Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 46


__ADS_3

Malam semakin larut.Setelah acara lamaran dan setelah makan malam.Papa Reno dan keluarganya memilih untuk pulang.Sedangkan Ryu memilih untuk tinggal dan menginap di rumah Om Dimas.Dan sekarang,keduanya sedang duduk bersama di ruang tamu.Hanya berdua,karena Om Dimas dan tante Diva sudah memasuki kamar.Begitu juga dengan Felix dan keluarga kecilnya.


"Abang yakin mau menikah sama Derra..?" tanya Derra dengan tiba-tiba.Membuat Ryu langsung menatapnya.


"Kenapa nanyanya gitu..?" tanya Ryu.


"Abang tahu kan penyebab utama Derra pisah sama Rafi.? Karena anak.Derra belum bisa memberi Rafi anak.Kalau nanti itu terj-" kata-kata Derra terpotong karena Ryu sudah lebih dulu menjawab.


"Abang gak perduli dek.Mau kita punya anak atau gak.Kalau enggak,kita bisa adopsi anak kan.?".


"Kalau nanti abang beneran punya anak dari kak Vania.Derra mau kita ikut merawatnya ya bang." ungkap Derra.


"Iya,lihat nanti saja ya.Karena sampai sekarang abang gak tau di mana Vania berada dek." jawab Ryu kini dengan sendu.


"Hah..?maksud abang..?bukanya kak Vania ada di Jerman.?" tanya Derra bingung.


"Enggak dek,dia menghilang gitu aja." jawab Ryu.


"Maksudnya gimana sih bang..?Derra gak ngerti deh.?" tanya Derra sekali lagi. Dan akhirnya Ryu mulai menjelaskan semuanya.Di mana Vania yang pergi menghilang begitu saja dan gak tau di mana dirinya berada.


"Lalu..?gimana kita tahu abang punya anak atau gak dari dia.Kalau ternyata dia nikah bagaimana bang..?"


"Entahlah dek.Abang juga gak tahu.Abang sudah pasrah." jawab Ryu.


"Sabar ya bang..." Derra mencoba menghibur laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.


*******


Satu minggu kemudian.Pernikahan antara Ryu dan Derra di laksanakan.Banyak para tamu yang datang untuk memberikan selamat ke pada kedua mempelai.


Dari jauh Villia menatap pernikahan keduanya dengan menangis.Marah,kecewa,benci.Itulah yang Villia rasakan saat ini.Karena Ryu,sahabat satu-satunya harus pergi meninggalkanya dan entah di mana sekarang.


#Selamat menikmati kebahagiaan elo Ryu,gue harap elo bisa merasakan apa yang Vania rasakan saat ini.Sebelum gue bertemu kembali dengan Vania,gue berdoa agar elo gak bisa punya anak.# dengan emosinya yang sudah memuncak,Villia sampai mendoakan hal yang jelek untuk pernikahan Ryu dan Derra.


"Sepertinya kamu gak suka ya melihat Ryu dan Derra menikah..?" tanya Niko dengan tiba-tiba datang.Membuat Villia langsung mengusap air matanya.


"Gue bakal bahagia melihat mereka menikah jika ada Vania di sini.Elo tahu,gara-gara sahabat elo itu,teman gue ninggalin gue." jawab Villia sambil terus menatap tajam pada Ryu yang sedang sibuk menyalami para tamu undangan.


"Tapi kan juga bukan sepenuhnya salah Ryu.Teman kamu juga salah.Kalau dia gak ninggalin Ryu,kan gak akan jadi gini." ungkap Niko yang justru menyalahkan Vania.


"Ck!!Vania gak pernah salah.Dia sangat mencintai Ryu.Sebisa mungkin dia selalu menghindar dan menjuh dari Ryu.Di pecat secara tak hormat pun dia terima dan sama sekali tak pernah sakit hati.Tapi di saat Vania sudah bisa melupakan Ryu,kenapa Ryu malah kembali dan memberinya kata-kata manis sehingga membuatnya terlena." jelas Villia panjang lebar.Niko terdiam.Semua kata-kata Villia memang ada benarnya.Dia tahu betul jika Vania sangat mencintai Ryu.Dan gak akan mungkin Vania bisa menolak rayuan dari playboy kadal macam sahabatnya itu.

__ADS_1


"Huuh...sudahlah.Biarkan mereka bahagia di atas penderitaan sahabatku yang entah sekarang di mana keberadaanya." ucap Villia yang kemudian membalikan badanya hendak pergi,Namun Niko sudah mencekal tanganya.


"Mau nyari Vania gak..?aku bisa bantu." kata Niko.Membuat Villia langsung melototkan matanya.


"Are you serious..?" tanya Villia tak percaya.


"Ya serius lah.Hanya saja kita harus mengelilingi dunia untuk mencarinya." jawab Niko.


