Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Jalan Keluar


__ADS_3

"Ada apa ini?"


Pertanyaan seseorang yang tengah berjalan ke arahnya membuat mereka menoleh. Seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Anelis kini berdiri di antara mereka dengan ekspresi yang sulit untuk di tebak.


"Kau masih berani datang ke rumah kami, Belle?" tanya Anelis lirih, tetapi terdengar menyakitkan.


"Sebab aku menantu mama, dan mama mertua aku. Jadi apa salahnya aku datang kemari, ma? Lagipula, aku datang kemari untuk suamiku," jawab Belle dengan seulas senyum.


"Kau masih mengaku Jef sumimu, tapi apa Jef masih mengakui jika kau istrinya? Setelah pengkhianatan yang kau buat bersama seorang pria dengan mengatasnamakan sebuah kerja profesional?" seru Anelis, ketegangan mulai terjadi di sekitar mereka.


Belle mengulas senyum merekah pada Anelis. "Kenapa mama begitu tidak suka dengan cara apa yang aku lakukan? Itu bukan sebuah penghianatan! Pengkhianatan itu merupakan pilihan gila yang pernah di berikan kepada aku dan Jef. Bercerai atau Jef menikah lagi? Apa di antara kedua itu tidak ada pengkhianatan?"


"Cukup, Belle! Turunkan nada bicaramu! Kau sedang bicara dengan mamaku, seharusnya kau lebih sopan dan menghormatinya!" sergah Jef menghentikan perdebatan di antara keduanya.

__ADS_1


"Kenapa kau malah memojokanku, Jef? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya dan seharusnya kau membelaku! Aku ini istrimu, Jef! Aku istrimu!" seru Belle setengah berteriak.


"Dan untukmu, ma. Kenapa kau juga malah menyalahkan aku, seolah-seolah aku yang salah. Seolah-olah aku yang mengkhianati pernikahan ini. Padahal yang mengkhianatiku itu kalian. Kalian semua!" Belle menunjuk ketiga orang yang berdiri di hadapannya.


"Memang kau yang salah, Mirabelle!" seru Anelis dengan kedua mata yang menyala merah. "Kegilaanmu terhadap popularitas membuat kami terpaksa memberimu pilihan. Sebenarnya kami tidak memaksamu maupun Jef untuk memilih di antara pilihan itu. Semua itu kami lakukan semata untuk membuat kalian sadar, terutama kau, Belle! Jika kesibukan kalian membuat kami tidak tahu harus seberapa lama menunggu menantikan kehadiran seorang cucu. Tapi sayangnya, bukannya kau tertampar dengan pilihan itu, tapi justru kau sendiri yang gila karena telah memilih di antara salah satunya. Hal itu mengartikan jika kau memang benar-benar egois dan lebih mementingkan karir dan popularitasmu itu!"


Semuanya terdiam mendengarkan apa yang baru saja di sampaikan oleh wanita paruh baya itu, termasuk Kimmy.


Melihat mamanya yang sedang tidak baik-baik saja lantaran baru saja meluapkan emosi, Jef segera merengkuh wanita itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Kini hanya ada Kimmy dan Belle di sana. Gadis itu hendak ikut pergi tapi segera di cegah oleh Belle dengan menarik pergelangan tangannya.


"Mau kemana, kau? Puas sudah membuat hidupku hancur seperti ini, hah?"

__ADS_1


"Kau sendiri yang menghancurkannya, kak Belle. Jadi berhenti menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa dirimu!" tukas Kimmy lalu pergi meninggalkan wanita itu sendiri di sana.


Lagi-lagi Belle mengacak rambutnya prustasi dan berteriak guna meluapkan kekesalannya. Ia tidak habis pikir jika semuanya akan seperti ini. Ia pikir Kimmy yang akan hancur dalam permainannya, tapi ternyata dirinya yang terbakar.


Seorang security menghampiri Belle dan berdiri di samping wanita itu.


"Tenang saja, nyonya. Tidak perlu khawatir! Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Aku akan menuntun nyonya ke jalan keluar itu," ujar security mendapat tatapan tajam dari Belle. "Dan itu jalan keluarnya, nyonya."


Security itu menunjuk ke arah gerbang yang merupakan jalan keluar dari halaman rumah tersebut. Tentunya hal tersebut di sambut kemarahan Belle. Ia pikir security itu perduli padanya, tapi ternyata itu hanya sebuah usiran secara halus belaka.


Sebelum mendapat pukulan dari seorang Mirabelle, security itu melipir pergi dengan cekikikan.


"Haaaarrghhh..." teriak Belle marah.

__ADS_1


Memang tidak ada yang perduli padanya di dunia ini. Bahkan suaminya sendiri.


Bersambung...


__ADS_2