
"Vania,apa jadwalku selanjutnya..?" tanya Ryu setelah selesai dengan meetingnya bersama saudaranya.
"Jam 11 bapak ada pertemuan dengan pak Reno dan Pak Saga," jawab Vania.
"Oh,,,oke.Oh ya kamu bisa bantu saya..?" tanya Ryu.
"Bantu apa pak.?"
"Tolong kamu jemput Clay di sekolahnya ya.Katanya dia pulang jam 12.Dan nanti kamu bawa dia langsung ke sini.Dia mau di sini katanya." jawab Ryu karena tidak mungkin dirinya menjemput Clay karena ia harus mengetahui masalah keponakanya dengan kedua orang tuanya terlebih dulu.
"Ah begitu.Baiklah.Nanti siang saya akan menjemput Clay di sekolahnya." jawab Vania dengan menganggukan kepalanya.
"Oke.Saya tinggal ke dalam dulu dan terima kasih atas bantuanya." ucap Ryu tersenyum ramah
"Sama-sama pak." balas Vania dengan tersenyum juga.
******
Di rumah sakit,Derra sudah di perbolehkan untuk pulang karena keadaanya yang sudah membaik.Dengan hati-hati,Rafi mendorong kirsi roda dan membawa istrinya menuju parkiran.Di mana mobil suaminya berada.
"Makasih ya." ucap Derra saat sudah di dalam mobil.
"Iya,sama-sama" jawab Rafi tersenyum.Ia pun meninggalkan parkiran rumah sakit dan melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.Derra memilih mengambil ponselnya dan membuka beberapa pesan di ponselnya.
"Kamu buka pesan dari bang Ryu..?" tanya Derra saat mengetahui pesan yang di kirim Ryu ternyata sudah terbalaskan.
"Iya.Kebetulan kemarin aku gak sengaja buka.Jadi ya aku balas saja." jawab Rafi.
"Apa kamu keberatan..?" tanya nya menoleh.
"Enggak sih.Tapi seenggaknya kan kamu bisa bilang sama aku kalau bang Ryu mengirim pesan dan menanyakan keadaanku." jawab Derra.
"Maaf ya.Lain kali aku bakal bilang sama kamu." ucap Rafi dan di angguki Derra.
"Oh ya.Apa aku boleh mengunjungi ibu..?" tanya nya meminta izin kepada istrinya.
"Silakan Raf.Dia ibumu.Kamu berhak menemuinya.Tapi maaf aku gak bisa ikut." jawab Derra.
"Iya gapapa.Makasih ya sayang." Rafi tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Derra.
*****
Tepat pukul sebelas,Lino,Saga dan papa Reno datang mengunjungi Ryu.Ketiganya juga akan membicarakan project baru yang akan ditangani langsung oleh Saga,Lino dan Ryu.
"Waah....luas juga ruangan kamu Ryu,lebih luas dari ruangan abang." ucap Saga yang begitu kagum dengan desain ruangan Ryu.
"Kayaknya sama aja deh bang." jawab Ryu merendah.
"Kalian mau minum apa..?" tanya Ryu.
"Kopi hitam juga boleh." jawab Saga.Ryu pun menghubungi Ob dan menyuruh membawakan kopi hitam untuk papa dan juga kedua abangnya.
"Bang Dafin kenapa gak ikut ke sini..?" tanya Ryu.
__ADS_1
"Gak lah.Dia sibuk di kantor bersama dengan Felix." jawab Saga dan Ryu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ryu,!Mark kemana..?" kini giliran Lino bertanya pada Ryu.
"Mark dan Vania lagi jemput Clay." jawab Ryu.
"Oh ya bang.Ada yang mau Ryu tanyain sama abang." ucap Ryu kali ini dengan mode serius.
"Nanya apa..?" tanya Lino balik.
"Apa kalian ada masalah dengan Clay..?" tanya Ryu membuat Lino langsung mengerutkan dahinya.
"Tadi saat di mobil,Ryu lihat Clay kayak ada masalah dan juga tadi Ryu juga sempat melihat dia menangis bang." kata Ryu menjelaskan.Membuat Lino melebarkan matanya ketika mendengar penjelasan dari adiknya.
"Kamu serius Ryu..?" tanya Lino.
"Iya bang.Dan ini aja Vania dan Mark jemput Clay karena permintaanya .Katanya dia pingin nungguin Ryu sampai pulang kerja." jawab Ryu sekali menjelaskan.
"Sebenarnya Calvin kenapa L..?tadi juga saat makan,papa lihat dia murung.Seperti tidak selera makan..?" tanya papa Reno yang juga merasakan cucunya yang tidak seceria biasanya.Dan pada akhirnya Lino pun menjelaskan apa yang terjadi pada Syeril saat ini.
"Gitu ceritanya.Lino jadi bingung sendiri Pah.Dan kasihan juga sama Syeril dan juga Calvin." ucap Lino lesu.
"Apa gak ada cara lain L..?" tanya Saga.
