Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Benda Hitam


__ADS_3

Keesokan paginya. Kelopak mata Belle bergerak, perlahan katup matanya terbuka. Ia mengerjap beberapa kali, saat merasakan kepalanya pusing. Tubuhnya juga terasa sangat lelah.


Begitu matanya terbuka sempurna, ia terlonjak lantaran dirinya tertidur di dalam mobil. Begitu menoleh ke arah kanan kemudi, seorang pria muda menyambutnya dengan senyuman.


"Selamat pagi, Belle," sapa pria muda itu.


"Lim?" Belle menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan dirinya sedang berada dimana.


"Dimana mobilku?" tanya wanita itu saat menyadari jika dirinya bukan sedang berada di mobil miliknya.


Lim tersenyum simpul. "Kau benar-benar melupakan kejadian semalam, Belle."


Kalimat Lim berhasil membuat Belle tercekat. "Apa maksudmu? Kau melakukan sesuatu padaku?"


"Justru aku menyelamatkanmu, Belle. Seharusnya kau berterima kasih padaku, jika saja aku tidak datang ke klub, maka kau sudah di pakai pria-pria itu secara ramai-ramai," jelas Lim.


Belle mengernyitkan kening dalam. Apa benar yang di katakan oleh pria muda itu? Tapi kenapa ia tidak bisa mengingat apapun tentang tadi malam.

__ADS_1


"Kau mabuk, Belle. Maka dari itu, aku membawamu pergi dari tempat itu," terang Lim.


Sekarang Belle baru ingat, jika dirinya pergi ke klub semalam. Dan sialnya, alasan pergi ke tempat itu yang membuatnya kembali geram. Lim yang menyadari akan perubahan ekspresi Belle segera menanyakan keadaan wanita itu.


"Ada apa, Belle? Apa terjadi sesuatu denganmu?"


Belle menoleh pada Lim dan menatap pria itu ragu. Sebenarnya ia ingin menceritakan apa yang saat ini terjadi. Tapi tidak mungkin, itu sama saja dengan membongkar aibnya sendiri. Dan ia tidak bisa percaya begitu saja.


"Lalu bagaimana dengan mobilku?" Belle balik bertanya guna mengalihkan permbicaraan.


"Antar aku ke sana!" pinta Belle dan di angguki oleh Lim.


Sepuluh menit kemudian, mereka sampai di tujuan. Lantaran klub hanya buka malam hari, jadi Lim meminta pemilik tempat itu untuk datang ke sana. Sebab kunci mobil Belle di amankan oleh orang itu juga.


"Terima kasih sudah mengamankan mobil teman saya!" ucap Lim pada pemilik klub.


"Sama-sama," balas orang itu lekas pergi dari sana.

__ADS_1


Usai mendapatkan kunci mobilnya, Belle segera masuk ke dalam mobilnya. Tanpa mengucapkan terima kasih atau sepatah kata pada Lim. Pria muda itu hanya tersenyum melihat kepergian Belle.


Dalam perjalanan, Belle mencoba mengingat-ingat lagi apa saja yang terjadi semalam. Ia meraba tubuhnya yang terasa sangat lelah sekali. Dan tangannya seketika terhenti pada permukaan dada, ia membulatkan matanya ketika menyadari jika kedua gunung kembarnya tidak terpasang beha.


Ckiiit...


Belle mengerem mendadak. Ia meraba sekali lagi dan memang tidak ada beha yang terpasang di kedua gunung kembarnya.


"Dimana behaku?"


Seketika pikirannya sudah liar kemana-mana. Jika saja ia di selamatkan oleh Lim dari para pria yang menggodanya, apa mungkin Lim telah melakukan sesuatu padanya?


Sementara di Unit Apartemen, seseorang tengah di selimuti kebahagiaan. Ia mengambil benda hitam yang semalam ia lempar ke sembarang arah, lalu mencium benda itu dengan sangat dalam.


"Aku akan menyimpan benda ini, agar sewaktu-waktu jika aku merindukan hal itu denganmu, aku bisa mencium aroma khas dadamu melalui beha ini," ujar Lim.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2