
Jef mengajak Belle ke taman belakang rumahnya. Mereka duduk di bangku besi putih yang hanya muat untuk dua orang saja. Wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Jef, maafkan aku karena selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Aku harap kau selalu mengerti, sayang," ucap dan pinta wanita itu penuh harap.
"Iya, tidak apa-apa," jawab pria itu dengan membelai lembut rambut Belle.
"Aku boleh tanya sesuatu padamu?" ucap Belle setelah beberapa detik saling diam.
"Hm," jawab Jef sembari menyulat rokok di bibirnya.
"Apa kau akan terus setia padaku meski kau sudah berstatus sebagai suami Kimmy juga?"
Jef terdiam, meresap rokok lalu menghembuskan asapnya ke udara. Belle mendongak menunggu jawaban dari pria itu.
"Apa kau meragukanku?" Jef balik bertanya.
"Bukan seperti itu, sayang. Aku hanya-"
"Selama 7 tahun menikah denganku, apa kau mendengar isu jika aku selingkuh ataupun menanggapi wanita selain dirimu?" potong Jef dan mendapat gelengan dari Belle.
"Kau harus tahu seberapa besar kesetiaanku padamu, Belle. Banyak wanita yang menggodaku di luaran sana, tapi perasaanku hanya ku berikan untukmu," imbuh pria itu.
__ADS_1
"Lalu apa yang kau lakukan jika ada wanita yang menggodamu?" tanya Belle penasaran.
"Aku abaikan. Kalau ada yang berlebihan, aku lukai sampai mereka tidak berani lagi mendekatiku," jawaban Jef membuat Belle merasa beruntung memiliki suaminya seperti Jef.
"Sungguh?"
"Apa aku terlihat sedang berbohong?"
Belle menggeleng. "Aku hanya sedang takut akan satu hal."
"Apa itu?"
Jef mematikan rokoknya, kemudian duduk menghadap Belle dengan wajah tegas. Kedua tangannya menangkup pipi tirus wanita di hadapannya.
"Kau masih meragukan kesetiaanku?"
"Aku hanya takut, soalnya dia bukan wanita yang menggodamu sekilas seperti di luaran sana yang bisa kau sakiti. Tapi dia juga istri sahmu dan kau pasti tidak akan menolak keinginannya, atau bahkan kau bisa menginginkan sesuatu padanya."
Jef menghembuskan napasnya sedikit kasar. Ia memang sedikit bingung dengan pembahasan pernikahannya dengan Kimmy. Bukan permintaannya tapi ia sering mendapat sikap seolah itu keinginannya.
"Mirabelle Louislyn, dengarkan aku! Yang sedang aku jalani sekarang adalah permintaanmu juga. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, tapi sebisa mungkin aku akan terus menjaga kesetiaanku padamu. Asalkan..."
__ADS_1
"Asalkan apa?" Belle menatap kedua manik mata Jef secara bergantian, menunggu pria itu melanjutkan kalimatnya.
"Asalkan kau selalu meluangkan waktu seperti ini denganku. Bicara berdua, berbagi cerita, menciptakan keromantisan untuk keharmonisan. Memberi aku perhatian lebih. Itu pasti tidak akan bisa membuatku berpaling, justru akan menambah cintaku padamu," Belle tersenyum, tapi matanya masih menunjukkan ketakutan di sana.
"Justru karena aku sibuk, Jef. Aku takut jika tidak bisa memberikan apa yang kau mau."
"Setidaknya waktumu lebih banyak daripada Kimmy. Kau bisa memanfaatkan waktumu itu," tukas pria itu.
Belle mengangguk meski ragu. Jef memberi kecupan singkat di pipi kanan wanita itu, mengembalikan mood-nya yang hilang.
"Kalau masih sakit, kita rumah sakit, ya. Aku takut lukanya jadi infeksi!"
"Iya, sayang."
Bersambung...
#CUAP_CUAP_AUTHOR
...Sok atuh di LIKE manteman. Kalo punya POIN/KOIN di sumbangkan biar berkah, hehehe. Terus jangan lupa di SHARE ke sosial media, seperti grup di fb atau apa, biar banyak orang yang baca karya aku ini. ...
...Sampai ketemu di bab selanjutnya. ...
__ADS_1