
Setelah perbincangan yang begitu panjang dan sedikit menguras emosi,akhirnya Zio dan Queen menerima perjodohan tersebut dengan syarat tak akan ada orang yang tahu.Keduanya sama-sama memilih untuk mengenal satu sama lain terlebih dulu sebelum pada akhirnya keduanya akan menuju jenjang yang lebih serius.
"Baiklah pak Lino.Kalau begitu saya permisi terlebih dulu.Dan mudah-mudahan mereka bisa cocok dan anak saya tidak mengecewakan pak Lino." ucap Tuan Alex.
"Semoga ya pak Alex.Kita sama-sama berdoa untuk keduanya." balas Lino.Dan setelah itu tuan Alex memilih untuk pergi terlebih dulu.
"Zio,om minta tolong kamu anterin Anak Om pulang ya.Karena Om harus kembali ke kantor." ucap Lino pada Zio.
"Iya Om.Zio akan anterin Queen pulang." jawab Zio.
Lino lantas pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Queen.Dan itu sebenarya membuat Queen sangat sedih.Kenapa daddy nya bisa bersikap baik padanya hanya ketika di hadapan orang lain saja.
"Sayang,Om tinggal ya.Om harus balik lagi ke kantor.Kasihan Uncle Niko sendirian." ucap Om Ryu sambil mencium kening Queen dan mencium pipi nya.
"Hati-hati ya Om." jawab Queen.
"Zio,Om titip Queen dan Hyuna.Kalau sampai terjadi sesuatu sama keduanya,kamu habis sama Om." ucap Om Ryu mengancam Zio.Membuat nyali Zio seketika menciut ketika melihat tatapan mematikan dari Ryu yang begitu menakutkan.
"I-iya Om." jawab Zio sedikit terbata.Setelah itu Ryu pergi meninggalkan ruangan.Dan sekarang hanya tinggal Clay yang masih belum meninggalkan ruangan.
"Abang gak balik juga.Om Lino pasti dah nungguin di luar..?" tanya Hyuna.Clay lantas berdiri dari duduknya dan mendekati ketiganya.Menatap Zio dengan tatapan penuh harap.
"Jangan pernah sekalipun kamu menyakitinya,kalau sampai abang lihat kamu menyakitinya,bukan hanya karir kamu yang hancur,tapi keluarga kamu akan abang hancurin juga." ucap Clay begitu tegas dan kali ini benar-benar membuat Zio ketakutan.Di banding dengan Ryu,ancaman Clay jauh lebih menakutkan menurutnya.
"Kalau kamu gak suka sama Queen.Lebih baik kamu menolaknya,ingat!jangan memberi harapan palsu pada adik abang,karena abang gak akan tinggal diam dengan apa yang akan kamu lakukan nanti sama Queen.Kamu berada dalam pengawasan abang,jadi jangan macam-macam." lanjutnya lagi dan setelah itu,Clay langsung pergi meninggalkan ruangan.Meninggalkan Queen,Hyuna dan Zio yang masih dengan ketakutan nya karena ancaman Clay.
Hyuna kembali duduk dan meneruskan makan nya karena perutnya yang masih kelaparan.Sedangkan Queen,memberanikan diri untuk mendekati Zio dan memegang pundak nya.Membuat Zio seketika menoleh padanya dan terkejut.
"Jangan terlalu di fikirkan,mereka berdua gak benar-banar ngancem kamu." ucap Queen.
__ADS_1
"Gak ngancem kata elo..?elo gak lihat wajah mereka berdua tadi menyeramkan tau!" kata Zio dengan ketus.
"Ya itu karena tampang elo yang songong.Makanya mereka gitu." cetus Hyuna tiba-tiba.Zio berjalan mendekati Hyuna dan duduk di depan nya.Sama halnya dengan Hyuna,ia juga memilih untuk meneruskan makan nya.
"Kenapa sih elo gak nolak perjodohan ini..?" tanya Zio tanpa melihat Queen yang sudah duduk di depan nya.Di samping Hyuna lebih tepat nya.
"Elo gak akan pernah mengerti Zio.Yang pasti elo harus tahu,Queen melakukan ini semua hanya demi daddy nya." jawab Hyuna mewakili Queen.
"Gue gak nanya Elo.Gue nanya sama dia." ucap Zio menunjuk Queen dengan dagunya.
"Jawaban nya juga bakalan sama." jawab Hyuna dengan santai.
"Ish...."
