Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 70


__ADS_3

Setelah memandikan Hyuna dan menggantikanya pakaian.Vania dan Vano turun ke bawah dan bergabung dengan seluruh keluarganya untuk sarapan terlebih dulu sebelum akhirnya mereka berangkat menuju kantor.


"Gak kerja bang...?" tanya Saga di sela-sela sarapan.


"Enggak dulu Ga,abang nau ke rumah sakit dulu nengokin Arjuna." jawab Vano.


"Owh..." Saga hanya mengangguk-anggukan kepalanya.Tak ada lagi percakapan karena semua orang masih merasa canggung dengan situasi saat ini.


"Emm...Derra." panggil Vania dengan pelan.


"Ya kak,kenapa...?" tanya Derra.


"Aku boleh nitip Hyuna gak...?aku mau ke rumah sakit,ikut mas Vano." ucap Vania tak enak hati.


"Ya boleh dong.Kakak pergi saja,biar Hyuna sama aku di rumah.Lagian ada Firly dan yang lain juga kan." jawab Derra.Vania tersenyum lega.Ia bisa ikut Vano dengan hati yang tenang.


"Mami,Yuna nau itut mami..." ucap Hyuna yang sedari ternyata menyimak obrolan mami dan bundanya.


"Sayang,mami cuma sebentar.Hyuna sama Bunda ya." pinta Vania.


"Dak nau mami,nau tama mami." ucap Hyuna kini dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.Ia sedih karena semenjak pulang ke Indonesia maminya kurang memperhatikan nya.


"Mami jahat,mami dak tayan Yuna agi." ucap nya lagi kali ini dengan berderai air matanya.Membuat Vania ikut sedih,karena dirinya sudah menyakiti anak nya sendiri.Tak hanya Vania,semua orang yang berada di meja makan juga ikut merasakan kesedihan yang di rasakan Vania dan Hyuna.Terlebih Syeril,sebagai sahabat,Syeril juga iku merasakan apa yang di rasakan Vania.Karena keduanya yang sudah bersahabat sejak lama.Syeril merasa kasihan dengan nasib yang menimpa sahabatnya ini.Mulai dari di sakiti lelaki berkali-kali.Dan kali ini Vania harus menikah paksa dengan sepupunya,yang entah apa bisa mencintai Vania atau hanya menjadikan Vania sebagai bayangan Alm istrinya yang sudah meninggal.


"Ajak saja.Kasihan kalau kamu tinggal di rumah." ucap Vano yang akhirnya membuka suaranya.Membuat semuanya menoleh padanya termasuk Vania.Sedangkan sang pelaku utama hanya diam dengan tatapan datarnya sambil terus menikmati sarapan paginya.


"Bang Vano bilang apa tadi bang..?" tanya Firly sambil berbisih di telinga Dafin.


"Gak tau,aku gak denger yank." jawab Dafin cuek.


"Ish...kamu nih." ucap Firly dengan kesal karena suaminya yang memilih cuek dan tak mau mencampuri urusan orang.


"Apa boleh..?" tanya Vania menatap Vano.


"Hemm..." jawab nya hanya berdehem.Vania menatap semua orang.Seakan meminta pendapat.Dan semuanya tersenyum sebagai jawaban setuju.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan,semua langsung berangkat untuk melakukan aktivitas masing-masing.Celline juga memilih pergi ke butik bersama dengan Syeril dan Quenn.Sedangkan Firly dan Derra memilih pergi ke rumah Qila.Vania sudah bersiap akan ke rumah sakit bersama suaminya untuk menengok Arjuna.Anak dari Vano dan Alm Dilla.


******


Sampai di rumah sakit.


Vano dan Vania langsung berjalan menuju ruang intensif di mana anak nya di rawat dengan Hyuna di gendong oleh Vania.


"Mami,tita nau temana..?" tanya Hyuna.


"Kita mau jenguk kakak sayang." jawab mami Vania.


"Dak beyi es tim ya Mi..?" tanya Hyuna.Vania diam.Dan hanya memberikan Hyuna senyuman.


