
Usai memijat Kimmy selama kurang lebih 15 menit, Jef membantu Kimmy untuk duduk.
"Sudah membaik?" tanya Jef memastikan.
"Sudah, terima kasih!" ucap Kimmy sembari menggerak dan berulang kali memutar bagian telapak kakinya.
"Lain kali lebih hati-hati!" ucap pria itu mengingatkan.
"Iya."
"Sudah sarapan?"
Kimmy menggeleng. "Tapi aku sudah buat sarapannya. Aku juga sudah buatkan bekal untukmu yang akan ku bawa ke kantor."
Jef melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul sembilan pagi. Ia bangun dari duduknya dan pergi menuju dapur, lalu kembali dengan membawa kotak makan di tangannya.
Jef duduk di tempat semula, yaitu di samping Kimmy. "Mau aku suapin?" tawar pria itu.
"Hah, tidak usah! Biar aku saja," tolak Kimmy gugup.
"Tidak apa-apa. Kau kan sedang sakit." Jef membuka kotak makan berisi nasi goreng plus telup ceplok, ada sendok plastik juga di dalamnya.
"Makan itu kan pakai tangan, sedangkan yang sakit kakiku," jawab Kimmy dan Jef tersenyum simpul.
"Buka mulutmu!" Jef menyendok nasi goreng tersebut dan di arahkan ke depan mulut Kimmy.
Gadis itu refleks membuka mulut saat sendok itu memaksa menerobos masuk ke dalam mulutnya. "Enak?"
__ADS_1
"Enak. Kan buatan aku," jawab Kimmy setelah menelan kunyahan di dalam mulutnya.
Jef kembali melakukan gerakan yang sama, tetapi ketika Kimmy sudah membuka mulutnya, ia putar sendok mengarah ke dalam mulutnya.
"Gantian, aku juga belum sarapan!" ujar Jef saat Kimmy hendak melayangkan protes.
Kimmy tersenyum melihat wajah tampak garang suaminya yang ternyata bisa menciptakan kelucuan.
Tak lupa Jef sudah mengirim pesan pada orang suruhannya yang menunggu di depan rumah agar pulang saja. Sebab hari ini Kimmy maupun dirinya tidak akan pergi ke kantor. Jef memutuskan untuk menemani Kimmy hari ini.
"Mama Anelis apa kabar?" tanya Kimmy di sela-sela makan mereka.
"Baik. Dan sepertinya dia merindukanmu," jawab Jef tanpa mengalihkan pandangannya dari telur ceplok yang sedang ia sendok.
"Benarkah?"
"Kenapa harus aku?" tanya Kimmy terheran.
"Sebab kau sudah mengalahkan juru masak mama di rumah karena kuah soto itu."
Kimmy terkekeh. "Karena itu?"
"Bukan."
Kimmy mengerutkan keningnya dalam. "Lantas karena apa?"
Jef mengalihkan perhatiannya dengan menatap serius wajah Kimmy. "Karena kau yang akan melahirkan cucu mereka."
__ADS_1
Kimmy bergeming. Kenapa Jef membahas anak sementara dia sendiri yang bilang tidak akan menyentuhnya sampai pernikahan mereka selesai di usia 3 bulan.
"Tapi-"
"Nanti jika kakimu sudah sembuh, kita ke rumah mama, ya!" pungkasnya.
Kimmy akhirnya mengangguk. Menatap pria di sampingnya dengan terheran. Sebenarnya apa yang ada di pikiran Jef? Kenapa pria itu susah sekali di tebak.
"Mau nambah lagi?" tawar Jef membuyarkan lamunan Kimmy.
"Tidak, aku sudah kenyang."
"Ya sudah, kalau begitu aku mau buat kopi. Biasanya gulanya berapa sendok?" tanya Jef sebelum bangun dari tempat duduknya.
"Mau aku buatkan?" tanya Kimmy berusaha untuk bangkit.
"Mau kemana? Kau tunggu saja di sini, kakimu masih sakit, kan? Aku akan buat sendiri," cegah Jef.
"Biasanya setengah sendok," jawab Kimmy.
"Ok."
Jef pun beranjak dari sana menuju dapur. Dan ini akan menjadi pertama kalinya seorang Jef meracik kopi sendiri.
Bersambung...
...MOHON DUKUNGANNYA MELALUI HADIAH POIN ATAU KOIN, VOTE, LIKE KOMEN DAN TAMBAH KE FAVORIT YA BESTIE...!!!...
__ADS_1
...Follow juga instagram aku untuk memperpanjang silaturahmi @wind.rahma...