
"Ada tak,mami cepok telul mata itan." jawab Hyuna,dan lagi-lagi membuat Jessy tertawa dan kali ini tawanya semakin keras sehingga membuat seseorang penasaran...
"Ada apa ini...?" tanya seseorang mendekati Jessy dan Vania beserta Hyuna yang berada di dapur.
"Papa..." kata Jessy ketika melihat sang papa datang.Sedangkan Vania langsung menundukan kepalanya.Malu dengan seseorang yang saat ini ada di depan nya.
"Papa kok sudah pulang...?" tanya Jessy yang turun dari duduknya dan berjalan mendekati papanya.
"Papa mau makan siang,tapi lupa kalau mama kamu gak ada di rumah." jawab papa Saga.
"Haish...kebiasaan deh." Jessy menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu tadi kenapa tertawa sayang...?apa ada yang lucu..?" tanya papa Saga yang kini memilih duduk di ruang makan.
"Lucu pah.Masak Hyuna minta di gorengin telur ceplok sama tante Vania.Tapi mintanya yang telur mata ikan.Kan lucu pah,dimana-mana itu kan telur mata sapi,bukan mata ikan." jawab Jessy yang kini kembali tertawa saat mengingat ucapan Hyuna.Saga hanya melirik Hyuna sebentar.Entah mengapa saat melihat Hyuna,sedikit ada rasa kekecewaan dalam dirinya.Saga sangat menyayangi Derra,dia sudah menganggap Derra seperti adik nya sendiri seperti Firly.Dan ketika dia mengetahui jika Ryu sudah melakukan kesalahan dengan Vania, dia begitu kecewa.Dia merasa Vania seakan ingin merebut adiknya tersebut dari Derra.Namun,ketika Ryu memutuskan untuk menikahi Derra,Saga merasa senang dan juga bersyukur karena Vania memilih pergi meninggalkan Ryu.
Dan hari ini,setelah sekian minggu Saga merasakan bahagia atas pernikahan adik nya,kini rasa khawatir itu kembali muncul ketika melihat Vania datang apalagi dengan membawa seorang gadis kecil yang mirip sekali dengan Ryu.Membuat hatinya kembali was-was,karena takut Ryu akan mengkhianati pernikahanya dengan Derra.
"Ya sudah,papa mau balik kerja dulu ya sayang." ucap Saga beranjak dari duduknya.
"Papa gak makan di rumah...?" tanya Jessy.
"Enggak sayang.Papa mau ke tempat kerja mama saja.Mau makan sama mama." jawab papa Saga.Jessy mengangguk-anggukan kepalanya.Membiarkan papanya meninggalkan dirinya di dapur bersama dengan Vania dan Hyuna.
"Mami,telulnya dah matan beyum..?" tanya Hyuna.
"Sebentar ya,mami buatin dulu.Hyuna tunggu ya.Jes,kamu mau makan apa..?" tanya Tante Vania.
"Mie instan ada gak tante..?" tanya Jessy
"Gak ada!" jawab tante Vania dengan cepat.Meski ada,Vania akan tetap mengatakan tidak ada,karena dia tau,mie instan tidak baik untuk tubuh.Apalagi Jessy masih dalam masa pertumbuhan.
"Ish...tante mah,sama saja sama mama.Ngelarang Jessy makan mie." ucap Jessy dengan mengerucutkan bibirnya.
"Ya karena mie instan gak baik Jessy.Sudah,tante buatkan nasi goreng selimut saja ya,mau gak..?" tanya Vania.Jessy menyipitkan matanya.Ia tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh tante Vania.
"Apa lagi itu tan..?tadi telur mata ikan,sekarang nasi goreng selimut,selimut siapa..?selimut tetangga..?" tanya Jessy,membuat Tante Vania langsung tertawa dengan pertanyaan yang di lontarkan Jessy.
__ADS_1
"Kamu ini!.Mana ada selimut tetangga Jessy." kata tante Vania sambil menepuk keningnya.Sungguh hari ini dia merasa kedua gadis di depanya sangatlan random dan lucu.
"Ya itu tadi nasi goreng selimut.Gak sekalian nasi goreng bedcover..?" tanya nya lagi dan semakin membuat Vania tertawa.
"Ahahaha...Jessy...perut tante jadi kram gara-gara kamu ahahaha..." ucap Vania lagi-lagi dengan tawanya.
"Dah ah,jangan random lagi.Tante capek ketawa terus." tambahnya yang kemudian melanjutkan masaknya siang ini.
******
Sedangkan papa Saga,sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja istrinya.Siang ini ia akan mengajak Celline untuk makan siang.
Drrt....drrt...
