
Drrt...drrt....drrt....
Ponsel Refa berdering dan ternyata panggilan dari kantor.Di mana ia harus segera ke kantor untuk menyiapkan beberapa berkas yang akan di gunakan untuk rapat pagi ini.
"Van,gue tinggal gapapa ya.Gue harus ke kantor sebelum Bos gue datang " ucap Refa.
"Iya...elo berangkat saja gue sama Hyuna bisa nunggu di sini kok." jawab Vania.
"Oke deh.Semoga berhasil ya." setelah cipika cipiki,Refa langsung pergi dari rumah dan cepat-cepat menuju kantor yang jaraknya tak jauh dari rumah majikan nya.
Sedangkan di ruang makan,satu keluarga sedang menikmati sarapan masing-masing.Membiarkan tamu di luar menunggunya terlebih dulu.Karena memang itu sudah menjadi satu aturan dirumah tersebut.Di mana jika saat sedang sarapan,mereka tidak akan mau di ganggu.
"Jessy sudah selesai Mah,Pah.Jessy duluan ya.Mau lihat mbak yang bakal jagain Jessy." ucap Jessely yang tak lain dan tak bukan,anak dari Saga dan Celline yang ternyata adalah bos dari Refa.Dan calon bos dari Vania.
"Ya sudah,bentar lagi mama sama papa ke sana.Bilang sama mbak nya ya suruh nunggu sebentar." kata mama Celline dan di angguki Jessy.Setelah itu ia pergi menuju ruang tamu.
"Pagi mbak...." sapa Jessy dari samping saat dirinya sudah berada di ruang tamu.Mendengar sapaan dari seseorang membuat Vania dan Hyuna menoleh.Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Jessy.Tak hanya dirinya,Jessy ikutan terkejut sampai-sampai ia menutup mulutnya karena begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Je....Jessy...." ucap Vania dengan terbata,ia berdiri dan saling bertatap muka dengan Jessy.
"MAMA.....PAPA...." teriak Jessy dengan lantang,membuat papa Saga dan mama Celline langsung terkejut.Keduanya langsung meninggalkan ruang makan dan berlari mendekati anak nya.
"Jessy...kenapa sayang...?" tanya mama Celline khawatir,begitu juga dengan papa Saga.Keduanya masih belum menyadari jika ada seseorang yang sangat mereka kenal berada tak jauh dari mereka.
"Mami....atena tenapa....?" tanya Hyuna dan seketika membuat Celline dan Saga mendongak,mencari sumber suara.
"VANIA....!!" Celline melebarkan matanya ketika melihat Vania berada di rumahnya,begitu juga dengan Saga.Keduanya tak menyangka jika akhirnya di pertemukan dengan Vania.
Deg....
Deg...
Deg....
Jantung Vania berdetak semakin kencang.Ia tak menyangka jika dirinya harus bertemu dengan Saga dan juga Celline.
#Ya Tuhan...kenapa ini bisa terjadi# kata Vania dalam hati.Dirinya benar-benar belum siap jika harus berhadapan sengan seseorang yang saat ini berada di depan nya ini.Meski tak begitu mengenal Saga,namun,Vania sangat tahu jika Saga adalah orang yang sangat tegas.Melebihi Lino dan juga Ryu.Dan itu yang membuat Vania merasa takut.Jika dari awal ia mengetahui kalau Saga yang akan menjadi bosnya,ia pasti akan menolak ajakan Refa untuk bekerja di Italia.Tetapi,semuanya sudah terjadi.Lari pun Vania sudah tak akan bisa lagi.Karena Saga dan Celline pasti akan sangat melarangnya dan ia sudah sangat yakin jika keduanya akan melarangnya untuk pergi lagi.
"Je...kamu ajak adik kecil itu ke kamar ya.Ajakin main dulu.Papa sama Mama mau bicara sama Tante Vania." titah papa Saga dengan tegas.Membuat bulu kuduk Vania merinding karena mendengar ucapan Saga yang begitu tegas dan menakutkan.
"Iya Pah," jawab Jessy,ia berjalan mendekati Hyuna dan menatap mata lentik gadis kecil tersebut yang mirip sekali dengan Ryu.
__ADS_1
"Hai...kakak boleh kenalan gak..?nama kamu siapa..?" tanya Jessy dengan sedikit membungkukan badanya.
"Boyeh,namatu Yuna." jawabnya dengan cadel.
"Yuna...?" Jessy membeo.
"Hyuna,namanya Hyuna." jawab Vania dengan lembut.
"Owh...Hyuna.Ayuk,kita main di kamar kakak Hyuna." ajak Jessy.
"Dak ah,Yuna au ain di tana,tadi tama mama ndak uyeh ain di tana,tatana unggu duyu." jawab Hyuna sambil tenganya menunjuk tempat bermain.
"Hyuna mau main di sana..?" tanya Jessy dan diangguki Hyuna.
"Tapi nanti dulu ya.Sekarang Hyuna mau bantuin kakak gak,di kamar kakak banyak sekali boneka kakak,berantakan lagi.Hyuna mau gak bantuin kakak beresin dulu." ucap Jessy mencoba mengalihkan keinginan Hyuna.
