Delayed Mate

Delayed Mate
Chaoter 76


__ADS_3

#Apa aku harus mempercayai adanya Hyuna..?# tanya Ryu dalam hati sambil terus menatap Hyuna yang sedang menikmati es crim cup yang baru saja ia belikan.


Ryu masih termenung dengan pikiranya sendiri


"Masih gak percaya kalau Hyuna itu anak kamu...?" tanya Vania yang sedari tadi sudah memperhatikan keduanya.Membuat Ryu tersentak dan langsung menoleh pada seorang wanita yang sedang berdiri di sampingnya.Ryu hanya diam,ia masih mencerna kata-kata Vania barusan.


"Huh...sudah lah Ryu,kamu tidak usah capek-capek memikirkan apakah Hyuna memang anak kandung kamu atau bukan.Hyuna juga tidak akan meminta pengakuan dari kamu.Dia cukup mengerti jika Appa nya belum bisa menerima kehadiran nya." tambahnya lagi.Vania terpaksa berbicara seperti ini dengan Ryu.Ia tak mau lagi memendam kekecewaan dalam dirinya dan harus menyelesaikan semuanya.


"Buka seperti itu Van,aku benar-benar bingung harus memulai dari mana." ucap Ryu.


"Aku kan gak meminta pertanggung jawaban ataupun pengakuan darimu,jadi..!apa yang membuatmu bingung...?" tanya Vania lagi.


"Kalau kamu tidak ingin Hyuna masuk dalam keluargamu,its oke.Aku akan mengatakan pada Hyuna,agar tidak meminta datang ke rumahmu. Tapi memang sebelumnya Hyuna gak pernah minta sih,selalunya istri kamu yang minta." kata Vania.Ryu langsung menoleh pada Vania.


"Jangan..!!aku gak masalah dia mau di rumah Van.Hanya saja...." Ryu menghentikan kata-katanya.


"Aku faham Ryu,kamu masih sulit untuk menerimanya.Sekali lagi aku katakan.Tak masalah jika kamu tidak mengakuinya,hanya saja, aku mohon,jangan menyakiti hatinya.Kamu lihat Hyuna saat sedang tersenyum bukan..?" kata Vania sambil menatap lurus anak nya yang sedang tersenyum.


"Mungkin sekilas kamu melihat Hyuna yang senang,bahagia, karena bisa berkumpul dengan saudaranya yang lain.Tetapi,kamu tidak akan tahu betapa rapuh hatinya ketika tadi melihat kamu pergi meninggalkanya." Vania mengatakan semua tentang Hyuna yang mungkin belum di ketahui oleh Ryu.


"Maafin aku Van.Beri aku waktu agar bisa menerima semuanya dengan lapang dada dan ikhlas tanpa harus memintanya untuk melakukan tes DNA."


"Aku akan selalu memberimu waktu Ryu,bahkan sampai dia dewasa pun,waktu itu akan selalu ada.Hanya saja,aku minta,Jangan sekali-kali kamu melakukan tes DNA padanya.Karena,jika kamu melakukanya, sama saja kamu tidak mempercayaiku dan Hyuna.Dan aku paling tidak suka itu.Lebih baik kami berdua mundur dari kehidupan mu dari pada harus menanggung kekecewaan dan kesedihan." tutur Vania panjang lebar.Setelah itu ia pergi menyusul suaminya yang sedang berjalan mendekatinya.


******


Hari sudah malam.Keluarga Adhitama saat ini sudah berada di restoran di mall untuk makan malam.Semenjak berbicara dengan Vania,Ryu lebih banyak diam dan hanya menyimak obrolan para keluarganya.Ia sesekali melihat Hyuna yang begitu akrab dengan Vano yang sudah menjadi ayah sambungnya.Tak hanya itu,ia juga sedang berusaha menata hatinya agar bisa dengan lapang menerima kehadiran Hyuna.


"Appa,Yuna dak jadi ninap lumah Oma." ucap Hyuna seketika membuat Derra langsung menghentikan makan nya.


"Loh!katanya tadi mau menginap,kok gak jadi..?" tanya Derra,ia berpura-pura baru mengetahui jika ternyata Hyuna meminta untuk pulang bersama Mami dan Papinya.


"Dak jadi Dunda. Yuna dak nau" jawab Hyuna.


"Kenapa gak mau sayang...?Bunda pingin kamu nginep sana loh padahal,biar ada temen nya." Mami Vania mencoba membujuk kembali anak nya agar mau menginap di rumah Adhitama.


