Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Soal Pengirim Video Belle


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi-pagi Belle harus pergi ke sebuah mall yang terdapat bioskop, dimana film-nya akan tayang perdana. Di sana, semua tim nya sudah berkumpul sebelum akhirnya mereka memasuki ruangan teater guna menyapa para penonton yang menyambut film mereka secara antusias. Sebelumnya, mereka sudah menonton trailer yang di buat semenarik mungkin, sehingga kini berhasil menarik perhatian banyak orang untuk menyaksikan film mereka.


Siangnya, mereka berpindah dari bioskop ke bioskop lain hingga sore pukul empat. Dan akan di lanjutkan esok hari selama tiga hari ke depan. Belle begitu senang melihat antusias para penonton, terlebih mereka begitu memuji dirinya akan aktingnya yang memukau.


"Bagaimana, Belle, apa kau puas dengan aktingmu dan komentar para penonton?" tanya Key ketika mereka tengah berjalan menuju basement untuk pulang.


Belle mengembangkan senyum sempurna. "Sangat puas, Key," jawab wanita itu tanpa memudarkan binar kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.


"Mudah-mudahan penontonnya semakin membeludak, juga bisa semakin membesarkan namamu di dunia entertaiment."


"Semoga saja."


"Kalau begitu aku duluan, ya. Soalnya ada urusan yang harus aku selesaikan," pamit Key saat ia sudah berdiri di depan mobilnya.


"Tunggu, Key!" cegah Belle, pria itu mengurungkan membuka pintu mobilnya.


"Iya, ada apa, Belle?"

__ADS_1


"Kau sudah menyelidiki orang yang sudah mengambil foto kita saat di restoran tempo hari?"


Key mengangguk. Sebelumnya Belle sudah menceritakan perihal tersebut pada pria itu, dan Key bersedia mencari tahu orang itu melalui kamera cctv restoran.


"Iya, Belle. Aku lupa memberi tahumu soal itu. Jadi, orang yang sudah mengambil foto kita dan tentunya yang sudah mengirim video ke mertuamu itu, perempuan," jelas pria itu dengan wajah yang cukup serius.


"Perempuan?" tanya Belle di angguki oleh Key.


"Benar. Tapi aku sulit untuk mencari tahu identitasnya, sebab dia menutup wajahnya rapat-rapat. Sepertinya dia orang yang ingin merusak rumah tanggamu atau kau memiliki saingan dan musuh?"


Belle menggeleng kaku. Selama ini ia rasa tidak memiliki musuh apalagi saingan atau apalah. Tapi ketika Key mengatakan jika perempuan itu ingin merusak rumah tangganya, entah kenapa pikirannya langsung tertuju pada Kimmy.


"Siapa?" tanya Key membuat wanita itu membuyarkan pikirannya.


"Ah, tidak. Bukan siapa-siapa," elaknya.


Key menghela napas cukup panjang. "Kau mencurigai seseorang?" tebak pria itu.


Belle terdiam, kemudian mengangguk. "Iya, ada satu," jawabnya.

__ADS_1


"Aku rasa motifnya ingin merusak rumah tanggamu, Belle. Apa ada seseorang yang maaf, sedang dekat dengan suamimu?"


Belle diam, tidak mengangguk juga tidak menggeleng.


"Biasanya hal seperti itu bisa terjadi oleh orang terdekat kita. Kau harus lebih hati-hati lagi untuk itu. Selanjutnya, aku pasti akan membantumu sampai identitas perempuan itu terkuak. Tenang saja, Belle!"


Key menepuk bahu Belle pelan, kemudian ia masuk ke dalam mobilnya karena harus mengurus urusan pribadinya.


Belle masih mematung di tempat. Ia masih memikirkan setiap ucapan Key barusan.


"Apa benar orang yang berada di balik ini semua itu Kimmy? Dia ingin menyingkirkan aku dengan menghancurkan hubungan aku dengan Jef juga keluarga Abellard? Keji sekali dia."


Kali ini Belle tidak ingin bertindak gegabah. Ia ingin membuktikan terlebih dahulu siapa perempuan di balik masalah ini sebenarnya. Jika dia bertindak gegabah, maka Jef dan keluarganya akan semakin membenci dirinya. Sementara Kimmy bisa mengambil kesempatan itu dengan baik.


"Awas saja jika perkiraanku itu benar! Aku benar-benar tidak akan mengampuninya, juga tidak akan membiarkan hidupnya tenang!"


Belle mengepal kedua tangannya menahan suatu amarah yang menggebu dalam benaknya. Wajahnya merah padam serta kedua manik matanya ikut menyala.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2