Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 43


__ADS_3

Malam harinya Ryu pulang ke rumahnya dan kebetulan keluarganya sedang berkumpul.Lino dan Syeril juga ada di sana,begitu juga dengan Firly dan juga Dafin.Usia baby Queen sudah menginjak satu tahun dan dia sangat aktif.Seperti sekarang ini,dia sedang bermain bersama Clay,Jessy dan juga Neo.


"Eo tetet nana tetet ainan Uen..?" tanya Quenn.


"Apa sih Quenn,Neo ndak nelti.Mami Queen nomon apa...?" tanya nya pada mami Firly.


"Kenapa sayang..?" Firly dan Celline berjalan mendekati para anak-anak.


"Queenn nomon,Neo ndak nelti." jawab Neo.


"Queen tanya,di mana mainan tek-tek nya Neo." ucap Clay memperjelas kosakata yang di ucapkan adiknya.


"Ya...ya...ya...tutu,tet-tet ana tet-tet." pintanya lagi dengan mengitari temoat bermainya.Mencari di mana mainanya itu berada.


"Tek-tek apa sih Clay...?" dan kini Jessy giliran yang bertanya.


"Lato-lato Je." jawab Clay.


"Owh,lato-lato." Jessy mengangguk-anggukan kepalanya saja.Lalu mengambilkan mainan yang di maksud Queenn


"Hai cantik,sini sama mama." Celline mengangkat tubuh mungil Queenn dan membawaya duduk di sofa bersama yang lain.


"Apa dia rewel kak..?" tanya Syeril saat melihat kakak iparnya membawa anaknya mendekat.


"Enggak kok Ril.Cuma aku gemesh sama ini anak.Makanya aku bawa ke sini." jawab Celline yang kemudian mendudukan baby Quenn di tengah antara dirinya dan suaminya.


"Makanya bikin lagi satu buat adiknya Jessy." celetuk Lino dengan santai.


"Sudah L,tiap hari." jawab Saga tanpa ada rasa sukan.Membuat mata Celline membola karena mendengar jawaban suaminya yang sefrontal itu.


"Yank....kamu ini.Malu sama mama dan papa." ucap Celline malu-malu.Mama Icha dan papa Reno hanya diam dan tersenyum kala mengingat kebersamaan keluarganya.


"Ndon Apin-Apin Om ndon." Queenn merentangkan tanganya sambil menatap Dafin.Memintanya untuk mengendong dirinya.


"Mau gendong Om..?" tanya Dafin dan Quenn menganggukan kepalanya.Setelah itu ia membawa Queenn bergabung kembali dengan Neo dan yang lain yang sedang bermain.


"Malah di bawa balik ke sana." kata Celline mengeleng-gelengkan kepalanya.Di saat keluarganya berkumpul.Tiba-tiba Ryu datang dan langsung duduk di tengah antara mama dan papanya.


"Tumben pada ngumpul..?" tanya Ryu dengan memeluk mama Icha dari samping.


"Mark mana..?tumben gak ikut...?" tanya Mama Icha.


"Dia lagi di apartemenya Niko,Mah." jawab Ryu sambil nemejamkan matanya.


"Kamu kenapa Ryu..?apa ada sesuatu..?" tanya Syeril.


"Gapapa kak.Capek aja.Seharian kerja." jawab Ryu.


"Ryu,boleh papa bicara sama kamu...?" tanya papa Reno.


"Boleh pah,bicara saja.Papa mau bicara apa..?" tanya Ryu.


"Kapan kamu akan meresmikan hubungan kamu dengan Derra,Ryu..?jangan menggantungnya terlalu lama,kasihan." ungkap papa Reno.Ryu hanya diam.Bingung harus menjawab seperti apa.


"Jangan-jangan abang gak mau nikahi Derra lagi,cuma mau main-main saja." cibir Firly yang juga ikut greget dengan sikap abangnya yang selalu menggantung hubunganya dengan Derra.