"Gak ada bang.Mau gak mau ya kita harus menunggu sampai hormon itu hilang dengan sendirian." jawab Lino.
"Ya sudah L.Sabar...yang penting kamu jangan sampai melupakan perhatianmu sama Clay.Saat ini yang di butuhkanya hanya kamu." kata papa Reno menasehati.
"Iya Pah.Maka dari itu L juga bawa Calvin ke rumah,biar dia juga ada temanya."
******
"Assalamualaikum....." seru Clay,Jessy,Kenzo dan juga Ella yang ternyata malah ikut ke kantor Ryu.Membuat nya dan yang lain kaget.
"Kalian!kok pada ikut ke sini..?" tanya Ryu bersamaan dengan Celline dan Salsa yang ikut masuk.
"Mereka ngikut sama Clay." jawab Celline.
"Astaga....Ella!kamu sudah bilang papi kamu..?" tanya Ryu.
"Belumlah om.Cuma tadi sudah bilang sama pak supir." jawabnya dengan santai.
"Kalian ini,mau ngapain ikut Clay ke sini..?"
"Ya mau mainlah Om.Masak mau kerja." jawab Kenzo dengan santai.Membuat Saga,Lino dan yang lain terkekeh.
"Sudah-sudah.Ayo kita makan dulu.Kalian pasti lapar." titah papa Reno.
"Ryu mau keluar sebentar.Kalian makan dulu ya.Van,ayo ikut!" kata Ryu yang kemudian berjalan keluar ruanganya di ikuti Vania.
"Kita mau kemana pak..?" tanya Vania.
"Ke mall." jawab Ryu membuat Vania melotot.
"Mall..?ngapain..?"
__ADS_1
"Cari baju buat anak-anak."
"Owh,gak usah jauh-jauh pak,di seberang jalan kyaknya ada toko baju deh.Kita ke sana saja."
"Baiklah terserah kamu." jawab Ryu nurut.
Setelah sampai,Vania langsung memilih baju santai untuk Clay,Kenzo,Jessy dan juga Ella.Dan setelah selesai keduanya langsung meninggalakan toko dan kembali ke kantor.Karena jaraknya dekat,Vania memang memilih untuk berjalan kaki.
"Kenapa kita gak naik mobil saja sih..?" tanya Ryu sambil berdiri menunggu untuk menyebrang jalan.
"Astaga....itu kantornya kamu." tunjuk Vania dengan jari telunjuknya.
"Ngapain pakai mobil coba." lanjutnya lagi dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya biar cepat Van." jawab Ryu sambil mengeryitkan keningnyan karena memang saat ini cuaca sedang panas.
"Sudahlah,orang kita tinggal nyebrang kan." jawab Vania.Jalanan pun sedikit sepi,keduanya mulai melangkah untuk menyebrang,Ryu berjalan terlebih dulu.Sedangkan Vania di belakangnya. Namun tanpa di sengaja,dari arah belakang ada pemotor yang bersepeda dengan kecepatan lumayan tinggi dan menyerempet Vania.Membuatnya oleng dan jatuh.
"Aarrkh...." teriaknya karena badanya terjatuh.Ryu dan berada di depan langsung menoleh dan terkejut karena melihat Vania yang sudah terduduk dengan lutut dan tanganya yang berdarah.
(Ini ceritanyan cuma kesrempet doang ya ges ya)
"VANIA!!" teriak Ryu,ia berlari mendekati Vania.
"Awssh....sakitnya..." ringisnya karena sakit.Ryu melihat sekeliling dan tidak ada pemotor yang tadi meyerempetnya.
"Kurang ajar" gumam Ryu dengan marah.Dengan segera,Ryu langsung mengangkat tubuh Vania dan membawanya masuk ke dalam kantor melalui lift khusus yang langsung menuju lantai atas.
"Mark..." panggil Ryu ketika melihat Mark keluar dari ruanganya.
"Hyung....Nunna.." Mark terkejut saat melihat kaki Vania berdarah.
"Hyung,nunna kenapa..?" tanya Mark panik."
"Nanti saja.Kamu tolong ambilkan P3K dan bawa ke ruangan" titah Ryu dan langsung diangguki Mark.
Ryu membuka ruanganya dan membawa Vania masuk,dan itu cukup membuat yang lain tekejut lantaran melihat Vania yang terluka.
"Astaga...Vania....Ryu,ini Vania kenapa." tanya Celline ketika melihat Vania kesakitan.
"Tabrak lari kak." jawab Ryu setelah mendudukan Vania di sofa.
"Lagian,kalian dari mana sih..?" kini giliran Salsa yang bertanya.
"Nih." tunjuk Ryu pada paper bag yang dia bawa.
"Clay,Kenzo,Jessy,Ella.Ganti baju dulu." Ryu memberikan satu persatu baju ganti yang tadi sempat ia beli bersama Vania.Setelah itu ia beralih mengobati luka pada kaki dan tangan Vania.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih
Tetap semangat🥰🥰