
Ryu pulang ke rumahnya dengan keadaanya lesu.Akan kah dia bercerita pada mama Icha.Dirinya benar-benar takut membuat mama dan papanya kecewa.Apa yang ia lakukan nanti jika keluarganya marah dan kecewa.
#Kenapa aku begitu bodoh,sehingga melakukan kesalahan yang begitu besar# batin Ryu terus menyalahkan dirinya.Ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu hingga tertidur dengan lelap.
Sedangkan di kantor,Derra dan Mark kebingungan karena Ryu belum juga kembali dari luar.Jam juga masih menunjukan pukul sebelas siang.Sebentar lagi jam makan siang dan Ryu belum juga datang.
"Mark,kenapa Ryu belum kembali ya..?" tanya Derra mendadak khawatir
"Iya,lama juga hyung pergi.Apa iya dia sekalian makan siang di rumahnya nunna Syeril ya..?coba nunna telf,barang kali masih di sana..?" usul Mark.Derra pun mengambil ponselnya dan lalu menghubungi Syeril.
"Hallo Assalamualaiku." ucap Syeril.
"Waalaikumalam.Kak,Bang Ryu ada di sana gak..?soalnya tadi katanya mau ke sana.?" tanya Derra.
"Tadi sih ke sini,tapi sekarang sudah pulang.Mungkin di rumah Der.Coba kamu telfon mama deh." jawab Syeril yang menyarankan untuk menghubungi mama mertuanya.
"Ya sudah kak,makasih ya.Derra telfon tante Icha dulu." ucap Derra yang kemudian memutus panggilanya dengan Syeril dan beralih menghubungi mama Icha.
"Hallo Assalamualaikum.." jawab mama Icha.
"Waalaikumsalam tan."
"Kenapa sayang..?tumben kamu telfon tante..?" tanya mama Icha.
"Tan,bang R ada di rumah gak..?soalnya di kantor gak ada.Tadi katanya mau ke rumah bang L,tapi kata kak Syeril sudah pulang,Derra khawatir tan.?" tanya nya langsung memberondong pertanyaan kepada mama Icha.
"Sebentar ya sayang mama lihat.Tadi sih sepertinya tante denger mobilnya,bentar ya." ucap mama Icha yang langsung pergi ke luar kamarnya dan melihat keberadaan anaknya.
"Astagfirullah Ryu.......,kenapa tidur di sini sih" Derra mendengar suara mama Icha menyebut nama Ryu.Itu tandanya Ryu memang berada di rumah utama.
"Der,Ryu ada di rumah sayang,ini dia masih tidur.Apa mau tante bangunin..?" tanya mama Icha.
"Gak usah deh tante,biar bang R istirahat.Tadi Derra cuma khawatir aja.Soalnya pamitnya mau ke rumah bang L tapi kok sampai jam segini belum pulang,gak taunya di rumah utama.Ya sudah kalau begitu.Derra mau lanjut kerja lagi sama Mark ya Tan."
"Iya sayang,nanti tante sampaikam kalau kami cari dia ya."
"Iya tan,makasih.Assalamualaikum."
"Iya sama-sama.Waalaikumsalam."
__ADS_1
Setelah menaruh ponselnya di atas meja.Mama Icha langsung membangunkan Ryu,namun si empunya tubuh tak kunjung bangun.Membuat mama Icha khawatir,karena tak biasanya Ryu seperti ini.Ditempelkanya punggung tangan mama Icha dan mendapati keningnya yang ternyata sangat panas.
"Astaga...kenapa badan kamu panas Ryu..?" tanya mama Icha khawatir.Beliau akhirnya menyuruh beberapa pelayan laki-laki untuk memindahkanya di kamar tamu dan setelah itu menghubungi dokter langganan keluarga Adhitama.
"Bagaimana keadaan Ryu, Kak..?" tanya mama Icha khawatir.
"Sepertinya Ryu hanya kelelahan.Biarkan dia istirahat dulu.Ini, aku sudah resepkan obat." ucap dokter yang bernama Raka.Senior Mama Icha saat masih kuliah dulu.Setelah itu beliau berpamitan.Dan saat dokter keluar dari kediaman Adhitama,berbarengan dengan papa Reno dan Saga yang kebetulan pulang untuk makan siang.Dan di susul Lino,Syeril dan kedua anak nya.
"Bang Raka..?ada apa kesini..?siapa yang sakit..?" tanya papa Reno.
"Ryu,sepertinya dia kelelahan." jawab dokter Raka.
"Tapi dia gapapa kan..?"
"Gak ada yang perlu di khawatirkan.Nanti kalau sudah sadar jangan lupa suruh dia makan dan minum obat." jawab dokter Raka dan di angguki Papa Reno.
"Ya sudah,aku pulang dulu ya.Masih ada pasien yang harus aku tangani."
