
"Ada apa?" ulang Jef membuat satpam itu semakin gugup.
"Ti-tidak ada apa-apa, tuan," ujar satpam itu lalu Jef meninggalkannya masuk ke dalam rumah rumah. Satpam itu sudah membuang-buang waktunya saja.
Begitu ia masuk ke dalam, keadaan rumah cukup sepi. Mungkin Belle sudah tidur atau wanita itu tidak ada di rumah. Ia melangkah masuk lebih dalam, langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar ruang tamu. Kedua bola matanya menangkap cahaya lampu yang menyala dari kamar tersebut, biasanya lampu kamar tamu selalu di matikan ada akan di nyalakan ketika ada tamu saja.
Perlahan tangan Jef meraih knop pintu, ia sedikit ragu untuk membukanya, tapi entah kenapa hatinya seolah menuntut agar dirinya membuka pintu tersebut. Dan..
"Tuan Jef.." panggil seseorang membuat Jef mengurungkan niat untuk memutar knop pintu ruang tamu.
Seseorang itu merupakan asisten rumah tangganya, ia berdiri dengan membawa segelas air putih di tangannya.
"Akhirnya tuan Jef pulang ke rumah ini. Oh ya, memangnya selama ini tuan kemana saja, ada bisnis di luar negeri, ya?" tebak wanita itu.
Entah kenapa wanita itu merasa senang majikan pria nya pulang ke rumah. Sebab selama majikan wanita nya sibuk urusan karirnya, hanya majikan pria nya lah yang suka memakan masakannya. Baik sarapan maupun makan malam.
Jef hanya menanggapinya dengan senyum sekilas. "Belle sudah pulang?" tanya Jef pada wanita itu memastikan.
"Nyonya Belle hari ini tidak pergi kemana-mana, tuan. Seharian ini ada di kamarnya," jawab wanita itu.
Jef tertegun, tumben Belle menghabiskan waktunya di rumah. Sebelumnya tidak pernah sama sekali. Apa mungkin Belle sedang tidak ada job sehingga memutuskan untuk diam di rumah, atau wanita itu sakit. Entahlah. Jef beranjak pergi dari hadapan asisten rumah tangganya, meniti anak tangga untuk sampai ke kamarnya.
Meski ia sudah tidak memiliki perasaan seperti dulu pada Belle, tapi jika wanita itu sakit sedikit khawatir. Bagaimanapun jiga Belle masih istri sahnya. Istri secara agama maupun secara hukum negara.
__ADS_1
Ia buka pintu kamar lebar-lebar, tapi kedua bola matanya tidak menemukan sosok Belle di sana. Padahal asisten rumah tangganya bilang Belle seharian di kamar, lalu kemana perginya wanita itu?
"Belle..." panggil Jef, ia melangkah masuk lebih dalam, tidak ada sahutan.
Kemudian ia mengecek ke kamar mandi, tetapi kosong. Jef terpaku di tempat sebentar, pikirannya kembali tertuju pada ruang kamar tamu yang menyala.
"Apa Belle tidur di ruang tamu, ya?" pikirnya.
Jef akan mengecek keberadaan Belle di kamar tamu usai mengambil berkas-berkas penting yang menjadi tujuan utamanya datang ke rumah ini. Setelah mendapatkan yang ia cari, ia bergegas keluar kamar, menuruni anak tangga.
Di ujung anak tangga, ponselnya bergetar mengeluarkan dering panggilan masuk. Tertera nama Kimmy di sana, ia segera menggeser ikon hijau lalu menempelkan benda pipih itu ke dekat daun telinganya.
"Halo, Jef. Ini mama," ucap seseorang dari sebrang sana.
"Iya, ma. Ada apa? Kimmy baik-baik saja, kan? " tanya Jef memburu.
"Itu dia, Jef. Cepat pulang, sejak kau pergi Kimmy mual dan muntah-muntah. Kimmy bilang ingin mangga muda sekarang juga."
Jef menghela napas. Ia melupakan keinginan Kimmy yang menjadi tujuannya cepat-cepat pulang ke Tanah Air. Tapi yang membuat dirinya kepikiran soal itu, Kimmy memintanya yang mengambil langsung ke pohonnya. Selain ia harus manjat pohon yang tidak ada dalam sejarah hidupnya, ia harus mencari kemana pohon mangga yang tengah berbuah. Peer besar untuk Jef.
"Iya, ma. Aku on the way sekarang," ucap Jef sekaligus menjadi kalimat penutup sebelum kemudian sambungan telepon terputus.
Ia melanjutkan langkahnya, melewati kamar tamu yang sebelumnya akan ia cek begitu saja. Ia merasa jika Kimmy lebih penting daripada mengecek Belle yang memang mungkin sedang tidur di kamar tamu itu.
__ADS_1
Asisten rumah tangganya yang tadi sudah masuk ke dalam kamarnya kini keluar kembali, ia melupakan ponselnya yang tertinggal di kamar tamu usai membersihkan kamar tersebut tadi sore.
Begitu sampai di depan pintu tersebut, ia memutar knop pintu namun tidak dapat di buka. Ia kembali memutarnya berulang kali, memutuskan jika knop pintu tidak terkunci.
"Kenapa bisa terkunci, ya?" gumamanya.
Kedua bola matanya tertuju pada cahaya lampu dari dalam kamat tersebut. Ia mengerutkan keningnya heran.
"Apa nyonya Belle ada di dalam?" pikirnya. "Ngapain nyonya tidur di kamar tamu?"
Sederet pertanyaan bermuculan di kepala wanita itu. Sampai akhirnya pintu tersebut terbuka dan menampakan seorang pria yang tengah membenarkan resleting celana Jeansnya.
"Astagfirullaah...!" ucap wanita itu terkejut, tubuhnya dengan reflek menjauh ke belakang.
Bersambung...
Sambil nunggu up, baca novelku yang sudah tamat ya teman-teman. Judulnya:
TERPAKSA MENIKAHI TUAN TAJIR
ONE NIGHT STAND WITH TUAN MUDA
TERJERAT IKATAN PERNIKAHAN
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan dukungannya😊...