
Setelah menyelesaikan kegiatan panasnya.Ryu mengajak Derra untuk membersihkan dirinya.Mandi yang harusnya bisa di selesaikan selama dua puluh menit,Tetapi berbeda dengan Ryu dan Derra yang harus menyelesaikan ritual mandinya selama satu jam karena kerjaan Ryu yang lagi dan lagi meminta jatah kepada istrinya.Membuat Derra sedikit kesal.
"Jangan manyun gitu kenapa sih sayang." godanya ketika melihat sang istri cemberut.
"Au ah,kamu ngeselin." jawab Derra dengan ketus.
"Iya-iya.Maaf deh.Sebagai gantinya,gimana kalau kita bulan madu." ajak Ryu.Derra menghentikan kegiatanya mengeringkan rambutnya dan menatap suaminya dari pantulan kaca.
"Bulan madu..?kemana..?" tanyanya antusias.
"Terserah kamu." jawab Ryu.
"Bulan madu sekalian cari kak Vania,mau..?" tanya Derra seketika membuat Ryu langsung menatapnya dengan intens.
"Kenapa harus nyari Vania..?" tanya nya dingin.Sedikit ada rasa tak suka karena Ryu takut membuat istrinya kecewa lagi.
"Hanya memastikan saja.Aku gak mau kakak menjadi laki-laki yang gak bertanggung jawab.Kakak kan sudah lepas tanggung jawab sama kak Vania.Setidaknya kakak gak lepas tanggung jawab sama anak kalian." jawabnya menjelaskan.
"Iya kalau dia hamil yank.Kalau enggak gimana..?" tanya Ryu sedikit ragu.
"Hamil gak hamil,ya kita pastikan dong kak.Lagian,kakak kan belum minta maaf sama kak Vania atas perbuatan kakak dulu."
"Kamu gak marah yank..?" tanya Ryu.
"Enggak.Aku percaya sama kak Vania kok.Dia gak akan merebut suami gantengku ini." jawab Derra yang kemudian berdiri dan memeluk Ryu.Membuat si empunya tersenyum penuh haru.Ia sangat beruntung bisa memiliki Derra.Wanita yang dari dulu sudah menjadi cinta pertamanya,dan sekarang sudah menjadi istrinya.
"Love you honey..." bisiknya dengan lembut.
"Love you too..." jawab Derra dengan tersenyum.
"Minta lagi boleh gak..?" tanya nya dengan bercanda dan langsung mendapat tatapan tajam dari Derra.Dengan gerakan cepat ia langsung melepas pelukan suaminya dan melanjutkan lagi ritualnya yaitu mengeringkan rambutnya,make up dan setelah itu berganti baju.
Sedangkan di bawah,tepatnya di restoran hotel.Papa Reno dan yang lainnya sudah berkumpul untuk sarapan.Hanya tinggal menunggu kedua pasangan yang baru saja menggelar pesta penukahanya.
"Ini kita mau nungguin Ryu sama Derra apa..?" tanya Lino yang sedari tadi sudah menahan perutnya yang lapar.
"Tunggu sebentar lagi L.Paling juga adik kamu bentar lagu muncul.Dia itu gak akan bisa nahan kalau lapar." jawab mama Icha.
"Itukan dulu mah,sekarang dia kalau lapar sudah ada yang di makan." jawab Lino dengan arti yang berbeda.
Plak....
__ADS_1
Syeril memukul bahu suaminya.Bisa-bisanya suaminya berbicara seperti itu di depan banyak orang dan ada anak kecil.
"Aish..kok aku di pukul sih yank." adu nya sambil mengelus bahunya yang panas.
"Mulut kamu itulo,gak bisa di filter apa.Gak lihat banyak anak-anak di sini." jawab Syeril sambil menatap tajam suaminya.
"Tau nih bang L.Gak tau apa ya di sini itu ada bibit-bibit nya playboy cap kadal." celetuk Firly.
"Hah..?!bibit cap kadal apa tuh dek..?" tanya Lino bingung.
"Noh,di Clay sama Kenzo.Sudah di pastikan mereka bakal jadi playboy cap kadal nantinya kalau sudah besar." jawab Firly yang kemudian terkekeh karena sudah seenaknya mendoakan ke dua ponakanya.
"Jahat banget doa elo Fir sama anak gue." ucap Salsa yang memang sebenarya juga sempat berfikiran jika anaknya nanti bakal jadi playboy cap kadal seperti suaminya.Karena masih kecil saja Kenzo sudah pandai merayu Raisa yang umurnya masih sangat kecil.Ia tak bisa membayangkan jika besar nanti bisa jadi seperti apa anaknya itu.
"Ahahaha...sory-sorry.Habisnya Kenzo pinter banget kalau ngerayu Raisa,Sal.Bisa-bisa, suatu saat nanti elo besanan lagi sama bang Fel." jawab Firly dengan tertawa.
"Sudah-sudah,jangan bahas hal yang gak penting.Noh yang di tunggu sudah datang." ucap Saga mengehentikan pembicaraan.
