Delayed Mate

Delayed Mate
chapter 108 s2


__ADS_3

Di perkiran.Arjuna dan Zio sudah bertengger di cup depan mobil masing-masing sambil menunggu Hyuna dan Queen.


"Elo nungguin siapa Ar..?" tanya Zio.


"Nungguin adik gue lah." jawab Arjuna.


"Owh...kirain nungguin pacar."


"Calon pacar gue kan udah elo rebut." katanya sambil tersenyum miring,membuat Zio langsung melototkan matanya,kaget dengan perkataan Arjuna.


"Maksud elo,Queen pacar....?"


"Gue suka sama Queen dah lama.Dan asal elo tahu,banyak sepupu gue yang suka sama dia.Tapi sayang nya dia gak pernah mau nerima kita karena dia terlalu fokus mikirin daddy dan kakak nya.Dia ingin minta izin sama keduanya." jawab Arjuna.Dan Zio benar-benar tak menyangka jika ternyata banyak laki-laki yang menginginkan nya untuk menjadi kekasih.Tak di pungkiri,Queen memang cantik dan tak heran jika banyak yang menyukainya.


"Elo beruntung Zi,bisa dapetin Queen tanpa harus mengejarnya lebih dulu." kata Arjuna seketika membuat Zio tertawa.


"Beruntung darimana?elo pikir gue mau di jodohin sama dia...?dan elo fikir dia juga mau..?kita sama-sama korban dari keegoisan kedua orang tua kita Ar.Gue dan Dia hanya menuruti keinginan mereka saja.Dan lagi,kita juga gak ada niatan buat jadian.Gue udah punya pacar Ar.Jadi,gak mungkin gue suka sama dia." jawab Zio dengan jelas.Dan penjelasan Zio membuat Arjuna sedikit terkejut dan juga takut.Takut jika suatu saat Zio akan menyakiti Queen.


"Lalu..?kenapa kalian selalu bersama..?"


"Untuk sekedar berkenalan dan dekat,kenapa tidak." jawab nya dengan santai.Bersamaan dengan itu,Queen dan Hyuna sampai di dekat mereka.


"Kakak nungguin siapa..?" tanya Hyuna.


"Nungguim kamu lah.Ayo pulang!" jawab Arjuna yang kemudian berjalan masuk ke dalam mobil.


"Owh!Queen,aku duluan ya." pamitnya pada Queen.


"Iya,hati-hati ya." jawab Queen.Setelah itu ia dan Zio juga masuk ke dalam mobil.Zio melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah menuju studio di mana ia akan melakukan pemotretan.


"Zi,kamu kenal sama kak Rendi...?" tanya Queen dengan tiba-tiba.


"Emm...gak begitu kenal,dia temen casting dulu di Valery." jawab Zio.


"Owh..kalau casting di Valery memangnya butuh biaya banyak ya...?"


"Ya gak juga sih.Asal kita punya kemampuan dan tampang yang menjamin sih bisa saja masuk."


"Kak Rendi ganteng,tapi kok gak lolos...?" tanya Queen seketika membuat Zio menoleh padanya.


"Elo naksir sama dia...?"


"Enggak lah.Aku saja baru kenal.Hanya menyayangkan saja.Dia kan ganteng dan punya kemampuan,kenapa gak bisa lolos gitu saja." jawab Queen.


"Ya mungkin bukan rejekinya saja.Tiap orang kan punya rejeki masing-masing yang udah di takar dan di tentukan oleh Tuhan."


"Elo sendiri kenapa gak jadi model..?tampang elo juga cantik.Anak pemilik perusahaan lagi.?" kini giliran Zio bertanya pada Queen.

__ADS_1


"Kamu mengakui kalau aku cantik Zi...?" tanya Queen sambil tersenyum.


"Ya cowok buta kali yang gak ngakuin elo cantik Queen.Orang bapak sama kakak elo ganteng.Ya masak iya anak cewek nya jelek." jawab Zio sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hehehe....sama Om Ryu gak boleh Zi kalau aku belum lulus sekolah." jawab Queen.


"Owh!..elo sama Hyuna sepupuan..?"


"Iya,Hyuna anak Om aku.Adik nya daddy."


Lima belas menit kemudian Zio dan Queen sampai di perusahaan.Keduanya turun dari mobil dan langusng berjalan masuk ke dalam.


"Elo mau nungguin di studio apa di mana..?" tanya Zio.


"Aku nunggu di sini sajalah.Kamu kerja aja dulu." jawab Queen.


"Oke.Kalau ada apa-apa jangan lupa telfon gue." ucap Zio


Plak...


Tiba-tiba Queen memukul lengan Zio,membuat si empunya langsung mengaduh kesakitan.


"Ish..apaan sih elo Queen..?" tanya nya dengan kesal sambil mengelus lengan nya yang panas karena pukulan dari Queen.


