Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Tidak Boleh Bekerja


__ADS_3

"Sedang apa di depan kantorku?" tanya Jef ketika mereka berada dalam mobil di sebuah perjalanan.


Alih-alih menjawab, Kimmy justru di buat melongo oleh kalimat tanya tersebut.


"Kantormu?" Kimmy menatap pria di sampingnya tidak percaya.


"Hem."


"Sungguh?"


Jef menoleh ke arah Kimmy sebentar, lalu kembali fokus pada jalanan di depan.


"Jawab saja pertanyaanku!" pinta pria itu kemudian.


"Mmm.." Kimmy sedikit ragu untuk mengatakan niatnya. "Aku ingin memastikan saja apakah benar di sana ada lowongan kerja untuk wanita," jelasnya.


"Tidak ada," jawab Jef cepat.


"Tapi aku pernah lihat jika perusahaan itu sedang membutuhkan pekerja," ucap Kimmy kekeh.


"Mungkin kau salah lihat."

__ADS_1


"Mataku belum minus. Mana mungkin aku salah lihat," sergah wanita itu.


Jef kembali menoleh ke arah wanita yang tengah duduk di sampingnya. Sedikit lebih lama dari tadi, sebab di depan sedang lampu merah.


"Memangnya kalau ada, untuk apa?" tanya pria itu sedikit membangkitkan semangat Kimmy.


"Aku ingin melamar kerja di perusahaanmu," ucap Kimmy dengan binar di kedua bola matanya.


"Sayangnya itu 'kalau', tapi aslinya memangnya tidak ada lowongan pekerjaan untuk siapapun!"


Kimmy berdecak. Baru saja ia berharap, tapi harapan itu sudah di patahkan begitu saja. Mungkin memang bukan rezekinya ia kerja di sana.


"Dan kalaupun ada, aku tidak akan mengizinkanmu bekerja. Di manapun!" tegas pria itu.


"Jika aku tidak bisa memenuhi kesepakatan pernikahan ini, maka aku harus membayar 50% dari uang yang kak Belle berikan. Aku harus mendapatkan uang!" imbuhnya.


Jef masih bergeming.


Akhirnya Kimmy memutuskan melihat ke arah jendela, sambil memikirkan alasan pria di sampingnya yang melarang dirinya bekerja.


"Aku tahu kau suamiku, tapi di sini bukankah statusku istri gelap? Pernikahan di antara kau dan aku juga tidak di dasari apa-apa. Hanya berdasarkan kesepakatan yang sudah di sepakati. Lalu kenapa kau berani melarang apapun yang akan aku lakukan? Harusnya kan kau tidak perduli," gerutu Kimmy dengan suara yang tidak mampu di dengar oleh Jef.

__ADS_1


Maafkan aku, Kimmy. Aku tidak bermaksud untuk melarang keinginanmu ataupun menuntut kau menuruti keinginanku. Aku hanya tidak mau jika kau akan tenggelam ke dalam dunia kerja sampai kau melupakan tugasmu sebagai istri. Meski kau istri gelapku. Ucap Jef dalam hatinya.


Lampu merah sebentar lagi akan berganti menjadi kuning. Tetapi Kimmy sepertinya masih marah pada Jef.


"Mau makan di mana?" tanya Jef seketika menciptakan kerutan dalam di kening Kimmy.


"Maksudmu?"


"Sebentar lagi menjelang makan siang. Kau mau makan di mana?" ulangnya.


Kimmy tampak berpikir, memikirkan tempat makan mana yang ingin ia kunjungi.


"Warteg," jawab gadis itu polos.


"Aku menyesal bertanya padamu!" cetus pria itu kemudian melajukan mobilnya saat lampu sudah berganti warna.


Tidak ada lagi obrolan di antara mereka. Masing-masing memilih diam. Sesekali, Kimmy menoleh pada pria di sampingnya yang tampak fokus menyetir. Ia jadi teringat Belle, bagaimana jika wanita itu tahu suaminya tengah jalan bersama istri gelapnya?


Panggilan Jef seketika memaksa dirinya untuk keluar dari segala pemikirannya. Dan begitu ia keluar mobil, ia di buat geleng-geleng.


"Katanya nawarin aku makan? Kenapa jadi pergi ke pusat perbelanjaan?" gumamnya aneh.

__ADS_1


Tak ingin tertinggal jauh, Kimmy bergegas menyusul langkah Jef yang sudah lebih dulu jalan di depannya.


Bersambung...


__ADS_2