Ryu dan Derra berjalan mendekati keluarganya yang sudah pasti menunggunya untuk sarapan.Dan setelah itu mereka akan pulang ke rumah masing-masing.
"Bang,kok Derra jalanya biasa aja ya.Gak kayak pengantin baru lainya,yang jalanya sedikit pincang." bisik Firly di telinga Saga.
Saga menggetok kepala Firly.Tak habis pikir dengan adik satunya ini.Bisa-bisanya dia berfikir aneh-aneh.
"Kamu sama L sama saja.Pikiranya ngayal mulu." jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pagi semuanya...maaf ya Ryu telat." ucap Ryu sambil tersenyum tanpa dosa.
"Maaf-maaf!elo gak tahu kita udah laper apa." jawab Lino sewot.Sedangkam yang lain hanya bisa tersenyum,karena memang mereka sudah cukup mengerti dengan keadaan dua orang yang baru saja sah menjadi suami istri.
"Mah,Pah.Niko sama Mark kemana..?" tanya Ryu karena tak melihat dua sahabatnya yang kini sudah resmi menjadi saudara angkatnya karena papanya yang telah resmi mengadopsi keduanya.
"Mereka sudah pulang duluan.Katanya Niko mau pergi ke Jerman." jawab Mama Icha.
"Jerman..?mau ngapain dia ke sana..?" tanya Ryu.
"Kangen kali sama rumahnya." jawab Dafin.
#Gak mungkin banget Niko kangen sama rumahnya bang,karena rumahnya sudah di jual.Apa mungkin dia mau cari Vania..?# Ryu bertanya-tanya dalam hatinya.Dari semalam,setelah memberinya selamat,ia tak bertemu lagu dengan sahabatnya itu hingga pagi ini.
"Nanti kamu bisa hubungi dia.Sekarang lebih baik kita makan dulu.Nanti kita lanjutkan di rumah." kata Om Dimas yang akhirnya menghentikan obrolan pagi ini.
__ADS_1
*******
Di sisi lain.Di saat Derra dan Ryu sedang berbahagia karena pernikahan keduanya.Niko dan Villia akan mulai perjalan keduanya untuk mencari Vania.Keduanya akan membawa Vania pulang dan meminta pertanggung jawaban dari Ryu jika memang keduanya memiliki anak.
"Hyung,kenapa aku gak boleh ikut sih..?kan aku juga pingin nyari nunna." kata Mark dengan memanyunkan bibirnya karena Niko tak memperbolehkanya untuk ikut dalam perjalanan nya.
"Mark,kalau kamu ikut,siapa yang ngurus perusahaan.Kamu tahu kan Ryu sedang cuti." ucap Niko mencoba memberi pengertian kepada Mark.
"Kan ada yang lain,pasti mereka juga akan bantuin." jawabnya dengan sedikit kesal.
"Hyung tahu,tapi kan masalahnya kamu,Ryu dan aku adalah pemilik inti dari perusahaan itu Mark.Kalau kita gak ada semua,bagaimana dengan perusahaan.Nanti,kalau hyung sudah ketemu sama Vania.Pasti hyung akan ngabarin kamu dan memesankan tiket untukmu aagar menyusul." ungkapnya berusaha merayu adik bontotnya itu.Niko sangat tahu jika Mark juga sangat menyayangi Vania.Maka dari itu ia berusaha membuat Mark mengerti.
"Benar apa kata Niko,Mark.Bukan hanya kamu kok yang berharap Vania kembali.Aku dan Syeril juga sangat berharap bisa bertemu dengan Vania." ucap Villia yang juga ikut mambantu Niko membujuk Mark.
"Huuuh....ya sudah iya.Aku bakal nurut sama hyung.Tapi ingat ya,kalau sudah bertemu nunna,jangan lupa kasih tahu aku."
"Iya...kamu tenang saja.Jangan sampai Ryu tahu ya Mark kalau hyung pergi untuk mencari Vania." pinta Niko pada Mark.
"Ck!tanpa di kasih tahu pun,pasti Ryu hyung juga bisa menebaknya,karena mana mungkin hyung pulang ke Jerman.Memangnya siapa yang mau hyung kunjungi?"
"Memangnya kamu pamitnya mau ke Jerman,Nik..?" tanya Villia.
"Iya.Habisnya aku bingung mau jawab apa sama mama.Jadi spontan aja deh." jawab Niko dengan menggaruk tengkuknya.Merasa bodoh dengan idenya kala itu.Dia benar-benar melupakan Ryu yang sudah sangat tahu seluk beluk keluarganya.
"Dasar ogeb elo.Ya sudah ayo,sebentar lagi pesawat kita bakal berangkat." ajak Villia dan di angguki Niko.
"Nunna sama hyung berangkat dulu ya Mark.Jaga diri baik-baik." pamitnya pada Mark.
"Hati-hati hyung.." Setelah Niko dan Villia pergi.Mark memilih kembali ke rumah utama karena mungkin saat ini keluarga besarnya sedang berkumpul dan tentunya mereka menunggunya datang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1