
...Hai-hai para readers......
...Selamat menjalankan puasa ya untuk kalian yang beragama islam.Tetap semangat, dan semoga kalian masih tetap stay menunggu Authorš¤...
...Maafkan Author ya karena cerita kali ini langsung Author skip ke season dua.Karena jika di lanjut season satu takutnya ceritanya tambah amburadul....
...Jadi,buat kalian yang kurang suka dengan cerita kali ini boleh di skip saja dan untuk yang masih lanjut terima kasih banyak buat kalian....
...Oke guys.... Happy reading ya buat kalian....
................
Beberapa tahun kemudian.
Semua sudah berubah,tak seperti kehidupan sebelumnya.Banyak sekali kejadian-kejadian yang membuat semua orang harus bisa lebih sabar dan lebih berlapang dada menerima semua kehendak Tuhan.
Keluarga besar Papa Reno yang dulunya adalah keluarga yang sangat baik dan saling menyayangi,Kini sudah sedikit berubah karena sebuah keadaan.
Beberapa tahun yang lalu mereka kembali kehilangan seseorang yang amat mereka sayangi.Di mana kejadian tersebut membuat sebagian orang memiliki rasa ketidak sukaan pada seseorang.
Sebuah kecelakan maut menimpa salah satu keluarga Adhitama hingga membuat orang tersebut meninggal dunia.Syeril yang saat itu sedang pergi berdua bersama Queen,harus mengalami kecelakaan yang membuat nyawanya tidak tertolong.Dan karena kecelakaan tersebut,Daddy dan kakaknya,Lino dan Clay sama-sama menyalahkan Queen.Sebelum kejadian,Lino memang sudah melarang istrinya untuk pergi karea memang cuaca saat itu sedang mendung.Tetapi,karena Queen yang terus merengek sampai menangis,membuat Syeril tak tega dan akhirnya menuruti kemauan anak nya.
Namun siapa sangka.Saat pulang dari tempat bermain,hujan deras turun dengan lebat.Syeril sama sekali tak mengetahui jika akan ada mobil yang menerobos lampu merah dan menabrak mobilnya hingga dirinya dan Queen terpental jauh.
Dan sejak kejadian saat itu.Lino dan Clay langsung meninggalkan Queen yang masih berumur lima tahun.Keduanya masih belum bisa menerima kepergian orang yang sangat mereka sayangi.Lino dan anak nya sama-sama merasakan kepediah.Apalagi ketika melihat Queen,mereka akan kembali teringat kejadian yang menimpa orang yang mereka sayang.
Kini usia Queen sudah menginjak lima belas tahun.Hampir sepuluh tahun, daddy dan kakak nya pergi meniggalkan nya.Awalnya Queen tak mengerti apapun,tetapi lambat laun akhirnya ia mengetahui penyebab daddy dan kakak nya pergi.Sedih,itulah yang ia rasakan.Hampir setiap hari Queen selalu menangis karena merindukan ayah dan kakak nya.Tetapi Hyuna selalu memberi semangat untuk nya agar selalu sabar menghadapi semua masalah yang saat ini sedang ia hadapi.
Tak beda jauh dari Queen.Hyuna juga merasakan hal yang sama seperti Queen.Mendapatkan perlakuan yang berbeda dari orang yang ia sayangi.Appa dan papi Hyuna sama-sama menjauh darinya karena suatu kejadian beberapa hari yang lalu.Di mana tanpa sengaja Hyuna mendorong Bunda Derra yang saat itu sedang mengandung selama tujuh bulan terjatuh dan mengalami pendarahan.Membuat Appa Ryu marah dan tak mau melihat wajahnya.
Hyuna yang merasa tak bersalah mencoba untuk membela dirinya.Tetapi,semua itu sia-sia karena Appa nya sudah menyalahkan nya.Dan kini,Hyuna hanya bisa sabar dan pasrah dengan keadaan nya saat ini.
"Queen..." panggil Hyuna.Keduanya saat ini bersama-sama hendak masuk ke kelas.Keduanya sudah kelas dua SMA,dan sebentar lagi keduanya akan menjalani ujian kenaikan kelas.
"Hai...kamu sudah datang?di antar siapa..?" tanya Queen.
__ADS_1
"Naik taksi." jawab Hyuna.
"Kok tumben..?gak sama Arjuna..?" tanya Queen.
"Enggak.Kak Arjuna sama papi."
"Lah,kamu kok gak bareng aja..?malah naik taksi.?"
"Aku gak mau merepotkan papi saja." jawab Hyuna.
Queen tersenyum simpul.Ia dan Queen benar-benar merasakan nasib yang sama.
"Ayo masuk.Kita bercerita di dalam kelas saja." jawab Quenn.
Keduanya pun berjalan bersama menuju kelas mereka.Queen,Arjuna dan Hyuna belajar di sekolah yang sama.Arjuna juga mengetahui jika papi nya sedikit menjaga jarak dengan adik sambungnya tersebut.Tetapi,ia tetap menyayangi Hyuna karena ia tahu adik nya adalah anak yang baik dan sabar.