"Boyeh deh.Mami oyeh Yuna ain di tamal ate tantik..?" tanya Hyuna meminta ijin.
"Boleh kok.Tapi Hyuna gak boleh nakal ya."
"Ote mami." jawab Hyuna dengan mengacungkan jempolnya.
Setelah Jessy dan Hyuna pergi.Kini hanyan tinggal Saga,Celline dan juga Vania yang masih berada di ruang tamu.
"Vania....kamu apa kabarnya.." tanya Celline.Ia memegang tangan Vania yang sangat dingin.
"A...alhamdulillah Va-Vania b-baik kak." jawab nyan terbata.Sungguh Vania benar-benar terkejut sekaligus takut dengan situasinya saat ini.Harapanya menjauh dari jeluarga Adhitama sudah sia-sia.Saga sudah menemukanya dan dia yakin Saga gak akan melepasnya lagi.Apalagi saat ini sudah ada Hyuna.Meski Hyuna lahir di luar nikah,Vania sangat tahu keluarga besar Adhitama tidak akan mentelantarkanya.Mereka pasti akan menjadikan Hyuna seperti ratu di keluarganya.
"Syukur Alhhamdulillah,kamu baik-baik saja.Kamu kemana saja selama ini Van..?Syeril nyariin kamu terus loh begitu juga dengan Villia,dan juga semua orang.?" tanya Celline yang memulai pembicaraanya dengan Vania.Sedangkan Saga memilih untuk diam dan duduk sendiri di single sofa sambil memainkan ponselnya.Dan itu semakin membuat Vania takut.
"Vania tinggal di Kanada kak,sama kakak angkat Vania." jawabnya dengan pelan.
"Kanada..?" tanya Celline dan di angguki Vania.
"Pah,bukanya Ryu sama Derra lagi di Kanada ya sekarang...?" tanya Celline menatap suaminya.
"Iya," jawab Saga dengan singkat.
"Apa kamu gak pernah bertemu mereka Van..?" tanya Celline.
"Enggak kak.Kebetulan akhir-akhir ini Vania sibuk mempersiapkan kepindahan Vania ke sini.Mengurus surat dan juga paspor Hyuna juga.Jadi gak sempat untuk bepergian ke mana-mana." jawab Vania.
__ADS_1
"Hyuna...?apa Hyuna itu anak kamu dan Ryu...?" tanya Celline dengan hati-hati karena dirinya takut akan menyinggung perasaan Vania.
"Iya kak,dia anak nya Ryu." jawab Vania.Ia menundukan kepalanya.Bingung harus berbuat apa.Situasi yang sangat ia hindari,namun akhirnya terjadi juga.Bertemu kembali dengan salah satu dari kekuarga Adhitama.
"Papa berangkat kerja dulu ma.Ada meeting penting soalnya." ucap Saga yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Terus ini,Vania gimana pah...?" tanya Celline.
"Dia kesini mau kerja kan.Ya sudah." jawab Saga dengan santai.
"Pah...masak Vania jadi pengasuhnya Jessy sih..? ada ponakan kamu loh."
"Ya terus papa harus gimana..?mengabari semua orang kalau dia ada di sini...?" tanya Saga kali ini dengan tegas.
"Ya...gak gitu juga "
"Ini privasi Vania,Ma.kita gak boleh ikut-ikutan.Dia kesini untuk bekerja,ya sudah dengan senang hati papa menerimanya.Dan untuk yang lain,jika Vania meminta,papa akan menghubungi mereka semua nanti." tuturnya dengan tegas dan setelah itu Saga pergi meninggalkan rumah.
"Van,maafin bang Saga ya.Dia gak bermaksud seperti itu kok" ucap Celline tak enak hati.
"Iya kak gapapa kok.Vania ngerti." jawab nya dengan tersenyum.
"Ya sudah,Karena kakak juga harus bekerja,kamu gapapa kan kalau kakak titipin Jessy?.Dia sekolahnya masih seminggu lagi.Makanya kakak nyari teman buat dia biar gak bosen di rumah." ucap Celline.
"Iya kak gapapa kok.Aku malah senang.Sudah,lebih baik kakak bekerja saja.Biar Jessy di rumah sama aku dan Hyuna."
"Makasih ya.Nanti kalau pekerjaan kakak sudah selesai,kakak akan cepat-cepat pulang."
"Iya.Kakak hati-hati ya."
Setelah kepergian Saga dan Celline.Kini di rumah hanyan tinggal Vania seorang bersama dengan meid yang sedang bekerja di rumah tersebut.
"Huh....kenapa jadi begini ya..?apa yang harus aku lakukan jika suatu saat aku bertemu dengan Ryu..?" Vania terus bertanya-tanya dalam dirinya.Mau gak mau,siap gak siap.Pada akhirnya dia harus bertemu dengan Ryu.Menerima semua kenyataan pahit jika ternyata Ryu memang sudah menikah dengan Derra.
"Semoga kamu dan Derra selalu bahagia Ryu." tambahnya lagi mendoakan pernikahan Ryu dan Derra.Vania berdiri dan melangkahkan kakinya menuju arah tangga.Ia akan menyusul Jessy dan juga Hyuna yang sedang bermain di kamar Jessy.
.
.
.
__ADS_1
.