Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Hujan Deras


__ADS_3

Kimmy mengurungkan niatnya pergi ke rumah bibinya, lantaran sore ini sedang hujan lebat. Hal tersebut tidak memungkinkan dirinya untuk bepergian.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Awalnya Kimmy enggan membuka, lantaran siapa orang yang berani bertamu ke rumahnya di waktu hujan seperti ini. Dan begitu pintu ia buka, ia terkejut.


"Jef?" pekik gadis itu.


Baju yang di kenakan pria itu tampak basah kuyup.


"Kenapa bajumu bisa basah? Kau hujan-hujanan?" Kimmy menoleh ke pelataran rumahnya. "Mobilmu mana?"


"Boleh aku masuk?" tanya Jef mengabaikan pertanyaan Kimmy.


Kimmy mengangguk dan segera mengambilkan handuk untuk suaminya.


"Ini." Kimmy menyerahkan handuk miliknya pada Jef, pria itu segera menerimanya dan pergi ke kamar mandi.


"Kenapa dia bisa ke sini?" gumam Kimmy, kemudian berlalu dari tempat berdirinya.


Lima menit menunggu di depan kamar mandi, pria itupun keluar dengan handuk yang menutupi bagian perut sampai lutut. Kimmy langsung membalikan tubuhnya tak sanggup melihat Jef yang bertelanjang dada.


"Ini, pakaianmu yang kau tinggalkan sebelum memakai jas di hari ijab kobul kita." Kimmy menyerahkan dengan posisi memunggungi suaminya.


Jef menerimanya, dan kembali masuk ke kamar mandi. Beruntung ada pakaiannya yang tertinggal. Kalau tidak, mungkin dia akan bertelanjang sepanjang bajunya belum kering.


Kimmy berlalu dan pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk Jef. Setelah jadi, ia menunggu Jef di ruang tamu.


Tidak berapa lama, Jef kembali dengan pakaian yang tadi di berikannya.


"Minum dulu agar tubuhmu hangat!" ucap Kimmy seraya menyodorkan cangkir di meja ke hadapan suaminya.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Jef lalu menyeruput minuman tersebut.


Suasana hening seketika.


"Oh ya, kau belum menjawab pertanyaanku," cecar Kimmy. "Apa kak Belle sekarang tahu jika kau kemari? Aku takut dia akan menamparku lagi karena kita bertemu sebelum waktunya."


Kimmy benar-benar kesal pada wanita itu atas apa yang di lakukannya beberapa hari lalu.


"Belle manamparmu?" tanya pria itu dan mendapat anggukan dari Kimmy.


"Iya, kak Belle tidak terima jika aku jalan dan makan siang denganmu," imbuh Kimmy.


Jef berdecak. Ia tak menyangka jika Belle bisa melakukan hal itu pada Kimmy.


"Lantas apalagi yang dia lakukan padamu?"


"Ancaman?" Jef mengerutkan keningnya.


"Iya, jika kak Belle berani memukulku lagi, maka aku tidak akan segan memberi tahu pernikahan aku dan kau ke publik," jawab Kimmy.


Jef diam seketika. Sepertinya ia harus bisa mengendalikan Belle dalam bersikap pada Kimmy. Sebab jika Belle sampai melakukan hal yang membuat Kimmy tidak nyaman, bukan hanya Belle saja yang rusak reputasinya, dia juga.


"Jef..!" panggil Kimmy yang ke sekian kalinya, menarik paksa pria itu kembali ke alam nyata.


"Hm, iya?"


"Kenapa kau kemari? Kau harus jawab pertanyaanku," pinta Kimmy penasaran.


Jef merogoh sesuatu dari saku celananya, sebuah kartu kredit di berikan pada Kimmy.

__ADS_1


"Aku kemari untuk memberikan ini untukmu."


Kimmy menerima kartu tersebut. "Kenapa sampai hujan-hujanan? Mobilmu?"


"Mobilku mogok di pertigaan pertama, untung saja di sana dekat bengkel. Sementara mobilku di service, aku di antar oleh seseorang yang ada di sana. Baru beberapa meter jalan, hujan sudah mengguyur begitu deras," jelas pria itu.


"Kau kan bisa kesini besok."


"Kau mengatakan tidak punya uang dan ingin bekerja, anggap saja itu sebagai bentuk tanggung jawabku dalam menafkahimu."


"Terima kasih!" ucap Kimmy, lalu Jef memberi tahu pin kartu tersebut.


Suasana di ruangan tersebut kembali hening, hanya suara air hujan yang terdengar cukup keras mendominasi. Tidak ada perbincangan lagi di antara mereka.


Seketika, suara petir yang menggema dan menciptakan getaran kaca jendela membuat Kimmy spontan menghambur ke dalam pelukan Jef. Tangannya mencekeram erat kaus yang di kenakan pria tersebut. Kedua matanya terpejam menahan takut. Kilatan cahaya mulai masuk ke celah jendela seiring petir bergemuruh.


"Jangan takut, ada aku!"


Suara tersebut seakan menyadarkan Kimmy, ia membuka mata dan mendongak. Pandangan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


Kimmy langsung melepaskan pelukannya. "Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk aaaaaaa..."


Kimmy kembali memeluk Jef ketika suara petir kembali bergemuruh lebih keras dari sebelumnya. Hujan pun kini terdengar semakin deras.


Perlahan, kedua tangan Jef bergerak secara tidak sadar membalas pelukan Kimmy. Ia membelai rambut gadis yang ada di dalam dekapannya seolah sedang menenangkan.


"Peluk saja jika kau membutuhkannya!" bisik Jef tepat di sisi telinga Kimmy.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2