Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Secarik Kertas


__ADS_3

Tidak terasa, ini merupakan hari ke enam Kimmy bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh suaminya sendiri. Selama ini, ia tidak pernah mengalami masalah atau apapun. Hanya saja, ketika memakai jas milik pemimpin perusahaan tersebut yang membuatnya sering mendapat tatapan yang tidak mengenakan. Beruntungnya Jef berhasil mengatasi hal itu dengan alasannya.


Hari ini juga merupakan giliran Jef pulang ke rumahnya. Pria itu sudah mengiriminya pesan teks agar nanti pulang bersama.


Matahari sudah mulai condong ke barat, itu artinya sebentar lagi jam pulang akan segera tiba. Kimmy segera merapikan meja lantaran teman-teman kubikelnya sudah pada pulang duluan.


"Apa ini?" gumamnya begitu mendapati secarik kertas terselip di berkas-berkas yang tengah di rapikannya.


Karena penasaran, Kimmy pun membuka secarik kertas tersebut dan terdapat tulisan singkat di sana.


Aku tunggu di Hotel kamar no. 119 jalan xx, Kimmy. Kau bisa naik taksi yang sudah aku pesankan.


Kimmy mengerutkan keningnya terheran, dari siapa surat itu? Tapi seketika kerutan itu hilang dan di gantikan dengan seulas senyum.


"Jef memintaku untuk menemuinya di hotel? Untuk apa?" pikirnya sembari memikirkan sesuatu yang membuat dirinya gugup sendiri.

__ADS_1


"Apa dia...?" Kimmy mencoba menerka-nerka, namun ia segera menepis pikiran tersebut.


Memang beberapa hari ini Jef tampak kesal pada Belle, lantaran wanita itu tidak bisa memenuhi permintaan atas pembatalan kontrak kerjanya. Jadi, Jef mengalihkan perhatiannya pada Kimmy.


Tanpa pikir panjang, Kimmy bergegas pergi dari kubikelnya usai merapikan berkas-berkas tersebut. Secarik kertas itu jatuh ke bawah mejanya begitu ia beranjak dari sana.


Begitu keluar dari gerbang, kedua mata Kimmy tertuju pada taksi berwarna biru yang terparkir tidak jauh dari sana. Buru-buru ia menghampiri dan masuk ke dalam taksinya.


"Langsung jalan, ya, pak!" pinta Kimmy dan di angguki oleh sang supir.


Akhrinya Kimmy memutuskan masuk ke dalam hotel tersebut, seseorang menyambutnya begitu ramah dan lekas memberinya kunci berupa kartu untuk kamar no. 119. Berarti benar, Jef yang memintanya untuk datang kemari.


Lift membawanya ke lantai dimana kamar itu berada, setelah sebelumnya sempat menanyakan letak kamar itu. Dan kini, kamar dengan pintu yang bertuliskan 119 sudah ada di depan mata.


"Apa yang akan Jef lakukan nanti padaku? Dia bilang tidak akan menyentuhku sampai pernikahan ini berakhir di usia 3 bulan?" pikirnya.

__ADS_1


Kimmy pun menempelkan kartu tersebut guna membuka pintu yang terkunci. Begitu pintu sudah di buka, ia masuk ke dalam dengan langkah sedikit ragu. Kamar tampak gelap, ia tidak bisa melihat apapun di sana.


Suara notifikasi membuat Kimmy menghentikan langkah usai menutup pintu kembali. Ia segera membuka room chat dan mendapati pesan dari seseorang yang membuat kedua bola matanya membulat sempurna.


Kimmy, kau dimana? Aku sudah menunggumu hampir satu jam di basement kantor. Cepat kemari, ini sudah menjelang petang!


Kimmy meneguk salivanya dengan susah payah, jika Jef berada di kantor lalu siapa yang akan ia temui di kamar hotel ini.


Trek..


Suara lampu yang di nyalakan. Seseorang berdiri tidak jauh dari tempat Kimmy mematung. Pria itu menyunggingkan bibirnya membentuk seringai yang menakutkan.


"Terima kasih sudah datang, nona Kimmy!" ucapnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2