Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 23


__ADS_3

Sampai siang hari,Vania belum juga menyelesaikan laporanya karena biasanya ia di bantu oleh Mark.Dan karena Mark sedang cuti,alhasil dirinya harus menyelesaikan laporanya sendiri.


"Selamat siang...?" ucap seseorang.Membuat Vania langsung mendongak dan menatap seorang wanita yang sedang berdiri di depan nya.


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu..?" tanya Vania setelah berdiri dari duduknya.


"Apa saya bisa bertemu dengan bos kamu..?"


"Kalau boleh tau,dengan siapa ya..?" tanya Vania dengan sopan.


"Rosalia,dari perusahaan star Fashion.Dan saya sudah membuat janji sebelumya." jawab wanita tersebut.


#membuat janji..?kok aku gak tau ya#" tanya Vania dalam hati.


"Baik.Tunggu sebentar ya," Vania berjalan menuju ruangan Ryu.Memberitahukan jika ada kolega kerja yang datang ke sini.Dan beberapa saat kemudia ia mengantar wanita tersebut masuk ke dalam ruangan dan setelah iku ia kembali ke mejanya dan bekerja.


Tak berapa lama pintu ruangan Ryu terbuka.Ia keluar bersama dengan wanita yang tadi datang ke kantor.Ryu dan Rosalia berjalan beriringan meninggalkan kantor.Melewati Vania begitu saja tanpa menyapanya.


"Permisi bu Vania..." ucap seorang Ob.


"Iya,kenapa..?"


"Ini,ada kiriman dari Cake Distrik." jawan Ob tersebut sembari memberikan paper bag kepada Vania.


"Kamu ambil saja.Saya sudah gak mood untuk makan." jawab Vania yang malah memberikan kue tersebut kepada Ob.


"Serius bu...?" tanyanya lagi tak percaya.


"Iya.Lagian,kerjaan saya belum selesai juga." jawab Vania.


"Waah...kalau begitu terima kasih ya bu.Saya permisi dulu." ucap Ob tersebut dengan senang.


"Iya,sama-sama." jawab Vania sambil tersenyum.


Menjelang sore,Vania baru menyelesaikan pekerjaanya dan setelah itu ia menaruhnya di atas meja atasanya yaitu Ryu.Dan sampai jam pulang kantor,Ryu belum juga kembali.Membuat Vania sebenarnya sangatlah penasaran karena tadi tak ada kata pun yang keluar dari mulut Ryu saat pergi.


"Mereka tadi ke mana ya..?sampai jam pulang kantor belum juga balik..?" Vania bertanya-tanya pada dirinya.Dan tanpa ia sadari air matanya tiba-tiba mengalir kala mengingat bentakan dari Ryu tadi.Ia menundukan kepalanya dan menangis.Meluapkan kesedihan yang sudah ia pendam sejak semalam.Rasa cemburunya semakin bertambah saat melihat wanita datang ke kantornya dan ditambah lagi Ryu mengajaknya pergi.


#Rasanya sakit banget di bentak orang yang kita cintai#


Kruyuk....kruyul...kruyuk...


Perut Vania berbunyi,menandakan jika dirinya mulai lapar.Karena memang sejak tadi siang ia belum makan sampai pekerjaanya selesai.Ia menegakkan badanya dan mengusap air matanya.Membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang.Saat ini dirinya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiranya karea banyaknya pekerjaan.


📤By💞 \=> By,aku pulang dulu ya🥰

__ADS_1


Itulah isi pesan yang dikirim Vania untuk Ryu.Entah di balas atau tidak,ia tetap mengirim pesan tersebut.Vania berjalan menuju lif,dan ketika pintu lif terbuka ternyata Ryu sudah kembali dari perginya.Membuat Vania terdiam dan mengurungkan niatnya untuk melangkah masuk.


"Kamu mau kemana..?" tanya Ryu mendekati Vania.


"A-aku mau p-pulang." jawab Vania gugup.Ia menundukan kepalanya.Takut untuk menatap laki-laki yang sudah sejak tadi membuatnya sedih.


"Gak nunggu aku dulu..?" tanya Ryu.Vania terdiam,bingung harus menjawab seperti apa.


"Ayo masuk dulu.Aku belum mengecek ulang laporan kamu." ucap Ryu yang kemudian berjalan menuju ruanganya.Dan mau tak mau Vania pun mengikutinya dari belakang dengan keadaanya yang sebenarya sudah lemas karena sedari tadi ia belum makan.


