Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 53


__ADS_3

Kantor Adhitama grup


"Gimana bang...? boleh gak gue deketin anak elo...?" tanya seorang laki-laki.


"Gak boleh.!" jawab Vano sekali lagi dengan tegas menolak permintaan seseorang yang ternyata adalah Mark yang meminta untuk mendekati Ella.


"Kenapa gak boleh sih bang..?Mark gak akan nyakitin Ella kok." kata Mark sekali lagi menyakinkan Vano.Papa dari Ella.


"Ella masih kecil Mark,dan kamu sudah tua.Nanti kamu mati duluan anak abang jadi janda lagi." jawaban Vano yang dengan santainya,membuat Lino dan yang lain langsung tertawa.Memang,sedari tadi sejak kedatangan Vano ke kantor Ryu,Mark terus saja meminta izin agar di perbolehkan untuk mendekati Ella.


"Abang ih,doa nya gitu banget sama Mark." katanya kini dengan cemberut.


"Lagian,kenaoa elo ngebet banget sih Mark deketin Ella.Dia loh gak suka sama elo." kata Felix.


"Ya gue bakal bikin dia suka sama gue bang " jawab Mark dengan penuh keyakinan.


"Halah,sok yes elo Mark.Dulu aja elo gak bisa bikin Dita jatuh cinta sama elo.Ini sok-sok an mau bikin Ella jatuh cinta." cibir Niko yang membuat Mark bertambah kesal.


"Ya itu karena nunna sudah suka duluan sama Kai,jadi Mark kalah telak lah."


"Lah sekarang juga sama saja Mark.Ella sukanya sama Gibran,bukan sama kamu." tiba-tiba Chan mengeluarkan suaranya.Membuat semua atensi langsung mengarah padanya.Terutama Vano dan Lino yang langsung menatap tajam pada Chan.


"Kenapa pada lihatin gue semua sih...?" tanya Chan dengan tiba-tiba.


"Elo tahu dari mana kalau Ella suka sama Gibran..?" tanya Lino.


"Dari Ara lah.Kan dia bestinya Ella." jawab Chan santai.


"Sejak kapan..?" kini giliran Vano yang bertanya.


"Mana gue tahu bang.Dia cuma bilang kalau Ella suka sama Gibran.Udah itu saja." jawabnya lagi.


"Suka bukan berarti cinta bang." celetuk Mark.


"Maksdnya..?"


"Bisa saja suka karena Gibran sudah menjadi idol terkenal.Dan Ella hanya mengidolakan nya." jawab Mark.


"Sudah,jangan membahas Ella lagi.Kayak kerjaan kita gak banyak saja.Mark,kalau elo emang mau deketin Ella,ya deketin saja.Urusan diterima apa enggaknya elo harus terima kalau suatu saat di tolak sama dia.Dan...elo juga harus sabar menunggu,karena Ella juga masih sangat muda." kata Felix mewakili Vano.Karena dia tahu mau sekeras apa Mark meminta,Vano akan tetap pada jawaban nya,yaitu menolak keras anak nya untuk berpacaran.

__ADS_1


"Jadi gue boleh deketin Ella bang..?" tanya Mark tersenyum senang.


"Hanya berkenalan Mark.Bukan berpacaran.Dan lagi,elo tuh salah kalau minta ijin sama bang Vano.Harusnya elo minta ijin itu sama Ryu karena Ella itu kesayangan nya Ryu.Maski bang Vano bilang iya,kalau Ryu no ya akhirnya berujung dengan penolakan." jawab Felix dan di angguki oleh Vano,Chan,dan Lino sebagai tanda setuju dengan jawaban Felix.


"Waah...kalau sama hyung mah gampang.Pasti dia setuju." ucap nya penuh percaya diri.


"PD banget elo.Semoga saja elo di tolak sama Ryu." ucap Niko yang malah menakuti Mark.Dan setelah itu ia langsung pergi dari ruangan Lino karena harus menyelesaikan pekerjaan nya.


"Jahat elo Hyung." teriak Mark tak terima.Dan setelah itu ia menyusul Niko,begitu juga dengan yang lain yang juga ikut meninggalkan ruangan dan kembali ke kantor masing-masing.


Di rumah utama,Gibran sudah di sambut oleh mama Icha dan juga papa Reno.Begitu juga dengan Firly dan Neo.Mereka sangat bahagia karena pada akhirnya Gibran bisa pulang ke Indonesia setelah hampir delapan tahun ia tak pulang.Usianya kini sudah delapan belas tahun dan tahun ini Gibran juga akan memulai kuliahnya di Korea.