__ADS_1


"Ryu,lebih baik kamu segera menikah dengan Derra.Sebentar lagi abang mau pindah ke Itali.Dan abang mau,saat abang akan ke sana kamu sudah harus menikah dengan Derra." ujar Saga yang juga menyuruh adiknya itu segera melepas masa lajangnya.Karena di antara saudaranya yang lain,hanya Ryu saja yang belum menikah.


"Abang mau pindah ke Itali.?" tanya Ryu.


"Iya..." jawab Saga dengan menganggukan kepalanya.


"Semua..?sama Jessy juga..?" tanya nya lagi dan di angguki Saga sekali lagi.


"Ngapain pindah sih..?"


"Ya abang ada kerjaan di sana,makanya abang mau pindah di sana Ryu.Dan lagi,kak Celline juga ada ambil pekerjaan di sana." jawab Saga.


"Kalau kak Celline kerja,siapa yang nemenin Jessy nanti..?"


"Kita mau cari guru privat di sana buat Jessy,sekalian nemenin dia juga." jawab Saga.


"Owh...." Ryu mengangguk-anggukan kepalanya.


"Makanya,elo cepetan halalin Derra.Jangan sukanya nyakitin doang." cibir Lino yang kemudian berdiri meninggalkan keluarganya menuju taman belakang.


"Abang kenapa kak..?" tanya Firly keheranan saat melihat sikap Lino yang berbeda.


"Kakak juga gak tau Fir." jawab Syeril berbohong.Mama Icha dan papa Reno saling pandang.Merasa aneh dengan Lino.Dan kedunya sudah nerasakan cukup lama.


"Mama tinggal dulu ya." ucap mama Icha yang kemudian menyusul Lino yang sedang duduk sendiri di gazebo taman belakang.


"Kamu kenapa L..?apa ada masalah sama Ryu...?" tanya mama Icha duduk di samping Lino.


"Gak ada ma." jawab Lino singkat.


"Jangan bohong sama mama.Mama tahu kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu.Gak mau cerita sama mama..?" tanya mama Icha.Lino menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah terserah kamu saja.Tapi ingat,kamu harus menceritakan semuanya sama mama dan papa,oke."


"Iya mah,makasih ya sudah mau mengerti keadaan Lino." jawabnya yang kemudian memeluk mama Icha.Dari kejauhan Syeril melihat keduanya dengan tersenyum lega.Sebenarnya Syeril sendiri juga kasihan dengan suaminya yang mau gak mau harus merahasiakan keadaan Vania yang entah sekarang seperti apa.Saat ini Lino sedang berusaha mencari di mana Vania berada,karena kedua orang tua Vania pun juga tidak tahu keberadaan anak nya di mana.Mereka sedih karena dengan teganya Vania merahasiakan masalahnya dan menghadapinya sendirian.


#Ya Tuhan...dimanapun Vania berada,ku mohon,lingdungilah dia# doa Syeril dari dalam hati nya.Dia begitu sedih karena sampai sekarang belum mengetahui Vania di mana dan bagaiama keadaanya.


*******


Setelah memikirkan matang-matang.Akhirnya Ryu memutuskan akan menikahi Derra dalam waktu dekat.Namun sebelum itu dirinya harus menceritakan semua nya pada Derra.Hubunganya dengan Vania beberapa tahun lalu masih teringat jelas di pikiran Ryu,Dan dirinya gak mungkin merahasiakanya terus.


"Dek..." panggilnya pada Derra yang sedang sibuk bekerja.


"Ya..." jawab Derra mendongak.Menatap Ryu.


"Ke ruangan abang sebentar." pintanya dengan lembut.Membuat Mark ikut mendongak dan menatap Ryu.


"Hyung kenapa..?ada masalah..?" tanya Mark.


"Ga ada Mar.Kamu lanjut kerja ya,Hyung mau bicara dulu sama nunna."


"Okeh..." jawab Mark lalu melanjutkan kerjanya.


Derra membuka pintu ruangan dan melihat Ryu yang sedang duduk di sofa dengan kepalanya bersandar dan dengan menutup matanya.

