
Ke esokan paginya.
Sambil merokok, Jef memikirkan banyak hal di ruang kerjanya. Kakinya ia angkat dan di selonjorkan ke meja. Semenjak menikah dengan Kimmy, ia merasa seperti menemukan kehidupan baru.
Satu minggu sebelumnya, ia datang ke rumah Kimmy sebanyak dua kali. Gadis itu selalu membuatkan makanan serta kopi yang membuatnya semakin betah berada di sana. Tanpa ia sadari, sudut bibirnya terangkat membentuk seulas senyum kecil.
Jef merogoh ponselnya yang tidak ia sentuh sejak kemarin sore. Lantaran baterainya habis, jadi ia memilih men-charger semalaman. Dan tadi pagi ia tidak langsung mengaktifkan ponselnya, melainkan di masukkan begitu saja saku celana.
Begitu ponselnya di aktifkan, banyak sekali notifikasi pesan masuk ke room chat. Dan hanya satu chat yang membuat dirinya tertuju pada satu nomer tidak di kenal. Sebuah video berdurasi kurang lebih 30 detik itu cukup membuat Jef membulatkan mata.
Video yang menyuguhkan adegan panas istrinya dengan pria lain berhasil memanaskan gejolak darah Jef. Ponsel itu ia genggam dengan begitu erat.
"Belle benar-benar mengabaikan ucapanku!" ucapnya lirih seraya menggeratakan giginya.
Jef tidak habis pikir kenapa Belle benar-benar bermain dengan memainkan karakter seperti itu. Padahal selama ini ia berusaha setia sekali dan menjaga dirinya demi Belle. Banyak sekali yang ingin menyentuhnya tapi sebisa mungkin Jef menghindar agar tidak sampai melukai istrinya. Tapi sekarang, Belle yang mengkhianati dirinya atas dasar kerja profesional.
Jef kembali menatap layar ponselnya. Keningnya berkerut ketika fokus utamanya tertuju pada nomer yang tidak ia kenal.
Dering panggilan masuk membelah keheningan, begitu Jef melihat nama yang tertera di layar, ia segera menggeser ikon berwarna hijau.
"Jef... Tolong aku..!" seru seseorang dari seberang sana.
"Kimmy!"
Tanpa bertanya banyak hal, pria itu segera bangun dari duduknya dan bergegas keluar dari ruangannya usai menyambar jas.
__ADS_1
Di perjalanan, Jef mendapat kabar dari orang suruhannya yang bertugas mengantar jemput Kimmy. Jika gadis itu belum juga keluar dari rumahnya, padahal ia sudah menunggu hampir setengah jam. Pikirannya semakin kemana-mana.
"Apa yang terjadi dengannya?" gumam Jef.
Ia menancap gas dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah Kimmy. Setelah menenmpuh perjalanan, akhirnya Jef samai di tujuan. Ia turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Bahkan orang suruhannya itu sampai bengong melihatnya.
"Kimmy..." panggil Jef begitu masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.
Ia masuk lebih dalam ketika tidak mendengar sahutan.
"Kimmy...!" panggilnya lagi, langkahnya melebar masuk ke kamar, ia tidak menemukan gadis itu juga.
"Kimmy... Kau dimana?"
"Tolooong...!" teriak seseorang lirih seperti menahan sakit.
"Kimmy.. Apa kau di sana?" Jef menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.
"Jef.. Tolong aku..! Aku terpeleset, aku tidak bisa berdiri..." rintih Kimmy dari dalam.
Jef memutar knop bulat pintu dan ternyata tidak di kunci. Tapi urung niatnya ketika ia berpikir apa Kimmy memakai pakaian atau polos.
"Pakai dulu handukmu, aku akan masuk ke dalam!" ucap Jef lirih di celah pintu.
"Aku masih memakai pakaian," sahut Kimmy.
Jef menghela napas lega, ia buru-buru membuka pintunya dan menemukan Kimmy terduduk di lantai. Ia berjalan menghambur ke sana.
"Mana yang sakit? Kita ke rumah sakit sekarang, ya!" tanya dan ajak Jef dengan perasaan cemas.
__ADS_1
Kimmy menggeleng. "Tidak usah ke rumah sakit, mungkin kakiku hanya terkilir biasa."
Pria itu meraih tubuh Kimmy dan langsung membopongnya. Kimmy sedikit terkejut lalu dengan refleks berpegangan dengan mengalungkan tangannya ke leher Jef.
Jef membaringkan tubuh Kimmy di atas sofa, lalu ia ikut duduk di sana.
"Bagaimana ini bisa terjadi, kenapa bisa sampai terjatuh?" tanya Jef kemudian.
"Lantainya licin, aku juga tidak tahu. Padahal aku sering membersihkan lantai kamar mandinya," jawab Kimmy masih menahan sakit di bagian kaki sebelah kirinya.
"Lalu bagaimana kau bisa menghubungiku?" tanya pria itu terheran.
Kimmy memamerkan sederet giginya meringis malu. "Aku sering memutar lagu jika sedang berada di kamar mandi."
Jef menatap Kimmy masih terheran. Memutar lagu di kamar mandi? Pikirnya. Tapi itu ada untungnya juga. Sebab jika Kimmy tidak membawa ponsel ke kamar mandi, mungkin saat ini gadis itu masih berada di kamar mandi. Menunggu sampai orang suruhannya mendengar teriakan minta tolongnya.
"Ya sudah, kalau begitu aku coba pijat kakimu."
"Hah?" Kimmy melongo mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria itu.
Jef mengangkat kaki Kimmy perlahan, kemudian di letakan ke dalam pangkuannya. Perlahan ia memberi sentuhan pijat yang memuat Kimmy tidak percaya, jika suaminya pandai juga memijat.
Bersambung...
...PERHATIAN! ...
...SLOW UPDATE, YA. OTOR NYA LAGI KURANG SEHAT, MUDAH-MUDAHAN CEPAT PULIH BIAR BISA CRAZY UP. ...
__ADS_1