💖💖💖💖
Kediaman Vano.
"Kenapa baru pulang...?" tanya seseorang dengan tiba-tiba.Membuat Hyuna langsung menoleh ke sampaing.
"Papi..." ucap dengan tersenyum,ia pun berjalan mendekati Vano dan langsung mencium tangan nya.
"Tadi Hyuna ikut Queen ke kantornya Om Lino,Pih.Jadi pulangnya agak telat deh." jawab Hyuna dengan jujur.
"Papi kan sudah pernah bilang,jangan pulang terlambat.Jangan biasakan mampir-mampir.kalau kamu mau ke kantor Om L,kamu bisa kan pulang dulu,ganti baju terus baru pergi ke sana lagi.!" kata Vano dengan tegas namun membuat Hyuna langsung takut dan menundukan kepalanya.Lagi dan lagi papi nya menyalahkan nya.
"Mas...sudah,jangan nyalahin Hyuna.Lagian di sana juga pasti ada Appa nya.Hyuna gak akan mungkin ke sana kalau gak ada sesuatu yang penting kan." ucap Vania kali ini membela anak nya.
"Belain saja terus anak kamu itu.!" kata Vano kali ini susah mulai terpancing emosinya.
__ADS_1
"Ya sudah pasti aku belain lah,orang Hyuna memang anak aku." balas Vania tak kalah marah.
"Maaf Pih,tadi abang Clay yang udah jemput Hyuna sama Queen di sekolah.Dan kita gak sempet ganti baju soalnya Om Lino sudah menunggu Queen." ucap Hyuna mencoba menjelaskan pada Papi Vano.
"Kan elo bisa pulang aja dek gak usah ikut." dengan tiba-tiba Arjuna datang dan ikut mendominasi perkataan Papi Vano.
"Hyuna gak enak kak soalnya Queen dah ngajakin Hyuna." jawab Hyuna.
"Elo mau-mau nya di manfaatin.Di jadiin obat nyamuk." cibir Arjuna seketika membuat Hyuna mendongak dan menatap wajah kakak nya.
#Apa karena kakak patah hati ya,dia jadi begini sama Hyuna..?# tanya Hyuna dari dalam hatinya.
"Sekali lagi maafin Hyuna,Pih.Hyuna janji gak akan mengulanginya lagi." ucap Hyuna hendak pergi.
"Sekali kamu ingkar,jangan harap kamu bisa masuk lagi ke rumah ini." jawab Papi Vano seketika membuat langkah Hyuna terhenti dan juga membuat mami Vania terkejut.
"MASS..!KENAPA KAMU NGOMONG SEPERTI ITU SAMA HYUNA..?!KALAU KAMU GAK MAU MENERIMANYA,KAMU BISA NGUSIR KITA SEKARANG.AKU AKAN MEMBAWA HYUNA PERGI SAAT INI JUGA!!" ucap mami Vania dengan marah.Ia tak akan terima jika anak nya terus-terusan di sakiti oleh suami nya.Hatinya begitu sakit melihat suaminya yang dulu sangat mencintai anak nya,seketila bisa berubah hanya karena kesalahan yang Hyuna buat di masa lalu.Di mana tanpa sengaja Hyuna membuat Arjuna kembali masuk ke rumah sakit.
"Mih,sudah Mih.Hyuna gapapa kok.Sudah ya,mami sama papi jangan marahan lagi ya.Hyuna gak mau lihat kalian bertengkar terus."
"Ya kalau kamu gak mau lihat mami sama papi marahan,kamu jangan bikin ulah." jawab Arjuna.
"Iya maaf,karena Hyuna, mami dan papi jadi marahan deh.Maaf ya." Hyuna berlutut di kaki mami Vania untuk meminta maaf.
"Sudah,kamu mandi gih,mami mau siapin makan malam dulu." ucap mami Vania dan Hyuna menganggukan kepalanya.Ia berjalan menuju kamarnya dengan air matanya yang sebenanrya sudah mengalir deras.Di rumah Appa nya dia begitu bahagia karena Appa dan Bunda nya yang begitu sanggat menyayanginya.Tetapi saat kembali ke rimah Papi Vano.Hyuna harus kembali menahan sesak di dadanya ketika papi Vano sudah mulai marah padanya.Begitu juga dengan kakak nya.Ketika sedang marah,keduanya memang sering melampiaskan kemarahan pada nya dan itu yang membuat dirinya harus berlapang dada.
.
.
__ADS_1
.
.