Sampai di ruanganya Ryu langsung meneliti ulang laporan yang di buat oleh Vani dan kali ini tidak ada kesalahan sama sekali.Membuat Ryu puas dengan hasil kerja Vania.


"Apa sudah benar semua laporanya.?" tanya Vania.


"Ya sudah.Gak ada yang salah." jawab Ryu tanpa mengalihkan pandanganya dari map.


"Kalau begitu saya boleh pulang kan pak..?" tanya Vania.Membuat Ryu lagsung mengalihkan pandanganya dan kini berganti menatap Vania yang sudah lelah.


"Kamu kenapa..?" tanya Ryu datar.


"Gapapa,cuma capek saja." jawab Vania berbohong.Karena yang sebenanrya terjadi saat ini,hatinya benar-benar sakit melihat Ryu yang sangat berbeda dari yang ia lihat beberapa hari lalu ketika berada di Korea.


"Kalau capek kamu istirahat saja di kamar." ucap Ryu menyuruh Vania beristirahat di kamar pribadi yang ada di ruangan Ryu.


"Vania tunggu..." panggil Ryu,membuat Vania kembali menghentikan langkahnya.Ryu menarik tanganya dan membalikan badanya.


"Kamu kenapa...?hem...?" tanya Ryu kalia ini dengan lembut.


"Aku gapapa.Cuma capek saja.Pingin istirahat." jawab Vania sekali lagi berbohong.


"Serius..?"


"Iya By.Aku capek." jawabnya membuat Ryu tersenyum lalu memeluknya dengan erat.


"Aku anterin kamu pulang.Kita pulang sama-sama." ucap Ryu langsung membereskan dokumen-dokumen di atas mejanya dengan cepat.Setelah itu ia langsung berdiri,tak lupa mengambil tas,jas dan juga kunci mobilnya.


"Ayo sayang,kita pulang." Ryu langsung menarik tangan Vania dan mengajaknya pulang.Selama di perjalanan,Vania hanya diam sambil menatap keluar jendela.Perasaanya tak karuan.Bingung menyikapi sifat Ryu yang kadang berubah-ubah.


Lima belas menit kemudian,keduanya sampai di rumah.Vania keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun.Membuat Ryu menjadi bingung.Ia pun ikut turun dan menyusul Vania.


"Vania tunggu." panggilnya yang langsung menarik pergelangan tangan Vania.


"Kenapa By..?" tanya Vania.


"Kamu kenapa sih..? Dari tadi diem aja..?" tanya Ryu.

__ADS_1


"Kan aku sudah bilang,aku capek.Mau istirahat." jawabnya lagi dengan lembut.


"Ya tapi kamu bisa kan pamit sama aku,gak kayak barusan.Langsung keluar gitu aja." ucap Ryu sedikit marah.


"Iya,maaf ya.Sekarang aku masuk ya.Aku capek banget." pinta Vania dengan wajahnya yang sudah kesu.


"Serah kamu deh Van.Aku dah bela-belain nganterin kamu pulang.Tapi kamunya kayak gini.Kamu pikir yang capek cuma kamu doang!.Aku juga capek Vania." jawaban Ryu barusan benar-benar membuat hati Vania semakin sakit.Tetapi ia tetap berusaha untuk diam dan tersenyum.


"Ya sudah,aku minta maaf.Sekarang kamu mau mampir dulu gak..?" tanya Vania.


"Gak usah!!aku pulang saja." jawab Ryu yang kemudian pergi begitu saja dan meninggalkan rumah Vania.


Vania masuk ke dalam rumahnya dengan memegangi perutnya yang sedari tadi sudah sakit.Karena melewatkan makan siang,membuat asam lambung Vania naik dan memgakibatkan sakit di bagian atas perutnya.


Sedangkan di jalan,Ryu merasa marah karena sikap Vania.Merasa dirinya tidak di hargai sama sekali oleh nya.


"Sudah capek-capek nganterin pulang.Malah begini jadinya.Tau gitu kenapa tadi gak ku biarkan saja dia pulang sendirian." ucapnya berbicara sendiri.


Drrt...drrt....drrt....


☎ Derra is Calling.


[Hallo Dek.]


[Abang dimana..?] tanya Derra


[Di jalan.Kenapa..?]


[Bisa anterin Derra lagi gak..?ke Bandung.?]


[Nanti malam saja ya]


[Ya sudah.Derra tunggu ya.]


[Hemm....]


Setelah memutus panggilanya,Ryu melajukan mobilanya dengan cepat.Melewati jalanan kota yang sedikit ramai karena memang sudah waktunya orang pulang kerja.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2