
Kediaman Adhitama.
"L,apa gak sebaiknya kamu tanya dulu sama Queen...?kalau dia gak setuju bagaimana..?" tanya mama Icha.
"Benar apa kata mama kamu L.Ryu dan Gibran juga harus tahu.Selama ini mereka yang sudah mengurus Queen,begitu juga dengan Firly.Kalau kamu membuat keputusan sepihak,mereka pasti akan marah." kata papa Reno mendominasi.
"Sudahlah pah,Mah.La yakin mereka pasti akan setuju kok.Lagian,L juga gak akan menjodohkan putri L dengan laki-laki gak benar.Dia baik mah.Model di perusahaan.Anak dari kolega L juga." ucap Lino yang ternyata berencana menjodohkan Queen dengan seorang anak dari kolega kerjanya dan juga seorang model di perusahaan nya.
"Mama tahu L.Kamu gak akan mencarikan suami jahat untuk anak kamu.Hanya saja,alangkah baik nya kamu minta persetujuan dari Queen dulu.Karena nanti dia yang akan menjalani semua itu.Nikah itu hal yang sakral L.Jangan sampai perjodohan ini,nantinya membuat Queen tidak bahagia." tutur mama Icha menasehati putranya.
"Monica juga sudah pernah bicara seperti ini ma sama Mas Lino.Tetapi,dia kekeh,mau jodohin Queen sama anak temen nya." ucap Monica.
"Sudah lah ma.L yakin dia akan setuju.Kalau dia gak setuju lebih baik L kembali ke Belanda saja dan tinggal di sana." jawab nya tegas.Dan tanpa di sadari Queen dan Hyuna sudah mendengar semuanya.Filling Hyuna benar adanya,daddy Queen memang ada maksud lain.
"Queen,kamu gapapa kan..?" tanya Hyuna menoleh ke belakang dan melihat Queen yang sudah meneteskan air matanya.Membuat Hyuna langsung panik dan khawatir.
"Queen..." Hyuna langsung memeluk sepupu sekaligus sahabatnya itu.Ia sangat tahu jika hati Queen sangat hancur.Lima belas tahun ia menunggu daddy dan kakak nya.Tetapi,setelah bertemu,mereka sudah membuat luka di hati Queen.Membuatnya hancur berkali-kali.
"Apa salahku begitu besar Hyun..?sehingga daddy tega dengan ku..?" tanya Queen,seakan sudah lelah dengan semuanya.
"Kamu gak pernah buat salah Queen.Mereka lah yang sudah tega sama kamu." jawab Hyuna.Ia memberi ketenangan pada sahabatmya itu.
Queen menghapus air matanya,menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan.Menenangkan hatinya yang begitu sakit karena dua orang yang sangat ia sayangi.
"Ayo masuk Hyun." ajak Queen yang kemudian menarik tangan Hyuna masuk ke dalam rumah.
"Queen...are you oke..?" tanya Hyuna.
"Yes...I'm oke." jawab nya dengan tersenyum.Keduanya pun masuk dan mengucapkan salam bersama-sama.Queen sama sekali tak memperlihatkan kesediahanya di hadapan semua orang.
"Assalamualaikum..." seru keduanya mengucap salam.
"Waalaikumsalam..." jawab Opa Reno,Oma Icha,Tante monica dan daddy Lino.
__ADS_1
"Loh,Hyuna...kamu ikut ke sini sayang...?" tanya Oma Icha ketika melihat Hyuna datang bersama Queen.
"Iya Oma." jawab Hyuna sambil mencium tangan Oma Icha.
"Sudah ijin sama Papi..?"
"Sudah Oma." jawab Hyuna.Ia duduk di samping Oma Icha.Sedangkan Queen,di tengah antara Oma dan Opa nya.
"Gimana sekolahnya..?lancar gak." tanya Opa Reno.
"Lancar Opa.Tante Firly gak ke sini Oma..?" tanya Queen.
"Enggak sayang.Tante Firly sama Om Dafin tadi pagi berangkat ke Singapura.Ada pekerjaan di sana." jawab Oma Icha.
"Owh..." Queen mengangguk-anggukan kepalanya.
"Queen...ada yang mau daddy bicarakan sama kamu.Daddy tunggu di kamar." ucap Daddy Lino yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya.Membuat Queen langsung mendongak dan menatap Daddy nya.Tetapi,Daddy Lino sama sekali tak menatap Queen dan lebih memilih pergi terlebih dulu.
"Oma,Opa,Hyuna.Aku ke atas dulu ya,sekalian mau ganti baju." ucap Queen.
"Mah,Pah.Maafin Monica ya karena Monica gak bisa mencegah mas Lino agar membatalkan semuanya." ucap Monica yang tiba-tiba bersimpuh di bawah kedua mertuanya.Ia sama sekali tidak mengetahui rencana suaminya yang akan menjodohkan Queen dengan anak dari kolega kerjanya.