Dering ponsel Saga berbunyi.Di lihatnya yang ternyata panggilan dari adik nya yang saat ini sedang menikmati bulan madunya.Siapa lagi kalau bukan Ryu.
"[Hallo Ryu,Waalaikumsalam]" jawab Saga langsung
"[Ish...Assalamualaikum.Abang lagi di mana..?]" tanya Ryu.
"[Lagi di jalan,mau ke tempat kerjanya kak Celline.Kenapa..?]" tanya Saga.
"[Bang..!denger gak Ryu ngomong...?malah diem.?"]
"[Iya abang denger.Tadi abang lagi nyetir,gak fokus]" jawab Saga beralasan.
"[Gak mampir juga gapapa Ryu.Kasihan Derra kalau kamu ajak kesini nanti.Langsung pulang saja kalau sudah sehat."] ucap Saga meminta Ryu untuk pulang agar dirinya tidak bertemu dengan Vania.Saga tidak bisa membayangkan jika sampai adiknya itu bertemu dengan Vania dan juga Hyuna.Saga terus memikirkan perasaan Derra,takut jika nanti adik iparnya tersebut terluka hatinya karena mengingat masa lalu Ryu dengan Vania.
"[Iya,nanti kalau Derra minta pulang.Kalau dia minta ke sana ya Ryu bisa apa.Dia kangen sama Jeje."] jawab Ryu.
"[Ya sudah,terserah kamu.Tapi nanti kalau mau ke sini kabarin abang dulu.Abang bisa jemput kalian di bandara.]"
"[Iya.Ya sudah ya,Ryu tutup dulu.Salam kangen buat Jeje.Assalamualaikum.]"
"[Waalaikumsalam.]"
Setelah memutus panggilan dari Ryu,Saga langsung menghubungi Lino.Adiknya yang satu ini lebih mengerti dari pada dirinya.Jika terkadang Saga lebih keras kepala dan tetap pada pendirian nya.Berbeda dengan Lino yang memiliki sifat netral.Lino selalu bisa mencari jalan keluar dari setiap masalah yang muncul di keluarganya.
__ADS_1
"[Hallo Assalamualaikum]" jawab Lino.
"[Waalaikumsalam.El,ada yang mau abang bicarakan sama kamu.]" ucap Saga.
"[Nanti malam El ke Itali.Besok kita bahas.]" jawab El yang langsung membuat Saga menarik nafas panjangnya.Sudah di pastikan adiknya ini tahu jika saat ini Vania berada di rumahnya.
"[Kamu sama Syeril...?]" tanya Saga.
"[Enggak,Gue sama Felix]" jawab Lino.
"[Ya sudah,kabarin abang kalau sudah sampai]"
"[Iya...]"
"Cepat sekali nyampe ke kamu L,padahal baru tadi pagi Vania berkerja di rumah abang." ucap Saga bermonolog sendiri.Ia baru saja terpikir akan memberitahu Lino,tapi ternyata Lino sudah lebih dulu mengetahui keberadaan Vania.Ia sungguh heran dengan adik nya itu yang cepat sekali mengetahui informasi seseorang.
"Sudah seperti mafia saja kamu L,yang cepat sekali mengetahui segalanya." Saga menggelang-gelengkan kepalanya.
Tak berapa lama kemudian,ia sampai di lokasi di mana istrinya bekerja.VAN STORE,nama perusahaan fashion yang lumayan terkenal di negara tersebut.Perusahaan tersebut meminta Celline untuk menjadi BA nya,karena mereka sangat tahu bagaimana terkenalnya Celline saat menjadi BA parfun di Turki.Dan mereka yakin jika Celline bisa membuat perusahaan mereka di kenal di mana-mana.
Saga berjalam masuk ke dalam gedung tersebut.Menuju meja resepsionis dan menanyakan di mana istrinya berada.Setelah di beri tahu,Saga langsung berjalam menuju lantai sepuluh.Dimana ruangan istrinya berada.
"Sayang...." panggil Saga ketika melihat istrinya sedang berbincang dengan seseorang.Membuat Celline menoleh.
"Saga,...kamu kesini...?" Celline begitu terkejut karena melihat suaminya di tempat kerjanya.Ia berjalan mendekat dan memeluk Saga.
"Kenapa gak bilang kalau mau kesini..?" tanya Saga.
"Kejutan dong." jawab Saga dengan tersenyum.
"Apa kerjanya sudah selesai..?aku mau ngajakin kamu makan siang."
"Sudah kok.Nanti jam dua baru pemotretan lagi,aku ambil tasku dulu." ucap nya yang kemudian berjalan menuju ruangan nya dan mengambil tasnya.Dan setelah itu,keduanya berjalan keluar kantor.Mencari restoran yang tak jauh dari kantor di mana Celline bekerja.
.
.
__ADS_1
.
.