Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 52


__ADS_3

Bandara Sokarno-Hatta.


Dua gadis belia sedang berdiri berdampingan sambil menunggu kedatangan seseorang yang sudah hampir sepuluh tahun berada di Korea.Siapa lagi kalau bukan Ella dan juga Arra.Bagian dari keluarga besar Adhitama.Ella,anak dari Vano,keponakan mama Icha.Sedangkan Ara anak dari Chan dan juga Nadia yang kini tinggal bersama Chan dan Salsa.


"Kak,lama banget sih kak Gibran nya,pegel tau nih kaki." keluh Ara karena sudah hampir satu jam keduanya menunggu kedatangan Gibran.


"Sabar dong Ra.Elo gak denger tadi pesawat delay setengah jam." jawab Ella.


"Haish...ada-ada aja sih rintangan nya,cuma mau ketemu kak Gibran doang.Jalan nya berliku-liku.Gimana nanti ketemu jodoh coba.Bisa-bisa nglewatin tebing juga." kesalnya dengan cemberut dan semakin membuat Ella tertawa lucu karena kata-kata adik sepupunya itu.


"Kamu ini.Kenapa jadi di sambungin ke jodoh segala sih Ra.Ada-ada saja." kata Ella sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Btw,busway...bapak elo tahu kak elo bolos sekolah..?" tanga Ara.


"Enggak.Tadi,dari sekolah gue langsung naik taxi lagi dan kesini." jawab Ella tanpa beban.


"Bege elo kak.Kalau bapake tau gimana..?kena marah elo bisa-bisa."


"Urusan belakangan.Yang penting ketemu kak Gibran dulu." jawab Ella.


"Hadeh...dasar bucin akut elo kak.Sukanya sama om-om." celetuk Ara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Enak aja,gue hanya mengagumi Ara,bukan mencintai atau menyayangi.Lagian...gue juga tahu diri kali.Gak mungkin kak Gibran suka sama anak di bawah umur kayak gue." jawab Ella sambil tersenyum kecut dan menatap lurus ke depan.


"Yee....jangan patah semangat atuh nona cantik.Siapa tahu saja kak Gibran suka sama elo kak.Apa gak klepek-klepek elo entar..?"


"Ck!iya kalau sukanya sama gue.Kalau sama elo gimana..?" tanya balik Ella,dan seketika membuat bola mata Arra langsung membola.


"Markonah!gue SMP saja belum lulus,udah elo suruh pacaran.Yang ada di tebas gue sama ayah dan papi gue entar." jawab Arra dengan bergidik ngeri karena dia memang begitu takit dengan ayah nya yaitu Chan dan juga daddy nya,yaitu daddy Darren.


"ARRA,ELLA." panggilan seseorang dari arah belakang membuat keduanya langsung saling berpandangan.


"Kayak suara tante Syeril." celetuk Ara.


"Heee.....kita melupakan tante Syeril yang ternyata adalah kakak nya kak Gibran Ra." kata Ella sambil menepuk keningnya.


"Ate Aya,ate Eya...." kini berganti Queen yang memanggil keduanya.Membuat Ara dan Ella langsung berbalik dan melihat tante Syeril yang sudah berdiri di belakang mereka sambil menatap keduanya dengan serius.


"Hai Tante....." sapa keduanya dengan menyengir.Syeril melipat kedua tangan nya di batas dada dan sambil menatap intens keduanya.


"Kalian ngapain di sini..?" tanya Syeril serius.


"Mau jemput kak Gibran tante." jawab Ella sedikit malu-malu.Syeril menatap Ella dengan intens.

__ADS_1


#KAK..!bahkan Ella memanggil Gibran saja dengan sebutan kak.Apa benar ya mereka ada hubungan khusus.?# tanya Syeril dalam hatinya.Lagi-lagi,dirinya begitu kaget dengan apa yang ia lihat sekarang dan apa yang di katakan anak nya semalam.


"Tante mau jemput kak Gibran juga...?" tanya Ara seketika membuyarkan lamunan Syeril.


"Iya...ini,sama Queen juga " jawab Syeril.


"Ini,kalian gak sekolah....?libur atau bolos..?"


"Hehehe...bolos tante " jawab Ella dan Ara kompakan.


"Lain kali gak boleh begitu ya.Sekolah itu penting.Lagian,Om gibran juga sudah ada tante atau pun Om Lino yang bisa menjemput nya.Gak perlu yang lain." ungkap Syeril dengan jelas dan sedikit penuh penekanan pada kata Om.Entah mengapa dirinya kurang suka dengan panggilan 'kak' yang keluar dari mulut Ella dan Ara.