"Akhirnya...anak mama pulang...." ucap mama Icha sambil memeluk Gibran dengan erat.Setiap melihat Gibran,mama Icha akan selalu mengingat ke empat anak nya yang dulu masih seumuran dengan Gibran.Sekarang semua anak mama Icha sudah memiliki keluarga masing-masing.Apalagi Ryu,yang baru saja menikah dan sekarang masih menikmati masa bulan madunya dengan Derra.


"Mama sama papa gimana kabarnya..?sehat kan semuanya.?" tanya Gibran.


"Alhamdulillah,mama sama papa sehat.Kamu gimana di sana..?masih betah gak..?apa mau kuliah di sini..?" tanya papa Reno dengan sedikit menggoda Gibran.


"Betah lah pah.Gibran juga sudah daftar kuliah di sana kok.Tinggal masuk nya saja." jawab Gibran.


"Heemmm...berapa lama lagi sih nak kamu di sana..?apa masih lama.?" tanya mama Icha.


"Hah...!!lama banget Gibran,kamu mau menetap di sana apa..?"


"Ya sepertinya begitu ma.Sudah lah Gibran sudah di rumah ini,jangan di ajak ngomongin pekerjaan,bosen lah.Ini,yang lain mana Mah,pah..?" tanya Gibran.


"Masih kerja sayang." jawab mama Icha.


"Eh...ada Ara sama Ella...?sejak kapan kalian di sini..?" tanya mama Icha yang baru menyadari jika ada Ara dan Ella di sana.


"Oma...!dari tadi Ella sama Ara di sini loh.Masak gak tahu sih..?" tanya Ella dengan memberenggut.


"Maaf sayang...saking senengnya Om kamu pulang.Oma jadi gak ngeh ada kamu dan Ara." jawab mama Icha yang kemudian mendekati Ella.


"Syeril..!kamu kok bisa ketemu sama Ara dan Ella...?" tanya papa Reno.


"Mereka berdua tadi jemput Gibran di bandara pah." jawab Syeril.


"Jemput Gibran..?" tanya papa Reno sekali lagi dan di angguki Syeril.

__ADS_1


Papa Reno langsung menatap keduanya dengan serius. "Ella..!bolos lagi sekolahnya...?" tanya papa Reno.Dan Ella menjawab hanya dengan menyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Bukan Gibran yang minta loh pah.Itu idenya Ella sendiri." ucap Gibran yang tidak mau di salahkan.


"Tapi kan Ella bolos demi Om Gibran,terima kasih kek." ucap nya dengan cemberut.


"Ngapain Om berterima kasih sama kamu yang udah bolos sekolah.Memang bolos sekolah baik apa..?"


#Ya kan Ella seperti ini juga demi Om Gibran.Di hargai kek# katanya dalam hati.


"Sudah-sudah jangan di bahas lagi.Gibran,sebaiknya kamu istirahat gih di kamar.Ella,Ara ganti baju ya sayang,pinjam sama tante Firly." titah Oma Icha dan langsung di angguki Ella dan Ara.


"Oh iya,kakak mana sih mah..?Gibran lupa kalau belum nyapa tadi...?" tanya Gibran yang memang baru menyadari jika dirinya belum sempat melepas rasa rindu nya dengan Firly.


"Kakak ke kamar tadi.Kayak nya Neo mulai rewel deh." jawab mama Icha.


"Owh...ya sudah,Gibran naik dulu ya." ucap nyan yang kemudian meninggalkan mama Icha dan Papa Reno.Berjalan menaiki tangga,menyusul Ara dan Ella yang sudah lebih dulu menaiki tangga.Dan saat berdekatan dengan keduanya,Gibran dengan gemasnya mengacak-acak rambul Ara.Dan itu membuat Ella sedikit cemburu karena sedari tadi Gibran lebih memperhatikan Ara di bandingkan dirinya.


"Ish...kakak apaan sih!berantakan kan rambutnya Ara." ucap nya dengan kesal sambil merapikan kembali rambutnya.


"Maaf-maaf.Kakak reflek,habisnya gemas lihat rambut kamu Ra." jawab Gibran dengan santai.


"Dasar jail." sungutnya dengan kesal.Ella yang merasa tak di perhatikan oleh Gibran memilih berjalan cepat-cepat menuju kamar tante Firlynya berada.


"Eh...kakak Ella." panggil Ara,namun Ella tak menjawab dan memilih terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Arra


"Kakak sih...marah kan jadinya kak Ella." ucap Ara bertambah kesal dan kemudian pergi meninggalkan Gibran.


"Kenapa jadi kakak yang di salahin...?" tanya nya pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju kamarnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2