Sampai di depan ruangan,Vano langsung menemui dokter yang menangani anak nya.Bertanya bagaiamana perkembangan Arjuna.Di mana dokter berkata bahwa anaknnya masih harus mendapatkan penanganan yang serius karena keadaannya yang sedang kritis.Dan itu membuat Vano semakin sedih.Ia kembali teringat di mana peristiwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya yang memang sedang sibuk dan tidak bisa menemani istri dan anak nya untuk pergi.


"Mas Vano yang sabar ya.Arjuna pasti bisa sembuh." ucap Vania mencoba menenangkan suaminya dengan terus mengelus punggung suaminya.Meski canggung dan takut,Vania tetap berusaha melakukanya,karena walau bagaimanapun ia adalah istri Vano saat ini.Dan tugasnya adalah selalu memberi suaminya ketenangan.


"Hiks...kalau seandainya waktu itu aku gak pergi hiks...mungkin semuanya gak akan seperti ini hiks..." Vano terus saja menangis,menyesali apa yang sudah terjadi sebelumnya.


"Mas...semua ini sudah menjadi kehendak Tuhan.Kita gak bisa merubah apapun.Meski Mas Vano saat itu ada,ini juga akan terjadi.Semuanya sudah di atur.Yang harus mas Vano lakukan sekarang adalah tetap bersabar dan berdoa untuk kesembuhan Arjuna.Dia butuh Mas Vano." ucap nya terus memberikan kekuatan pada suaminya.Hyuna yang saat itu berdiri di samping Vania langsung berjalan mendekati Vano dan berdiri di depan nya.


"Terima kasih karena sudah memberiku kekuatan." ucap Vano menatap Vania dari samping.


"Iya,sama-sama." jawab nya dengan tersenyum.Vania bisa bernafas lega karena sedikit demi sedikit ia bisa lebih mendekatkan dirinya dengan Vano,begitu juga dengan Hyuna.


"Aku ke dokter dulu.Setelah ini kita pulang." ucapnya dan di angguki oleh Vania.Ia dan Hyuna pun menunggu di depan ruang ICU.


******


"Mami,Yuna nau nain..." pinta Hyuna saat sudah berada di mobil dalam lerjalanan pulang.


"Nanti ya sayang,sekarang kita pulang dulu ya.Hyuna kan nanti bisa main di rumah sama Neo" jawab Vania menolak halus permintaan anak nya.


"Dak nau mami,Neo natal." jawab Hyuna dengan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Nakal..?Why...?" tanya Vania.


"He likes to kiss me, and I don't like it,mami." jawab Hyuna lagi.Membuat Vania terkekeh begitu juga dengan Vano yang akhirnya bisa tersenyum karena mendengar suara Hyuna yang begitu lucu.


"Why don't you like...?" tanya Vania sekali lagi.


"Disgusted mom." jawab Hyuna dan kali ini membuat Vania tertawa.


"Sayang,tidak boleh begitu.Dia kan saudara kamu.Gak boleh seperti itu.Neo kan cium Hyuna karena dia sayang sama Hyuna"


"Potot a Yuna dak nau nain tapa Neo." ucapnya tegas namun dengan raut wajahnya yang begitu imut.


"Dia umur berapa..?" tanya Vano tiba-tiba.


"Satu tahun Mas." jawab Vania.


"Sepantaran sama Juna dong.Tapi dia pintar ya,sudah bisa bahasa Inggris." ucap Vano yang begitu kagum dengan kepintaran Hyuna.


"Kan di Kanada kita pake bahasa Inggris kalau keluar rumah.Jadi dia lumayan bisa lah." jawab Vania.


"Pintarnya kamu.Mau main ke taman sama mami..?" tanya Vano sambil mengacak rambut Hyuna.


"Nau..nau...beyi es tim boyeh dah papi..?" tanya Hyuna dan saat itu juga membuat mata Vania langsung melebar karena mendengar panggilan Hyuna pada Vano.Membuatnya sedikit malu.


"Maaf mas,aku sama sekali tidak mengajarinya untuk memanggil papi sama mas Vano.


"Gapapa.Lagian,aku juga papinya kan." jawab Vano.Lagi-lagi membuat Vania merasa bahagia karena suaminya bisa menerima Hyuna.Tetapi juga takut jika di kemudian hari suaminya bisa membenci Hyuna juga.


"Makasih..." ucap Vania berterima kasih.


"Ya,sama-sama." jawab Vano.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2