"Apapun akan kulakukan demi sahabatku." jawab Villia.Akhirnya keduanya pun mantab akan mencari keberadaan Vania.Keduanya akan membawa kembali Vania bagaimanapun caranya.


******


Malam hari setelah acara pengantin.Ryu dan Derra sudah memasuki kamar pengantin yang sudah di sediakan oleh pihak hotel di mana pesta penikahan keduanya di gelar.Tak hanya keduanya.Seluruh keluarganya juga sudah masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Capek gak..?" tanya Ryu sambil membantu Derra melepaskan acesoris di kepalanya.


"Capek sih,tamunya banyak,kaki ku sampai sakit." jawab Derra sambil memanyunkan bibirnya.Membuat Ryu terkekeh.


"Aku siapkan air buat kamu mandi ya.Biar fress..." ucap Ryu berbisik,membuat Derra langsung merinding.


#Om my god....apa aku harus melakukan malam pertamaku sama bang Ryu..?# tanya Derra dalam hati.Sedikit canggung,karena sebelumnya dirinya sudah pernah melakukanya dengan mantan suaminya dulu.Dan sekarang,dia akan melakukanya dengan Ryu.Teman sekaligus cinta pertama dan cinta masa kecilnya.


Ryu keluar dari kamar mandi hanya memakain handuk sepinggang.Dan memperlihatkan ABS nya.


Gleg.....


Derra menelan salivanya.Sungguh laki-laki di depanya benar-benar membuatknya terpesona.Padahal,dulu saat masih sekolah ia sudah biasa melihat penampakan yang seperti ini.Namun,kali ini sungguh sangat berbeda.


Doorr....


Pekik nya mengagetkan lamunan Derra.


"Astagfirullah..!Abang ih." sautnya dengan kesal.


"Kenapa sih...?abs aku seksi ya..?" tanya Ryu dengan mengedipkan sebelah matanya.Membuuat pipi Derra langsung bersemu merah.


"Issh....apaan deh.Dah ah,Derra mau mandi." elaknya yang kemudian hendak pergi ke kamar mandi,tetapi Ryu sudah menarik tanganya sehingga dirinya jatuh di pelukan Ryu.


"Sekarang yuk yank." ajak Ryu dengan berbisik.Dan lagi-lagi membuat mata Derra langsung membola.


"Apaan sih abang,Derra mau mandi." jawabnya lagi hendak pergi.Ryu melepas pelukanya dan menatap Derra.Mendekatkan wajahnya dan mulai mencium nya.Mulai dari kening,turun ke pipi dan kemudian di bibi ranum milik Derra.Ciuman lambut namun menggairahkan.

__ADS_1


"Emmpt....emmmpt...." Derra merasakan sensasi yang berbeda saat Ryu menciumnya.


"Bang...." panggil Derra di sela-sela ciumanya.


"Hemm...." jawab Ryu tanpa membuka mata dan tanpa melepas tautanya.


"Derra belum mandi." ucap nya dengan lembut.


"Nanti saja,abang udah gak tahan." jawab Ryu yang kemudian menggiring Derra menuju tempat tidur dan mulai melancarkan aksinya.Derra hanya pasrah dengan apa yang di lakukan laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya itu.


Pagi hari,Derra membuka matanya dan melihat suaminya yang tengah tertidur dengan terngkurap tanpa memakai baju.


"Gak nyangka aku bisa nikah juga sama kamu kak." gumam Derra sambil mengelus rambut sang suami.


"Eungh...." Ryu mengerang,pertanda dia sudah terbangun dari mimpi indahnya.Membalikan tubuhnya dan menatap wanitanya yang juga menatapnya dengan tersenyum.


"Selamat pagi suamiku." sapanya dengan tersenyum.


"Pagi istriku." jawab Ryu dengan suara serak dan matanya yang masih setengah tertutup.Ia mendekatkan tubuhnya dan mulai memeluk istrinya yang masih dalam keadaan nak3d.


"Anget nya." ucapnya dengan tersenyum.Membuat pipi Derra langsung merona malu.


"Issh...apaan sih kakak.Ayo bangun,yang lain pasti udah nungguin buat sarapan." katanya mengajak suaminya untuk bangun.


"Emmm....nanti saja.Kakak masih ngantuk." jawab Ryu dengan manja.Matanya tertutup,tetapi tanganya sudah berkeliaran.Keadaan istrinya yang masih nak3d membuantnya langsung berga4irah.Apalagi dengan cuaca pagi hari yang sangat mendukung.Membuatnya ingin mengulang kejadian di malam hari.


"Ka-kak....ah...." des4h Derra ketika Ryu mulai menghisap dua gundukan sintal yang kini menjadi favoritnya.


"Hemmm..." jawab Ryu berdehem.


"Geli...." ucap Derra sambil sesekali menggigit bibir bawahnya.Ryu tak menjawab lagi,ia melanjutkan kegiatannya karena kini tubuh istrinya sudah menjadi candu untuknya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2