putriku, maka kau berurusan denganku!" ancam pria itu tegas, kemudian meninggalkan Belle dan Key, membawa pergi putrinya dari sana.
"Siaaalll..." umpat Belle seraya memegang pipinya yang teramat sakit.
"Belle, kau tidak apa-apa?" tanya Key cemas sembari merengkuh bahu wanita itu.
Belle menoleh pada pria di sampingnya. "Seharusnya kau bantu aku untuk menghajarnya, Key!" seru Belle sembari menahan sakit yang terasa ngilu.
"Maaf, Belle! Bukannya aku tidak mau membantumu, hanya saja ini di luar urusanku. Aku tidak ingin hal seperti ini justru tidak akan berakhir dan terus berkelanjutan," jawab pria itu.
Belle berdecak sebal. Ia menepis tangan Key di bahunya. "Terima kasih karena kau sudah membantuku menemukan pelaku pengirim aktivitasku pada keluargaku," ucapnya kemudian melipir pergi dari sana.
"Belle, aku antar kau pulang, ya!" tawarnya berusaha mengejar langkah Belle.
__ADS_1
"Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri!" cetus Belle tidak menghiraukan tawaran Key.
Bersambung...