
Anelis beserta suaminya, dan juga Azuma yang saat ini sedang menonton televisi tercengang sampai geleng-geleng kepala mendengar kabar dari salah satu stasion televisi mengenai mantan menantunya dan pria yang di sebut-sebut sebagai selingkuhannya.
Hal tersebut tentunya menuai hujatan dari para netizan yang merasa geram. Terlebih suami aktris cantik itu terkenal setia, mengapa dia begitu tega mengkhianatinya dengan pria lain? Apakah karena Lim lebih muda, sehingga Belle mau melakukan hal tersebut? Itu merupakan pikiran para netizen yang menerka-nerka, bahkan sampai berspekulasi sendiri.
"Beruntung Jef sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Belle," ujar Anelis yang ikut geram.
"Iya, ma. Kita tidak menyangka jika Belle sekeji itu," timpal Abellard.
Sementara Azuma memilih untuk diam, sebab ia tidak begitu tahu menahu soal wanita yang bernama Belle itu. Yang ia tahu hanyalah kalau Belle adalah mantan istri dari suami Kimmy.
Di ruang kamarnya, Kimmy pun sedang menyaksikan berita yang saat ini sedang menggembarkan jagat sosial media. Ia sudah bisa menebak jika ini semua Jef yang melakukannya. Meski Belle wanita yang demikian, Kimmy merasa jika Belle adalah sosok wanita yang berjasa dalam hidupnya.
Jika ia tidak bertemu dengan Belle saat itu, mungkin ia tidak akan berada di posisi seperti saat ini. Bagaimanapun, Belle adalah sosok yang di kirim Tuhan untuk membuka jalan keluar mengenai masalahnya.
Kimmy jadi merasa kasihan, dan jika ada waktu, ia ingin sekali bertemu dengan wanita itu.
***
Lim menepikan mobilnya di bahu jalan yang sepi. Semua orang sudah mengetahui keburukannya dan sedang membicarakannya saat ini. Bahkan ia mendapat amukan besar dari tim Maxjaya Pictures, karena ia di tuduh sebagai penyebab utama dalam kekacauan film yang selama ini ia produksi.
__ADS_1
Ia membuka ponselnya, ia tidak tahan melihat komentar-komentar pedas orang-orang yang di lontarkan padanya. Bahkan akun gosip terus menerus menyebarkan berita tersebut.
"Aaaaarrrrgghhh..." Lim memukul setirnya dengan keras meluapkan kekesalannya.
Ponselnya berdering menampilkan nama Imel di layar, ia langsung mengangkat telepon tersebut dan mendekatkan benda pipih ke dekat telinganya.
"Halo, sayang..."
"Lim, aku ingin bertemu denganmu sekarang. Aku tunggu di kafe biasa,"
"Sa..-"
Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, Imel sudah mematikan sambungan teleponnya. Awalnya Lim malas jika harus bertemu dengan Imel di tempat umum saat ini, tapi ini mungkin bisa menjadi kesempatan emas baginya. Berlindung pada Imel, terlebih orang tua Imel merupakan orang kaya. Siapa tahu, orang tua Imel bisa membayar media untuk segera menutup berita ini.
Sebelum keluar dari mobilnya, Lim terlebih dahulu memakai kaca mata, topi, serta masker guna menyembunyikan identitasnya. Ia tidak mau menjadi pusat perhatian orang-orang dan berakhir dengan makian.
Tidak begitu sulit untuk menemukan Imel, dari kejauhan saja ia sudah bisa melihat wanita itu tengah duduk menunggunya di meja paling ujung. Ia bergegas menghampiri wanita itu.
Imel yang masih bisa mengenali Lim meski wajahnya tertutup mengerti kenapa pria itu menutupi seluruh wajahnya.
__ADS_1
"Hai, baby.." sapa Lim begitu sampai di meja tersebut.
Tidak ada respon dari Imel bahkan sekedar senyuman pun tak terlihat di sana. Lim paham, Imel pasti sudah termakan oleh berita itu.
"Sayang.. Aku bisa jelaskan padamu. Aku-"
"Namaku ikut terseret dan aku ingin hubungan kita berakhir di sini!" ucap Imel dengan tegas.
Lim tidak terima Imel memutuskan hubungannya begitu saja dengannya. Ia harus mempertahankan Imel, sebab wanita itu satu-satunya wanita yang saat ini bisa ia andalkan.
"Sayang, dengarkan penjelasan aku dulu! Sebaiknya kita sama-sama cari pelaku yang sudah berani-beraninya mengikuti aktivitas kita. Jangan memutuskan sesuatu secara sepihak seperti ini, aku mohon!" Lim memegang tangan Imel sembari terus memohon.
Imel terdiam, ia menatap manik di balik kaca mata hitam yang di kenakan Lim.
"Kita harus cari dalang di balik semua ini, sayang! Maka dari itu, aku butuh bantuanmu terutama ayahmu untuk menutup media agar tidak menyebar berita ini."
"Tidak, Lim!" tolak Imel, ia melepaskan tangannya dari genggaman pria itu. "Kau hanya ingin mencari perlindungan saja. Aku tidak ingin terseret terlalu jauh lagi, maka dari itu aku ingin hubungan kita berakhir."
Imel bangkit dari duduknya kemudian beranjak dari sana. Lim ikut beranjak guna mengejar langkah Imel.
__ADS_1
"Imel.. Tunggu..!"
Bersambung...