"Iya tante,kami minta maaf kalau sudah harus bolos sekolah.Soalnya kita berdua antusias banget buat menyambut idola kita berdua." ucap Ara dengan meminta maaf kepada Syeril.


"Idola...?" kata Syeril membeo.


"Iya Tan.Idola kita berdua itu Om Gibran,karena kan,Om Gibran saudara kita.Dan lebih baik kita mnengidolakan keluarga sendiri seperti dulu kita ngidolain Om Ryu.Ya kan Ra.?"


"Yups...betus syekali." jawab Ara dengan mengacungkan jempolnya.


"Mommy,Om Diban..." kata Queen dengan tiba-tiba.Membuat Syeril dan kedua ponakanya langsung menoleh dan menatap laki-laki yang baru saja keluar turun dari pesawat.



"OMO!! ganteng banget kak...." celetuk Ara dengan sedikit berbisik di dekat telingan Ella.Sedangkan Ella sendiri hanya terus memandang Gibran yang terus berjalan mendekat.


"Assalamualaikum...." sapa Gibran saat sudah berada di dekat kakaknya dan juga yang lain.


"Waalaikumsalam...." jawab ketiganya secara bersama.


"Alaitumtayam..." Queen yang juga ikut menjawab.Membuat Gibran gemash dan langsung berjongkok di depan Queen.


"Aduh cantiknya...ini siapa ya..?" tanya Gibran dengan pura-pura.


"Ini Tueen Om...." jawan Queen dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Cantiknya,anak siapa ya..?" tanya nya lagi menggoda.


"Anakna daddy Ey...." jawab Queen.


"Eh...bukan anak mom...?"


"Anakna mom don,dimana cih Om nih." jawab Queen kali ini langsung mengerucutkan bibirnya.Membuat Gibran langsung terkekeh dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

__ADS_1



"Hai princes,maukah kau berteman denganku..?" tanya Gibran sambil menggerakan kepala boneka tersebut.Membuat Queen langsung tersenyum lalu mengambil boneka tersebut.


"Matayih Om Diban....Cup." ucap nya setelah mencium pipi Gibran.


"Sama-sama sayang." jawab Gibran sambil membalas ciuman Queen.Setelah itu ia berdiri dan memeluk kakaknya.


"Gibran kangen sama kakak.Gimana kabarnya..?" tanya Gibran sambil terus memeluk Syeril.


"Alhamdulillah,semuanya baik.Kamu sendiri gimana..?baik juga kan..?" tanya balik Syeril.


"Gibran baik,sangat baik malah." jawab nya dengan tersenyum dan sambil melirik salah satu dari dua gadis yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Kalian di sini juga...?" tanya Gibran setelah melepas pelukan kakak nya.


"Iya,Demi kamu,mereka sampai bolos sekolah lo Bran.Kamu nanti harus tanggung jawab loh." jawab Syeril.


"Kenapa harus Gibran..?kan Gibran gak nyuruh nereka buat bolos.Gibran juga gak nyuruh nereka buat jemput kok." jawab nya dengan santai,namun bisa membuat hati keduanya sakit,seakan perjuanganya tidak di hargai sama sekali oleh Gibran.Ella yang merasa pengorbananya tidak di hargai langsung memilih untuk diam.Enggan menyapa lagi,padahal sedari tadi ia sudah sangat ingin menyapa Gibran bahkan memeluknya.


"Kak Gibran apa kabar..?" tanya Ara mulai menyapa Gibran.


"Baik.Kamu gimana dek..?baik juga kan..?" tanya Gibran balik.


"Alhamdulillah,baik kok." jawab Ara dengan tersenyum.


"Syukur deh kalau baik.Sudah teratur kan makan nya..?" tanya Gibran.Dan pertanyaan Gibran kali ini mampu membuat Ella mendongak dan menoleh Ara dan Gibran secara bergantian.Begitu juga dengan Syeril.


#What...!kenapa kak Gibran jadi perhatian sama Ara..?#


Ella menatap serius pada sepupunya yang hanya diam sambil menyengir.Tak menyangka dan sedikit terkejut karena Gibran yang sepertinya sudah sangat tahu bagimana Ara jika tidak makan dengan teratur.


"Jangan sampai telat lagi makan nya Ara.Gak baik buat kesehatan kamu.Kalau asam lambungnya naik,kan kasihan mama dan papa kamu jadi repot." tutur Gibran dengan mode serius.


"Iya,makasih ya kak susah perhatian sama Gibran." kata Ara berterima kasih.


Setelah oerbincangan singkat,Gibran langsung menarik kopernya dan mengajak kakak nya untuk pulang,karena dirinya juga sudah sangat capek.Ingin meneruskan tidurnya di dalam rumah dan di kamarnya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2