Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 36


__ADS_3

Sesuai janjinya yang di katakan Syeril minggu lalu,jika setiap hari jum'at sampai hari minggu, Clay akan berkunjung dan menginap di rumah utama.Di tambah lagi saat ini Opa Reno sedang sakit.Membuat Clay sangat mengkhawatirkan keadaan Opa nya tersebut.Seperti sekarang ini.Di banding bermain dengan kedua sepupunya,Jessy dan Neo,Clay memilih menemani Opa Reno di dalam kamar sambil memijit kaki Opa nya.


"Enak gak Opa pijitan Calvin...?" tanya Clay sambil terus memijit kaki Opa Reno.Membuat si empunya tersenyum.


"Enak.Makasih ya cucu Opa.Sudah mau merawat Opa." kata Opa Reno sambil mengelus rambut cucunya.


"Clay,mommy di rumah sama siapa..?" tanya Oma Icha.


"Sama tante cantik Oma." jawab Clay yang menyebut Vania dan Villia dengan sebutan tante cantik.Karena menurut Clay,kedua sahabat mommynya itu sangatlah cantik dan baik.


"Mau nginep sampai hari apa." tanya Oma Icha lagi.


"Sampai hari minggulah Oma.Oma,! ke rumah nenek buyut ya,Calvin kangen sama granpha." pinta Clay.Nenek buyut adalah Bunda Aulia.Sedangkan Granpha adalah daddy Bima.Kakak dari Oma Icha.


"Tunggu Opa sembuh ya sayang.Nanti kita ke sana." jawab Oma Icha dan di angguki Clay.


"Opa,makan yang banyak ya.Biar cepat sembut." ucap Clay seketika membuat Opa Reno terkekeh.


Ceklek...


Seseorang membuka pintu kamar dan membuat Opa Reno,Oma Icha serta Clay menoleh dan melihat daddy Lino yang ternyata masuk ke dalam kamar.


"Calvin,daddy mau pulang ya.Mommy minta beliin sate soalnya." ucap Daddy Lino berpamitan pada anaknya.


"Oke dad.Salam buat dedek bayi ya dad." jawab Clay dengan mengacungkan jempolnya.


"Iya.Mah,Pah.Lino pulang dulu ya.Titip Calvin.Nanti hari minggu Lino ke sini lagi jemput dia." ucap Lino sambil mencium kedua tangan mama Icha dan papa Reno secara bergantian.


"Hari minggu kamu jemput Calvin di rumah nenek saja L.Clay kangen sama Granpha nya katanya." ucap Papa Reno memberitahukan permintaan Clay beberapa saat lalu.


"Ya sudah nanti hari minggu L kesana sama Syeril.Sekalian berkunjung.Lama juga gak ketemu nenek.Kangen juga."


"Daddy cucu durhaka.Masak neneknya sendiri gak pernah di jenguk." cetus Clay seketika membuat Daddy Lino memicingkan matanya,menatap horor pada putra sulungnya yang sebentar lagi akan menjadi abang.


"Kamu juga buyut durhaka Cal.Gak pernah jengukin nenek buyut." balas daddy L.

__ADS_1


"Kata siapa,?tiap minggu Cal ke sana ya.Kalau gak sama tante Pily sama Uncle Fel,Wlee..Dad tuh yang gak pernah ke sana,sampai Nenek kangen."


"Iya...iya.Nanti hari minggu daddy ke sana.Kamu bilang sama nenek ya suruh masak yang banyak." ucap Daddy Lino.


"Dih.Nenek tuh sudah tua Dad,masak di suruh masak sih,harusnya tuh daddy yang datang sambil bawa makanan." ucap Clay sok menasehati daddynya.


"Bangkrut dong nanti daddy, Cal.Kamu tahu kan Om kamu yang gendut itu tukang ngabisin makanan.Nanti nenek belum makan,sudah di habisin sama Om kamu." jawaban Daddy L sukses membuat Clay tertawa terbahak-bahak karena selalu teringat bagaimana lahapnya saat Vano memakan makanan yang di bawa Daddy nya dulu saat tante Dilla hamil dan yang mengidam malah Om Vanonya,Dengan meminta daddy L membelikanya makanan yang sangat banyak.Dan di habiskan dalam waktu sekejap.


"Ya kan itu dulu L,sekarang juga enggak kan.Buktinya Vano bisa kurus lagi badanya." ucap Mama Icha yang juga ingat dengan cerita masa lalu


"Tetap saja dia rakus." cetus L.


"Sudah,katanya Dad mau pulang.Kasihan mom nungguin satenya Dad..." ucap Clay mengingatkan daddynya.


