Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 39


__ADS_3

Ryu kembali dari luar sambil membawa beberapa kantong kresek yang berisi berbagai macam makanan.


Ceklek....


Ia membuka pintu ruangan dan kembali melihat Vania yang ternyata sudah meringkuk di sofa.


#Sudah tidur ternyata# batin nya berkata.


"Ini kak,pesenan kakak.Aku beliin sate ayam,ada nasi goreng juga.Kakak pilih aja yang mana.Gak pedes semua kok." kata Ryu sambil menata makanan di meja.


"Itu Vania gak makan yank..?" tanya Lino.


"Iya,takutnya dia dari tadi gak makan lagi.Bisa-bisa asam lambungnya naik." jawab Syeril yang memang tahu penyakit Vania.


"Ryu,coba bangunin Vania." titah Lino.Membuat mata Ryu langsung membola.Gimana bisa abangnya menyuruhnyan membangunkan orang yang tidak ia suka.


"Gak ah,abang bangunin aja sendiri." tolak Ryu.


"Kan kamu yang dekat."


"Ya tapi kan....."


"Sudah stop!! Biar aku saja yang bangunin." ucap Syeril hendak turun dari brankar,namun sudah di cegah oleh Lino.


"Ryu!bangunin gak!!" titahnya sekali lagi dengan tegas.


"Iya iya..." akhirnya,dengan malas,Ryu pun membangunkan Vania menyuruhnya untuk makan.


#Gue kan gak suka sama dia,kenapa harus bangunin dia sih# gumamnya lagi dalam hati dengan sedikit kesal.Akhirnya dengan sedikit kesal,Ryu pun mulai membangunkan Vania.


"Van bangun!" katanya sambil menggoncang bahu Vania.Namun,Vania tak kunjung bangun.Membuat Ryu semakin kesal.Ryu pun mulai mendekatkan bibirnya di telinga Vania.Niat hati ingin membangunkanya lebih dekat lagi,Tetapi saat sedikit lebih dekat dengan telinga tiba-tiba Vania merubah posisi kepalanya dan tanpa sadar membuat bibir keduanya saling bertautan.


Vania membuka matanya saat merasakan benda kenyal berada di bibirnya.Membuatnya terkejut dan reflek bangun dari tidurnya.


Dug....


"Aww....." Ryu mengaduh kesakitan karena dagunya yang terkena kening Vania.


"Eh,sory-sory,maaf aku gak sengaja." ucap Vania merasa bersalah karena ulahnya Ryu mengaduh kesakitan.


"Sory-sory!mata elo gak lihat apa ada gue di atas elo?" tanya Ryu dengan ketus sambil mengelus dagunya.


"Ya mana aku tahu,aku tadi tidur.Bibir kamu nempel ke bibir aku,ya siapa yang gak kaget coba." jawab Vania dengan menggosok bibirnya.


"An-jir...kamu kira bibir aku virus apa,pake di gosok-gosok itu bibir.?"

__ADS_1


"Ya mana tau emang ada virusnya." jawab nya dengan ketus lalu berdiri dan pergi ke kamar mandi.Lino dan Syeril hanya melihat keduanya sambil menggelengkan kepala masing-masing.


Vania keluar dari kamar mandi dan hendak keluar ruangan.


"Kamu mau kemana Van..?" tanya Syeril.


"Aku mau ke kantin rumah sakit Ril,cari makan." jawab Vania.


"Mata elo gak lihat makanan sebanyak ini..?kenapa mesti ke kantin segala..?" tanya Ryu dengan ketus.


"Ya aku tahu,tapi aku kan gak tahu kalau makanan itu juga buat aku.Aku kira mau kamu habisin semuanya." jawab Vania.Mendengar jawaban Vania membuat mata Ryu langsung membola.


"Sudah-sudah,kenapa bertengkar sih?Van,itu Ryu udah beli makanan lumayan banyak,daripada kamu ke kantin mending kamu makan itu di atas meja." ucap Syeril mencegah Vania agar tak pergi ke kantin.Vania pun menganggukan kepalanya.Duduk di sebelah Ryu dan mulai membuka salah satu makanan yang ia ambil.


Drrt...drrt....