"Hyun,nanti nginep di rumah yuk...?" ajak Queen pada Hyuna.
"Gak deh Quenn.Aku mau tidur di rumah saja," jawab Hyuna.
"Yah....apa kamu masih marah sama Appa kamu..?" tanya Queen.
"Bukan begitu Queen.Appa sendiri gak mau melihat wajahku.Lalu,bagaiaman bisa aku ke sana." jawab Hyuna sendu.
"Yang sabar ya Hyun.Aku yakin Appa kamu juga sebenanrya sayang sama kamu,hanya saja....." Queen tak meneruskan perkataan nya.Ia takut akan menyinggung perasaan Hyuna.
"Iya Queen aku ngerti kok.Dah ah,jangan di bahas lagi.Ke kantin saja yuk,mumpung belum bel masuk nih." ucap Hyuna langsung mengajak Queen pergi.
Keduanya berjalan keluar kelas dan saat di sudah di luar,keduanya bertemu Arjuna yang kebetulan baru saja datang.
"Pacar kamu Queen." ledek Hyuna pada sahabatnya sekaligus sepupunya.
"Apaan sih..." kesalnya karena Hyuna yang terus saja menjodohkan dirinya dengan Arjuna.
"Ahahaha...akui saja.Kamu suka kan sama kakak ku..?" tanya nya terus menggoda Queen.
__ADS_1
"Akui saja kalau kamu juga suka kan sama Neo...?" Queen justru berbalik meledek Hyuna.Membuat keduanya saling tertawa.
"Ngapain hayo...?lagi ngomongin gue ya..?" tanya Arjuna yang tiba-tiba datang dan nerangkul pundak kedua gadis yang menjadi saudaranya.
"Dih....GR." Hyuna memutar bola matanya malas.
"Elo tadi kenapa berangkat duluan..?gue nyariin tau.?" tanya Arjuna.Sedangkan Hyuna hanya diam dan tak menjawab pertanyaan kakaknya itu.Ia tahu,tanpa jawaban pun oasti kakaknya sudah tahu mengapa dirinya memilih berangkat sekolah terlebih dulu di bandingkan berangkat bersama papi dan kakak sambungnya.
Sampai kantin,Queen dan Hyuna langsung memesan makanan untuk menganjal perut mereka.Meski sudah sarapan,Queen dan Hyuna selalu menambah lagi porsi makanan mereka hanya untuk mengalihkan pikiran yang sedang mereka hadapi.
"Kalian ini kenapa sih..?padahal di rumah, kalian kan sudah sarapan.Lalu,di sekolah kalian juga sarpan.Gak meledak apa itu perut...?" tanya Arjuna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Heran dengan kedua saudaranya ini.
"Ya kan laper Njun...jadi ya di isi lagi lah." jawab Queen santai.
"Heh Maemunah.Elo tuh cewek,harusnya badan di jaga lah.Jangan sampai kayak gentong." kata Arjuna menasehati Queen
"Di jaga dari siapa..?" tanya Queen dengan tersenyum kecut.Semenjak dirinya tahu jika Daddy dan kakanya meninggalkan nya,Queen tak pernah lagi menjaga pola makan nya.Ia sebenanrya juga sering merasakan sakit di bagian perutnya,Namun Queen berusaha untuk menahan nya.Ia tidak mau membuat orang di sekitarnya khawatir.Termasuk Oma dan Opa nya yang selama ini sudah nerawatnya.Sebisa mungkin,ia selalu bisa menahan rasa sakitnya.
"Yang di bilang kak Juna benar Queen.Kamu itu jangan suka makan pedas.Kasihan lambung kamu.Kalau sakit bagaimana..?"
"Ya kalau sakit di obatin lah Hyuna." jawab Queen sengan santai.
"Elo gak kasihan sama Oma sama Opa apa..?setidaknya pikirin Oma,Opa lah." kata Arjuna.
"Iya,ya.Bawel elo ah Njun.Kali ini saja lah nanggung.Dah pesen juga.Sayang kalau di buang." jawab Queen yang kemudian langsung melahap mie pedas di depan nya.
#Nasib kita sama Queen,hanya saja aku masih bisa bertemu dengan Appa dan papi,sedangkan kamu...semoga kamu tetap bahagia ya Queena sayang.# doa Hyuna dalam hati.Terkadang ia merasa kasihan dengan Queen karena hampir sepuluh tahun ia di tinggal oleh Daddy dan kakak nya.Meski tak pernah bercerita,tetapi Hyuna sangat tahu, pasti Queen sangat merindukan mereka.Hanya saja Queen bisa menyembunyikan itu semua dan berusaha tetap tersenyum di hadaoan semua orang.Hanya di hadapan nya saja terkadang Queen bisa menangis dan meluapkan semua masalah yang ada di benak nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.