Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Sebuah Harga Diri


__ADS_3

Beruntungnya Kimmy di beri kartu kredit oleh Jef kemarin, jadi hari ini ia bisa membelikan mainan untuk keponakannya sesuai janjinya waktu itu. Meski ia sedikit kepikiran, kapan Jef pulang. Terakhir yang ia ingat, Jef bersama dirinya ketika hujan, dan ia bangun di pagi hari dalam kondisi tubuh terbaring di atas tempat tidur kamarnya.


"Ya Tuhan.." Kimmy memekik terkejut ketika melihat nominal saldo yang tertera di mesin ATM.


"Apa Jef salah memberikan kartunya?"


Kimmy tertegun sebentar. Masih tidak percaya dengan Jef yang memberinya kartu kredit dengan saldo ratusan juta di dalamnya.


Ia hendak mengurungkan niat menarik sejumlah uang dari kartu ATM tersebut, tapi ia sudah janji pada Ziel maupun Lexa. Akan menemui mereka dengan membawa banyak mainan.


Akhirnya Kimmy putuskan mengambil sejumlah lima ratus ribu saja.


Usai mengambil sejumlah uang di mesin ATM, gadis itu beralih ke toko mainan yang tidak jauh dari sana. Tidak lupa ia juga membeli makanan serta cemilan ringan untuk bibi Azuma juga.


Setelah selesai, Kimmy kembali memesan ojek oline. Tidak sampai sepuluh menit, driver ojol pun datang. Ia lekas menaiki motor matic pemilik driver ojol usai memasangkan helm di kepalanya.


Sementara di kantor Jef Abellard.

__ADS_1


Pria itu baru saja selesai meeting bersama investor terbesarnya. Yang katanya mengundurkan diri dan memutuskan kontrak kerja samanya.


Pria dengan nama Victor Cristopher, itu tampak sedikit kesal saat Jef terlihat baik-baik saja akan keputusannya. Tidak sedikitpun memohon agar dirinya bisa terus bekerja sama.


"Kau yakin menerima keputusanku dengan begitu tenang?" tanya Victor dan mendapat anggukan dari Jef.


"Kenapa tidak? Aku malas bekerja sama dengan orang yang mencampurkan urusan bisnis dengan urusan pribadinya," jawab Jef tegas.


"Tapi putriku begitu menginginkamu, Jef! Beri Imel sedikit saja ruang agar dia bisa dekat denganmu, bukannya kau malah melukainya dengan cara membakar pergelangannya!" seru pria itu.


"Itu salah dia sendiri. Dan seharusnya kau lebih bijak atas sikap putrimu padaku. Bukannya kau malah mendesakku untuk berhubungan dengannya, padahal kau tahu sendiri jika aku sudah beristri."


"Putriku begitu cantik dan seksi, Jef? Apa kau tidak tertarik untuk sekedar menyentuhnya?" Jef menatap tajam pria di hadapannya. "Kau ini pria, Jef, pasti kau sangat kesepian kan memiliki istri yang tidak punya waktu untukmu? Kau bisa menjadikan putriku istri gelapmu, agar dia bisa memberimu sentuhan yang kau rindukan setiap saat."


Jef mengepalkan kedua tangannya erat-erat, garis rahangnya tampak mengeras. Jika saja ini di luar kantor, mungkin sudah terjadi baku hantam. Tapi Jef masih berusaha menahan gejolak amarah yang membakar tubuhnya.


"Kalau begitu serahkan saja putrimu ke klub, dia bukan hanya bisa memberi sentuhan pada satu pria, tapi pada pria manapun yang ingin di sentuhnya," ucap Jef lirih namun penuh akan makna.

__ADS_1


Sekarang giliran Victor yang tersulut emosi.


"Beraninya kau merendahkan putriku!" seru pria itu.


"Kau sendiri yang merendahkannya!" balas Jef kemudian berlalu dari sana.


Victor memukul meja panjang yang ada di sampingnya, menghentikan langkah pria yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Jangan pernah sekali-kali merusak fasilitasku, sebab meja itu bahkan lebih berharga di banding putrimu!"


Victor di buat naik pitam mendengarnya, bahkan tangannya sudah gatal ingin menghajar Jef. Tapi urung ia lakukan lantaran tidak mau bertindak gegabah.


Bersambung...


#CUAP_CUAP_AUTHOR


...SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA!...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiah berupa poin maupun koin sebagai bentuk sedekah kalian di bulan suci ini😘...


__ADS_2