"Owh iya,hampir Daddy lupa.Ya sudah dad pulang ya Cal.Mah,Pah,pamit ya Assalamualaikum."


"Waalaikumslaam."


******


"Clay,Mom sama Dad kok gak nginep sini sih...?" tanya aunty Firly.


"Gak tau anty," jawab Clay dengan mengedikam bahunya.


"Mom kamu masih marah kali sama uncle Ryu." ceketuh Mark dengan tiba-tiba.


"Emang iya..? Uncle marahan sama Mom...?" kini Clay balik bertanya pada Ryu.


"Enggak,!jangan percaya sama omonganya uncle Mark.Dia tuh bohong." jawab Ryu sambil melirik tajam ke arah Mark.Sedangkan yang di lirik hanya menyunggingkan senyumnya saja tanpa bersuara.


"Clay!mau tidur sama papa apa tidur sendiri..?" tanya papa Saga setelah selesai makan dan kini semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.Terkecuali Firly yang sudah lebih dulu menidurkan Neo di kamarnya.Sedangkan Dafin sudah berangkat menuju Club.


"Tidur sama uncle Ryu saja." jawab Clay membuat aktifitas Ryu langsung terhenti dan beralih menoleh pada Clay.


"Mau tidur sama uncle,boy...?" tanya Ryu dan di angguki Clay.

__ADS_1


"Oke lets go,,,,,!kita ke kamar,uncle juga sudah ngantuk." ucap Ryu yang langsung menggendong Clay di punggungnya.Saga,Celline dan Mark menatap kepergian keduanya dengan tersenyum.Ryu dan Clay jarang sekali bertemu tapi kedekatan keduanya sudah seperti kedekatan ayah dan juga anak.Di banding dengan Jessy,Neo dan Kenzo.Selain Ella, Clay lah orang kedua yang paling dekat dengan Ryu.Jika sudah bersama,akan sulit sekali untuk di pisah.Tetapi,jika Clay sedang marah ataupun kecewa dengan Ryu,sama hal nya dengan Ella.Keduanya akan enggan bertemu dengan nya.


"Bang,!Mark duluan ya.Mau tidur juga.Besok ada rapat penting soalnya.Pekerjaan juga banyak banget,huft...." ucap Mark sambil berdiri dari duduknya.


"Iya,abang juga mau istirahat Mark." jawab Saga yang juga ikut berdiri bersamaan dengan Celline.Ketiganya pun akhirnya berjalan ke atas,di mana kamar masing-masing berada.


******


Pagi hari cuaca cukup mendung.Hujan turun tak terlalu deras.Lino sudah bersiap akan ke kantor.Sedangkan Syeril baru keluar dari kamar mandi dengan berjalan tertatih.Menahan sakit di area pangkal intinya.


"Masih sakit...?" tanya Lino berjalan mendekati istrinya yang sudah duduk bersandar di head board.Mengusap dengan lembut perut istrinya.


"Anak daddy jangan nakal ya di dalam.Sudah gak sabar ya mau keluar.Cup..." ucap Lino berbicara dengan anak nya yang masih di dalam perut.


"Anterin aku ke rumah sakit ya yank." pinta Syeril dengan nafasnya yang mulai tak beraturan.Membuat Lino langsung mendongak dan menatap wajah istrinya yang sedikit pucat.


"Kamu mau lahiran yank..?" tanya Lino panik.


"Sepertinya.Perut aku sakit banget yank soalnya.Udah gak kuat." jawab nya sambil sesekali meringis.Nenahan sakit di perutnya.


"Ya sudah,aku siapin dulu ya baju-bajunya.Kamu tahan ya sedikit ya." kata Lino sambil melepaskan dasi yang tadi sudah ia kenakan dan tak lupa melipat lengan kemejanya setinggi siku. Ia kemudian berjalan menuju kamar ganti.Mengambil beberapa baju untuk istrinya..


"Sudah aku siapin di tas,di atas meja." teriak Syeril.Tak lama kemudian Lino kembali dan langsung membantu istrinya untuk berdiri dan berjalan keluar kamar.Menuruni tangga dengan perlahan karena rasa sakit yang ia rasakan sudah mulai menjalar ke punggungnya.


"Awss.....Astagfurullah....sakit L...." rintihnya dengan terus berjalan dan sesekali meremas pinggang sang suami.


"Tahan ya sayang.Kamu harus kuat untuk anak kita." kata Lino memberi semangat.Sampai di mobil,Lino langsung meninggalkan halaman rumahnya dan dengan cepat menuju rumah sakit.Sedangkan Syeril terus merintih,menahan sakit yang luar biasa.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2