"Bisa gak sih di biasain manggilnya yang sopan Zio." ucap Quewn sambil menatapnya dengan tajam.


"Iya..iya,gue lupa..."


"Iya...iya...aku lupa Queenaaa...dah ya aku tinggal dulu." ucap nya yang kemudian pergi meninggalkan Queen di lantai bawah.Sedangkan Zio langsung menuju ruangan nya untuk bersiap-siap.


Dan karena ini kali kedua Queen datang ke kantor orang tuanya.Ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar.Melihat-lihat isi kantor kaluarga nya ini.


"Waah...ternyata dulu anak-anak Opa adalah model utama di Valery.Coba aja aku boleh jadi model sama Om Korea.Pasti sekarang fotoku terpampang di sini." ucap Queen sambil tertawa kecil.Membayangkan bagaimana jika dirinya menjadi model di perusahaan milik keluarganya.


"Hei!Kamu siapa..?" tanya seseorang.Queen balik badan dan menatap dua wanita di depan nya dengan pakaian nya yang super seksi.


"Iya kenapa ya..?" tanya Queen.


"Kamu siapa..?anak magang atau baru mau casting jadi model..?" tanya nya dengan tegas.


"Owh,bukan kak.Aku bukan model di sini." jawab Queen dengan sopan.


"Lalu..?kalau bukan model,kamu ngapain ke sini.?jangan-jangan kamu mata-mata dari perusahaan lain ya.?"


"Bukan kak.Aku ke sini nemenin kak Zio pemotretan kak." jawab Queen sekali lagi.


"Zio..?kamu siapa nya dia..?Pacarnya..?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Heh,ngawur elo Hil.Zio itu sudah punya pacar bege." ucap salah satu teman nya,dan seketika membuat Queen sedikit kaget.Pasalnya dirinya memang belum mengetahui apapun tentang Zio.


"Emang iya..?" tanya Hilda.Salah satu model lingerlie di Valery.


"Iya, namanya Karina.Dia model di Singapura.Udah tante-tante tapi.Jadi wajar sih kalau Zio cari yang seumuran sama dia.Btw,elo temen sekolahnya Zio kan..?" tanya nya pada Queen dan Queen menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Berhubung elo itu orang di luar Valery,elo gak boleh sembarangan wara-wiri di sini.Mending elo tunggu di lobi aja deh.Daripada entar elo di samperin sama security." kata perempuan satunya lagi yang bernama Sinta.


"Siapa bilang aku orang luar..?aku anak nya yang punya perusahaan." ucap Queen dengan jujur.Tatapi kejujuran nya malah membuat Hilda dan Sinta tertawa.Tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Queen.


"Ahahahaha...jangan ngacok deh elo.Jangan bermimpi terlalu tinggi.Asal elo tahu ya.Anak dari yang punya perusahaan itu cuma satu,cowok lagi.Jadi ya gak mungkin lah kalau elo anak nya juga."


"Kalau gak percaya ya sudah." ucap Queen dengan santai lalu pergi meninggalkan Hilda dan Sinta.


"Eh tunggu!" teriak Hilda dan Sinta berjalan mengejar Queen lalu menarik pergelangan tangan nya.Membuat Queen langsung berhenti dan berbalik menatap ke duanya,


"Ada apa lagi..?kenapa kalian terus mengikutiku..?" tanya Queen kini dengan perasaan kesal.


"Kamu mau kemana..?kamu gak boleh naik ke lantai atas." Hilda mencegah Queen yang hendak masuk ke dalam lift.


"Kenapa gak boleh.?"


"Elo itu bukan siapa-siapa di sini.Jadi jangan seenaknyabsaja.Di sini tuh ada aturan nya." jawab Sinta.Queen menghela nafasnya,ada benarnya juga yang di katakan Hilda dan Sinta,keduanya juga tak bersalah karena mereka memang menjaga aturan di perusahaan.


"Ya sudah,sebentar ya." ucap Queen yang kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku dan mencoba menelfon seseorang.


📱[Hallo sayang...]


📱[Kakak...Queen ada di lantai dua.Mau ke lantai atas tapi di cegah sama model di sini.] ucap Queen mengadu pada Clay.


📱[Siapa yang melarang kamu ke sini..?]


📱[Entahlah,aku gak tau.Kakak bisa ke sini gak..?Queena capek kalau harus berdebat dengan dirinya.] pintanya pada Clay.


📱[Tunggu di sana.] jawab Clay yang kemudian memutus langsung panggilan nya.


Queen tersenyum.Ia sangat bahagia karena kakak nya benar-benar menuruti keinginan nya.


.


.


.


.


Maaf ya guys author jadi telat-telat up nya.Karena Author dah mulai kerja jadi sedikit terlambat.

__ADS_1


Harap maklum y guys..


Semangat....


__ADS_2