__ADS_1


"Abang kenapa...?" tanya Derra yang sudah berada di dekat Ryu.Tanpa menjawab,Ryu langsung membuka matanya dan memrluk Derra dengan erat.Membuat si empunya sedikit bingung dengan tingkah Ryu yang sedikit berbeda.


"Abang kenapa..? Sakit....?" tanya Derra.


"Enggak.Biarkan seperti ini dulu.Abang kangen sama kamu." jawab Ryu.


"Abang kenapa sih..?jangan bikin Derra khawatir dong bang." kata Derra kini dengan khawatir.


"Dek...ada yang mau abang bicarakan sama kamu." ucap Ryu dengan pelan.


"Mau bicara apa..?"


"Tentang masalahku dan Vania." jawab Ryu seketika membuat Derra terdiam.


#Vania...?kenapa mendengar nama itu hatiku langsung sakit ya.?# tanya nya dalam hati.


"Dek...." Ryu menepuk pelan pipi Derra,membuatnya langsung tersadar.


"Hah...iya bang,kenapa..?" tanya nya gelagapan.


"Kamu kenapa melamun..?"


"Emm...gapapa,cuma sedikit cemburu saja kalau inget namaya." jawab Derra dan kali ini berganti membuat Ryu terdiam dengan pikiranya.


#Cemburu...lalu,bagaimana caranya aku menceritakan sama kamu dek# Ryu benar-benar frustasi dengan keadaanya saat ini.Akan kan dia melanjutkan niatnya untuk menceritakan semuanya pada Derra,atau tetap merahasiakanya.


"Abang jadi cerita gak ini..?pekerjaanku masih banyak nih."


"Ya sudah,kamu lanjut kerja saja dek.Abang mau ke rumah bang L dulu ya." jawab Ryu yang kemudian menggiring Derra keluar dari ruanganya dan setelah itu pergi meninggalkan kantornya.


"Mark,Ryu kenapa sih..?akhir-akhir ini jadi aneh tau gak sih.?" tanya Derra yang juga nerasakan keheranan dari Ryu dalam beberapa hari ini.


"Entahlah nunna,Mark juga gak tau.Itu tadi hyung mau kemana nuna..?" tanya Mark.


"Katanya mau ke rumah bang L." jawab Derra.


"Owh..." Mark mengangguk-anggukan kepalanya.Dan setelah itu keduanya melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Di tempat lain,tepatnya di rumah Lino.Kini Ryu sudah duduk berdua dengan Syeril di ruang tamu.Ryu akan meminta saran kepada kakak iparnya dahulu.Dirinya takut jika nanti sudah melangkah jauh dengan Derra tiba-tiba Vania muncul dan menghancurkan semuanya.


"Ryu,kakak gak tau harus ngasih kamu saran apa.Tapi menurut kakak,ada baiknya kamu cerita sama Derra ." ucap Syeril memberi saran.


"Ryu takut kak.Kalau nanti Derra mundur bagaimana..?" tanya Ryu dengan lesu.


"Ya itu sudah jadi resiko kamu Ryu.Kamu yang berbuat dan kamu yang harus bertanggung jawab."


"Huft...." tubuh Ryu melemas.Bayangan di tolak Derra sudah memenuhi otaknya.Ia sangat takut akan mengecewakan keluarganya apalagi keluarga orang tua Derra.


"Apa yang kamu takutkan Ryu..?apa kamu takut Vania akan datang meminta pertanggung jawaban..?" tanya Syeril dan di angguki Ryu.Syeril tersenyum miring,adik iparnya sang satu ini benar-benar laki-laki pengecut yang tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatanya.


"Lebih baik kamu minta saran mama saja Ryu.Kakak gak bisa ngasih saran kamu." ucap Syeril yang kemudian pergi meninggalkan Ryu begitu saja.Membuatnya semakin frustasi dan takut.


.


..

__ADS_1


.


.


__ADS_2