"Iya sayang,katanya tadi mau tidur sama Oma sana Opa.Kok gak jadi menginap sih .?" tanya Oma Icha juga.


"Yuna dak nau nipap tana alo dak ada yan tuka tama Yuna." jawab Hyuna dengan kesal.Membuat semua orang bingung.Syeril menatap Vania,seperti meminta jawaban.Dan Vania menjawab dengan hanya melirik Ryu yang menjadi tersangka utama sehingga membuat anak nya enggan menginap di kediaman Adhitama.


"Ya sudah gapapa,kalau hari ini Hyuna gak mau nginep di rumah.Tapi besok-besok harus mau ya...?" tanya tante Syeril.


"Iya,tapi tante yan jenput Yuna,ote...👌" ucap Hyuna.

__ADS_1


"Oke sayang....👌"


#Masih kecil,tapi kamu tahu cara menjaga agar dirimu nak.# ucap Vano dalam hati.Ia mengelus pucuk rambut Hyuna.


"Kajja,pulang.Sudah malam juga.Kakak pulang bareng papi apa di antar Om Mark..?" tanya Vano


"Bar-"


"Gue anterin lah bang.Kan gue yang jemput." Mark memotong ucapan Ella.


"Ya sudah,semuanya.Vano pamit duluan ya Assalamualaikum.." ucapnya dan Vania berpamitan.


"Waalaikumsalam..." jawab semuanya.


******


Kediaman Adhitama....


Tanpa di duga, tanpa si sangka dan tanpa di rencana.Malam ini juga,Saga dan Celline harus balik ke Itali untuk melanjutkan pekerjaan mereka.Keduanya terpaksa meninggalkan Jessy dan menitipkan nya pada mama dan papa, karena Jessy sendiri yang memilih untuk tinggal di Indonesia.


"Jessy beneran mau di sini sama Oma sama Opa..?" tanya mama Celline.


"Iya Mah.Di sini Jessy sudah banyak temen nya.Kalau di sana kan Jessy sendiri Harus adotasi lagi.Jessy gak mau ah." jawab Jessy.


"Ya sudah kalau itu mau Jessy." kata Mama Celline.Saga dan Celline berangkat menggunakan jet pribadi milik Lino.Mereka berangkat di tengah malam,di saat semua orang sudah tertidur pulas.


*****


"Bang,apa tadi ada masalah dengan Hyuna..?kenapa dia gak jadi menginap di rumah..?"tanya Ryu.


"Abang gak tau yank." jawab Ryu sambil memejamkan matanya.


"Bohong,pasti abang sudah bikin dia marah kan..?" tanya nya lagi penuh dengan selidik.Derra naik ke atas tempat tidur.Ia tidur sambil memunggungi suaminya.Keinginan nya untuk tidur bersama Hyuna batal gara-gara suaminya yang sekarang masih belum bisa menerima keadaan Hyuna.


"Kamu marah sama kakak...?" tanya Ryu,ia membuka matanya dan melihat istrinya yang tidur memungguinya


"Tauk!!pikir aja sendiri..." jawabnya dengan ketus.


"Huh...sini deh,kakak mau bicara sama kamu." pinta Ryu.


"Gak mau!Derra ngantuk!" jawab nya masih ketus.


"Iya maaf,abang salah.Mungkin perkataan abang yang sudah nyinggung Hyuna sehingga dia gak jadi nginep sini.Tapi abang reflek,gak ada niatan nyakitin Hyuna yank." ucap Ryu mulai bercerita.

__ADS_1


"Sampai sekarang abang memang masih belum percaya dengan adanya Hyuna.Abang masing bingung,bimbang dan takut jika harus mengambil keputusan." tambahnya lagi,seketika membuat Derra berbalik


"Maksud abang..?sampai sekarang abang masih gak percaya kalau Hyuna itu anak kandung abang..?" tanya Derra.Dan Ryu menganggukan kepalanya.Derra mendelik,tak habis pikir dengan isi otak suaminya tersebut.


"Kenapa abang berfikiran seperti itu..?apa yang membuat kamu tidak percaya...?apa wajah Hyuna yang seperti itu masih belum membuktikan kalau dia benar-benar anak kandung kamu...?" tanya Derra dengan sedikit menahan rasa marahnya.Ia benar-benar emosi dengan sikap suaminya yang sampai sekarang masih saja belum bisa menerima Hyuna.Padahal semua keluarganya sangatlah menyayangi Hyuna.


