
Selama beberapa hari terakhir ini Kimmy tinggal sementara di rumah mertuanya. Sangat menyenangkan, selain wanita paruh baya itu menceritakan tentang Jef, wanita itu juga menceritakan bagaimana hubungan rumah tangga dengan Belle selama mengarungi bahtera rumah tangga. Kimmy tidak menyangka, jika hubungan mereka tidak seharmonis yang ia pikirkan.
Memang menyenangkan tinggal berada di sana, tapi yang membuat Kimmy merasa kurang nyaman, makan di sana ada jadwalnya. Baik sarapan, makan siang, maupun makan malam. Jadi ketika ia merasa lapar, ia harus menunggu tiba waktunya malam.
Seperti sekarang ini, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam lebih. Perutnya sudah keroncongan tetapi makan belum bisa di mulai, sebab sang tuan rumah yakni Abellard belum turun dari lantai atas.
Sepuluh menit menunggu di meja makan, akhirnya pria paruh baya itu menampakan dirinya juga. Makan malam pun segera di mulai, dengan banyak menu makanan yang menang selalu teesedia di atas meja makan panjang itu.
Usai menyantap makanannya dengan begitu lahap, seperti biasa Kimmy membantu merapikan piring kotor. Padahal Anelis bersikeras melarangnya. Tapi namanya juga tinggal di rumah mertua, jika hanya numpang makan dan tidur tentunya sangat segan.
"Piring kotornya biar saya yang cuci, non" seorang pelayan yang bertugas di dapur segera mengambil alih beberapa tumpuk piring kotor di tangan Kimmy, sebab itu merupakan tugas dan kewajibannya sebagai pelayan di rumah ini.
"Tidak apa-apa, biar aku saja!" ujar Kimmy.
Akhirnya mereka saling berebut mencuci piring, sampai akhirnya piring tersebut pun jatuh ke lantai.
Praaaang...
"Ya Tuhan.." Kimmy segan dengan apa yang baru saja di lakukannya.
Begitu juga dengan si pelayan yang kelihatan ketakutan akan medapat omelan dari sang majikan.
__ADS_1
Semua orang yang mendengarnya segera menghampiri ke sumber suara.
"Laras... Ada apa ini?" Kedua mata Anelis tertuju pada kepingan piring di lantai. "Kenapa bisa sampai pecah?"
Melihat Laras, si pelayan itu sudah sangat ketakutan, akhirnya Kimmy yang berusaha menjelaskan.
"Dia tidak salah, ma. Aku yang memaksa agar tetap mencuci piringnya."
Anelis menghela napas. "Ya sudah, tidak apa-apa. Lagipula mama kan sudah bilang, istirahat saja! Biarkan semua sudah menjadi menjadi tugas mereka," tuturnya.
"Iya, ma. Aku minta maaf! Sebagai bentuk perminta maafanku, biar aku saja yang membersihkan semua ini."
"Tapi, ma-"
"Istirahat saja! Temani Jef di kamar!"
Kimmy mengangguk. "Iya, ma."
Ia pun pergi dari sana, melewati mertuanya dengan sopan.
"Laras..! Bersihkan semuanya, ya!"
__ADS_1
"Baik, nyonya."
Anelis pun melipir pergi dari sana.
Sampai di kamar, ia mendapati sosok suaminya tengah meresap sebatang rokok di sofa. Ia berjalan menghampiri dan ikut bergabung di sana. Jef melihat raut wajah Kimmy tidak seperti saat mereka makan tadi.
"Aku dengar ada suara benda jatuh. Apa terjadi sesuatu?" tanya pria itu sambil membenarkan posisi duduknya.
"Aku tidak sengaja menjatuhkan beberapa piring," jawab Kimmy jujur.
Jef mengulas senyum yang membuat Kimmy terheran. "Hanya piring yang kau jatuhkan, bukan harga diri. Tidak usah terlalu di pikirkan!"
Kimmy tidak paham akan maksud perkataan suaminya. "Maksudmu?"
Jef menghemuskan asap rokok yang berasal dari mulutnya. Raut wajahnya kini tampak serius sekali. "Aku tadi pergi ke lokasi syuting Belle. Ternyata dia sedang beradu akting di atas ranjang dengan lawan mainnya."
Kimmy terbelalak. "Kau melihatnya secara langsung? Lalu apa yang kau lakukan di sana?"
Jef tak kunjung memberinya jawaban. Pria itu malah sibuk dengan rokoknya yang masih menyisakan setengah.
Bersambung...
__ADS_1