"Sudah,jangan merasa bersalah. kamu juga gak tau kan rencana suami kamu itu.Lagian semua keputusan ada di tangan Queen.Mau Ryu dan Gibran menolak,kalau Queen setuju.Mereka juga gak bisa berbuat apa-apa sama seperti mama dan papa." tutur mama Icha.
"Benar kata mama kamu.Tidak usah merasa bersalah.Ya mudah-mudahan saja dengan perjodohan ini,Lino nantinya bisa menyayangi Queen seperti dulu saat dia masih kecil." kata papa Reno mendominasi.
Queen berjalan menuju kamarnya dengan perasaan nya yang campur aduk.Antara bahagia dan sedih.Ia tak tahu lagi harus bagaimana.Akankah kali ini ia akan menyerah dan mengorbankan masa depan nya demi mendapatkan kasih sayang dari daddy nya atau dia menolak dan mendapat kebencian dari daddy nya lagi.
Ceklek....
Ia membuka pintu kamarnya dan melihat daddy nyan yang ternyata sudah berdiri sembari menatap foto besar yang terpajang di dinding kamarnya.Hatinya kembali bergemuruh.Kali ini ia benar-benar bersama daddy nya.Saat-saat yang sebenarya sudah ia tunggu sejak lama.
Lino menatap anak nya yang masih berdiri di balik pintu kamar.Ia berjalan mendekati Queen dan berdiri tepat di depan nya.
__ADS_1
"Kamu gak mau peluk daddy...?" tanya Lino pada anak nya.
"A-pa B-boleh Queen p-peluk dad-ddy..?" tanya nya dengan terbata.Sebenarnya Queen sudah ingin menangis.Namun ia mencoba untuk menahan nya.
"Ya!kenapa tidak." jawab Lino yang langsung merentangkan kedua tangan nya.Siap menyambut anak nya.Dengan perlahan,Queen mendekati Lino dan langsung memeluknya.
#Queen tahu,daddy melakukan semua ini karena terpaksa.Daddy hanya ingin Queen menuruti permintaan daddy# ucap nya dalam hati.Ingin sekali ia menangis sesenggukan.Tetapi,Queen mencoba untuk terus tegar dan kuat.Ia tak mau lagi menjadi gadis yang lemah dan cengeng.Ia ingin menjadi gadis yang kuat dan hebat seperti almarhum mommy nya dulu.
"Daddy mau bicara apa sama Queen...?" tanya Queen sambil melepas pelukan nya.
"Duduk dulu." Lino mengajak anak nya untuk duduk.Queen pun menuruti dan keduanya kini sudah duduk di sofa yang berada di kamar Queen.
"Jadi...daddy mempunyai rekan kerja dan dia ingin menjodohkan anak nya dengan anak Daddy.Kebetulan,anak nya itu kerja di studio daddy sebagai model Valery." ucap Lino mengawali pembicaraan dengan anak nya.
"Lalu,daddy ingin menjodohkan Queen.?" tanya Queen to the poiny dan Lino menganggukan kepalanya.
"Daddy gak akan maksa kamu kok.Semua keputusan terserah kamu." jawab Lino dengan lembut.
"Kalau Queen menolak,apa daddy akan pergi ninggalin Queen lagi..?" pertanyaan anaknya kali ini membuat Lino terkejut dan langsung manatap Queen yang sedari tadi sudah menundukan kepalanya.
"Apa tadi,kamu mendengar semua yang daddy bicarakan sama Oma dan Opa..?" tanya Lino dan Queen menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Asal Daddy dan abang tetap di sini menemani Queen,memberi kasih sayang sama Queen.Queen akan menuruti semua permintaan Daddy." ucap Queen kini dengan menahan sesak di dadanya.Ingin sekali ia menangis,tetapi ia selalu berusaha untuk menahan nya.Ia sudah tidak mau memperlihatkan kesedihan nya kepada daddy dan kakak nya.
Sedangkan Lino sendiri,sebenarya bisa melihat betapa sedih putri nya kali ini.Tetapi,Lino sendiri juga yakin bahwa suatu saat putrinya akan bahagia,meski dengan cara seperti ini.
"Makasih ya..." ucap Lino dengan tersenyum.Sedangkan Queen hanya memberi jawaban dengan menganggukan kepalanya saja.Setelah Lino pergi meninggalkan kamar anak nya,Queen langsung menangis saat itu juga.Ia tidak tahu lagi harus bagaimana.Ingin sekali ia menolak perjodohan ini.tetapi,ia juga tidak ingin berpisah lagi dengan daddy dan kakak nya.Meski keduanya masih dingin dan cuek padanya,namun ia cukup bahagia karena bisa bertemu kembali setelah lima belas tahun.
"Semoga ini yang terbaik untuk ku.Dan semoga jodohku kelak bisa mencintaiku dengan tulus dan tanpa syarat." ucap nya berbicara sendiri.Setelah itu,Queen memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
.
.
__ADS_1
.
.