"Bukan seperti itu yank.Kamu tahu kan Vania meninggalkanku satu minggu setelah kita melakukan itu Dan setelah itu,selama hampir dua tahun aku tidak bertemu dengan nya sama sekali.Mendengar kabarnya pun aku gak pernah yank.Lalu,saat kita sudah menikah.Dengan tiba-tiba dia muncul dengan mengenalkan Hyuna begitu saja.Bagaimana aku bisa percaya begitu saja dek.?" jawab Ryu panjang lebar.Derra tersenyum kecut,bisa-bisanya suaminya berfikiran seperti itu pada Vania.


"Sekarang Derra tanya sama abang.Dulu,setelah abang melakukan hubungan terlarang dengan kak Vania,apa yang abang janjikan padanya...?" tanya Derra.Ryu diam.Dia bingung harus menjawab apa.Jika jujur,ia takut istrinya itu akan marah padanya.


"Kak Vania memberi kamu waktu dan pilihan bukan..?dan kamu lebih memilih aku di banding dia.Jadi,apa salah kalau dia akhirnya memilih mundur dari persaingan waktu itu...?" Ryu tersentak,ia terkejut karena ternyata istrinya mengetahui masa lalunya dengan Vania.


"Yank,kamu tahu darimana..?" tanya Ryu.


"Kak Syeril dan bang Lino cerita sama Derra.Maka dari itu,mengapa Derra gak bisa membenci kak Vania dan Hyuna.Justru Derra merasa bersalah karena sudah hadir di antara kalian.Kalau saja dulu Derra memilih menjauhi abang.Mungkin yang ada di sini bukan Derra melainkan kak Vania." jawab nya akhirnya bisa mengutarakan semua beban dalam dirinya.Sedangkan Ryu,ia tak pernah menyangka jika selama ini istrinya sudah menyimpan kesedihan nya sendiri.


"Kak Vania adalah wanita yang baik.Dia dengan ikhlas dan lapang dada membebaskan abang,setelah apa yang abang lakukan dengan nya.Ia membiarkan kamu untuk bahagia bersama ku.Dia mengandung selama sembilan bulan,dan merawat Hyuna sampai sekarang sendirian tanpa bantuan siapapun.Apa perjuangan dan pengorbananya gak ada harganya buat kamu.?" tanya Derra.Ryu hanya diam.Ia mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan istrinya dan semua perkataan istrinya benar.Dirinya memang salah,egois,tak pernah memikirkan perasaan Vania.Mencoba mencari kesalahan Vania.Padahal dirinya juga bersalah karena sudah meninggalkan Vania dan tidak mau bertanggung jawab.Dulu,ia sangat membenci Chan karena kelakuan nya yang memperk05a Salsa.Dan sekarang justru dirinya jauh lebih buruk di bandingkan Chan.


"Cobalah untuk menerima Hyuna,kak.Buang jauh-jauh pikiran negatif mu.Kasihan Hyuna.Meski ada bang Vano yang menjadi ayah angkatnya.Tatapi,ia juga ingin mendapatkan kasih sayang dari kamu yank,Appa kandungnya.Ia akan sangat bahagia jika Appanya bisa menyayanginya tanpa syarat." kini Derra mencoba membujuk suaminya.


"Hiks...hiks...aku Appa yang jahat hiks.." tiba-tiba Ryu menangis sesenggukan.Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan Hyuna.Anak kandungnya sendiri.


"Maka dari itu.Kamu harus meminta maaf sama Hyuna dan belajar menjadi Appa yang baik untuknya." Ryu menatap Derra.Ia bersyukur karena mempunyai istri yang baik seperti Derra.Istri yang bisa membimbingnya ke jalan yang lebih baik.Istri yang menerima semua kekurangan nya.


Grep...


Ryu memeluk Derra." Terima kasih karena sudah menerina kekurangan ku.Dan terima kasih karena sudah menjadi istri terbaik untuk ku." ucap Ryu sambil terus memeluk Derra.


"Iya...sama-sama.Sudah ya,jangan nangis.Besok kita ke rumah bang Vano ya.Kita minta maaf sama kak Vania dan Hyuna." ucap Derra.Ryu melepas pelukan nya dan menghapus air matanya.


"Iya,kita kesana.Aku mau minta maaf sama Hyuna.Aku mau memeluk dia." jawab Ryu dengan tersenyum.Derra pun juga tersenyum.Ia merasa lega pada akhirnya suaminya mau menerima Hyuna.


.


.


.


Tamat.....


Eh gak jadi deng.🤭


Gimana nih readers,apa kalian sudah bahagia...?

__ADS_1


Jangan lupa koment di bawah ya.


Happy reading...


__ADS_2