Ponsel Vania berbunyi menbuatnya mengehentikan aktifitas makanya dan mejawab telfon tersebut yang ternyata dari mamanya yang berada di Jerman.


"Hallo,Assalamualaikum.Ma" jawab Vania


"..........."


"Iya,Vania magi di rumah sakit,nemenin Syerik baru lahiran.


"............"


"..........."


"Iya Ma.love you."


Setelah memutus sambungan telfon nya,Vania kembali meneruskan makanya tanpa beban.


Sepuluh menit kemudian.


"King,aku pamit ya,mau pulang.Aku harus siap-siap." ucap Vania berpamitan pada Lino karena Syeril yang ternyata sudah tidur.


"Ini kan sudah malam Van,gak besok pagi saja kamu pulang..?" tanya Lino.


"Emm...besok pagi....itu...aku harus berangkat ke Jerman." jawab Vania.


Uhuk...uhuk...uhuk....


Mendengar jawaban Vania,membuat Ryu langsung tersedak minumanya dan langsung menoleh pada Vania.Menatapnya dengan tajam.


"Aku antar kamu pulang!" ucapnya dingin dan langsung keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Kenapa dia King...?" tanya Vania,dirinya benar-benar merasa heran dengan sikap Ryu yang kadang membencinya dan kadang juga membuatnya baper.


"Entahlah,aku juga gak tau.Tapi beneran kamu mau berangkat ke Jerman..?terus Syeril gimana..?kamu belum pamit kan sama dia.?"


"Besok aku kesini lagi buat pamitan." jawab Vania.


"Ya sudah,kamu hati-hati ya." ucap Lino dan di angguki Syeril.Ia pun pergi menyusul Ryu yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Tok...tok...tok..


Vania mengetuk kaca mobil Ryu.Membuat si empunya langsung membuka pintu mobilnya dan membiarkan Vania masuk.Setelah itu Ryu menyalakan mesin mobiknya dan melaju pergi meninggalkan area rumah sakit.


Sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam.Vania memilih memejamkan matanya sejenak.Sedangkan Ryu fokus pada setir mobilnya.


"Van...bangun...?" ucapa Ryu kembali membangunkan Vania dengan mendekatkan wajahnya pada Vania.


"Vania...bangun...." bisiknya dengan halus,membuat si empunya langsung bangun dan melihat Ryu berada di dekatnya,sangat dekat.


Deg...deg...deg...


Jantung Vania berdegup kencang.Manatap Ryu yang juga sedang menatapnya dari dekat.


"R-Ryu,k-kamu ngapain..?" tanya nya dengan gugup.Sedangkan Ryu hanya diam sambil terus menatap Vania.Entah apa yang terjadi pada dirinya.Namun saat tadi melihat Vania berada di rumah sakit dan ketika bibir keduanya saling bertautan membutnya merasakan susuatu yang lain.Padahal baru beberapa minggu lalu dirinya menyatakan jika dirinya sangan membenci Vania dan tidak menyukainya.Tetapi,saat ini.Saat melihat Vania berada di dekatnya membuat dirinya seperti orang lain.


"Kenapa kamu mau pergi ke Jerman..?" tanya Ryu kini dengan lembut namun dengan posisinya masih berdekatan dengan Vania.


"A-aku...."


"Apa kamu mau menghindar dari aku..?" tanya Ryu kali ini dengan menyingkirkan anak rambut Vania.


"R-Ryu ja-jangan kayak g-gini..." kata Vania dengan terbata.Dirinya benar-benar gugup jika harus berdekatan dengan Ryu.Dengan pelan,ia mencoba mendorong dada bidang Ryu,namun gagal karena yang terjadi Ryu langsung meraih tengkuk Vania dan mulai mencium bibirnya.


"Emmpt.....emmpt..." mata Vania langsung membola ketika melihat Ryu yang dengan tiba-tiba menciumnya.


"R-Ryu STOP!!" Vania mendorong keras tubuh Ryu sehingga membentur pintu mobil.Setelah itu ia langsung keluar dari mobil begitu saja.Berlari masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan campur aduk.Melihat Vania yang sepertinya menangis,Ryu langsung keluar daru mobilnya dan ikut menyusul Vania.Naik ke atas tangga dan berjalan cepat menuju kamar Vania.


Ceklek....


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2