Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Mirabelle Bangkit


__ADS_3

Satu minggu setelah Jef mengajukan perceraian ke pengadilan agama, hari ini surat cerai itu sudah bisa ia terima. Dan pihak pengadilan agama memintanya untuk datang mengambilnya.


Sementara di tempat lain, seorang wanita yang akhir-akhir ini tampak seperti orang gila, mulai menjaga penampilannya kembali. Ia tampak cantik nan angguk sembari berlenggak lenggok di depan cermin besar di kamarnya.


Tadi malam, followers akun media sosialnya berhasil menembus angka dua puluh juta pengikut, tentu saja hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Berkat aktingnya yang memukau di film yang sampai saat ini ramai minat penonton, membuatnya memiliki banyak fans yang tersebar di seluruh penjuru kota.


Dan beruntungnya, film yang di bintanginya bersama Lim tayangnya di undur. Entah karena alasan apa, setidaknya ia masih bisa menghirup udara segar meski ia tidak bisa membujuk tim agar mensensor wajahnya di film tersebut.


"Hari ini, Jef akan kembali pada pelukanku," ucapnya dengan penuh percaya diri.


Mirabelle Louislyn, ia mengoleskan sedikit lagi lipstik merah merekah di bibirnya. Sampai ia merasa tampak sempurna, ia pun beranjak dari kamarnya. Menuruni anak tangga dengan berjalan anggun.


Sekarang, di rumah hanya ada dirinya sendiri. Ia tidak memiliki asisten rumah tangga maupun satpam. Jika ia ingin makan, ia pergi ke restoran atau memesan lewat aplikasi. Mencuci pakaian ke loundry, dan membiarkan rumahnya berantakan tanpa ada niat untuk membersihkan. Yang ia perdulikan saat ini ialah, Jef Abellard.


Ia membuka pintu gerbang sendiri, dan menutupnya kembali usai melajukan mobilnya sampai ke jalan. Meski ia merasa sedikit repot, tapi hal tersebut tidaklah masalah.


Belle masuk ke dalam mobilnya, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak sabar melihat ekspresi Jef ketika pria itu tahu jika dirinya tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


***


Di depan sebuah minimarket, seorang pria tampak sedang mengikuti dua orang yang baru saja masuk ke dalam minimarket tersebut. Ia menggunakan masker serta kaca mata hitam, agar kedua orang yang sedang ia buntuti tidak sampai mengetahui siapa dirinya. Ia menunggunya di luar samping body mobil sampai orang itu keluar.


Tidak berapa lama kemudian, dua orang itu keluar. Seorang pria dan wanita itu tampak senang, terlihat dari aura yang mereka pancarkan saat si pria dengan bangga membeli sesuatu berwarna merah. Dan sudah dapat di pastikan jika barang itu bernama sutera.


"Aku harus mengambil fotonya," ujar Jay dengan cepat memotret gambar Lim dan Imel yang sedang berjalan tidak jauh dari tempat berdirinya.


Setelah itu, ia buru-buru masuk ke mobilnya, sebab mobil yang di kemudikan oleh Lim sudah melesat dari halaman minimarket. Ia tidak boleh sampai kehilangan jejak, semua gerak-gerik pria itu harus ia abadikan sebagai bukti jika Lim merupakan pria brengsek dan sebentar lagi dia akan hancur.


***


"Yaaah.. Nyonya gem-Belle lagi," desisnya.


"Hai.. Apa kabar?" sapa Belle pada satpam tersebut.


Si satpam langsung menoleh dan kaget mendengar sapaan wanita itu. Belle melemparkan senyum lebar padanya, sampai satpam itu di buat melongo oleh kehadirannya.

__ADS_1


"Hei.. Kenapa menatapku seperti itu?" Belle melambaikan tangannya masuk ke celah pagar.


Satpam itu terlonjak dan mengerjapkan mata beberapa kali. Memastikan jika wanita yang berdirinya di hadapannya saat ini tidak sedang kesambet.


"Nyonya Belle?" seru satpam itu memastikan.


"Ah, ya. Ini aku," jawabnya.


"Salah minum obatkah?" tanya satpam itu masih heran dengan perubahan sikapnya.


Belle tersenyum kemudian menggeleng.


Satpam itu memelotot, ia pikir Belle akan marah karena pertanyaannya. Tapi wanita itu tetap terlihat tenang dan santai. Si satpam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lalu kenapa masih berani datang kemari? Masih belum puas di marahi nyonya besar? Masih berani melihat kemesraan tuan Jef dan nona Kimmy? Gimana, mental masih aman?" satpam itu tertawa cekikikan, mengingat terakhir kali wanita itu datang ke rumah tersebut seperti orang gila.


"Tertawalah jika itu membuatmu senang!" ucap Belle sontak menghentikan tawa satpam tersebut.

__ADS_1


Satpam itu pikir Belle akan marah dan mengamuk lagi seperti waktu itu, tapi ternyata dia sama sekali tidak tersulut emosi.


Bersambung...


__ADS_2