"Iya,makasih bang" ucap papa Reno.
"Sama-sama." jawab dokter Raka yang kemudian pergi meninggalkan kediaman Adhitama.
"Tadi Ryu ke rumah." ucap Syeril saat sudah menidurkan anaknya di dalam kamar.
"Huuh...." Lino membuang nafasnya dengan kasar.Lagi dan lagi,dirinya harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikan masalah di antara adiknya dan Vania.
"Apa kamu akan menceritakanya pada Derra...?" tanya Syeril.
"Enggak yank.Untuk Derra,biarkan itu menjadi urusan Ryu.Sepertinya aku harus menceritakan pada mama dan juga papa,begitu juga dengan bang Saga.Karena kalau mereka tahunya nanti,akan sangat buruk buat Ryu.Karena papa pasti akan sangat marah besar." jawab Lino.
"Lalu,Vania gimana yank..?sampai sekarang kita belum mengetahui keberadaanya..?" tanya nya lagi kali ini dengan sedih.Karena Dengan teganya Vania memutus komunikasi dengan nya.
"Kita pasti akan menemukanya yank.Kamu yang sabar ya.Vania pasti juga merasa sedih karena harus lost kontak sama kamu.Tapi mungkin dia melakukan ini demi kebaikan juga kan.Kamu yang sabar ya.Yakin sama Allah." Lino berusaha menghibur istrinya agar tidak sedih,karena setiap membahas Vania.Syeril pasti akan langsung menangis.
"Mommy nanis..?" tanya Queen saat melepas asinya.
"Tatit mommy..?" tanya Queen,seketika membuat Lino dan Syeril tersenyum.
"Cup....anak daddy kenapa bangun..?" tanya Lino karena baru saja ia melihat anak perempunya tidur.
__ADS_1
"Mommy...huhuhu....Ueen...anun..." jawab Queen dengan kosa katanya yang sangat menggemaskan.
"Queennn...." panggil Clay yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Ya tatak." jawab Queenn dengan mendongakan kepalanya,menatap kakaknya yang sudah naik ke atas tempat tidur.
"Lihat utub yuk,sambil bobok." ajak Clay pada adiknya.Dengan semangat empat lima,Queenn langsung turun dari pangkuan mommy Syeril dan langsung mendekati abangnya dan duduk di sampingnya.
"Pipin tatak ya...ya...ya...ya.." pinta nya dengan mengangguk-anggukan kepalanya.Membuak Lino dan Syeril terkekeh saat melihat kelucuan gadis kecilnya.
#Kalau Vania punya anak,pasti saat ini anaknya sudah lahir.# batin Syeril menerawang jauh.Tak bisa membayangkan jika benar memang Vania hamil dan punya anak dari Ryu.
"Aku ke bawah dulu ya sayang.Mau lihat Ryu dulu.Kamu di sini saja temani Calvin sana Nasha ya." titah daddy Lino pada istrinya.
"Iya..." jawab Syeril.
Di bawah,sampai saat ini Ryu masih saja belum sadar.Dan itu membuat mama Icha senakin khawatir.Karena gak biasanya Ryu sakit sampai seperti ini.
"Belum sadar juga anak itu Pah...?" tanya Lino saat sudah di bawah dan melihat papa dan abangnya sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Belum,kayaknya adik kamu betah banget tidurnya."jawab papa Reno sambil menggelang-gelengkan kepalanya.
"Kak Celline mana bang..?"
"Di kamar,nemenin Jessy tidur." jawab Saga.
"Pah,ada yang mau Lino katakan sama papa." ucap Lino dengan tiba-tiba.
"Ryu..?" tanya papa Reno seakan tahu jika ini masih ada hubunganya dengan Ryu.Meski terlihat diam dan masa bodoh dengan urusan anak-anak nya,tetapi Papa Reno tahu apa yang sedang di alamai oleh anak-anak nya.Seperti saat ini,sebenarnya papa Reno tahu masalah apa yang di hadapi oleh Ryu.Namun,papa Reno memilih diam dan menunggu anak nya mengatakan dengan sendirinya.
"Iya pah." jawab Lino.
"Ryu..?memangnya kenapa sama dia L..?" tanya Saga penasaran.Dan akhirnya Lino menceritakan semua yang terjadi antata Ryu dan Vania beberapa tahun lalu dan apa yang menyebabkan Ryu sampai sakit saat ini.Lino menceritakan bagaimana Ryu yang sudah melakukan hal yang seharusnya tak di lakukan oleh pasangan yang belum menikah.Dan juga bercerita bagaiman akhirnya Vania memilih mundur dan membiarkan Ryu bahagia dengan cinta pertamanya,yaitu Derra.Semua Lino ceritakan tanpa mengurangi apapun.
"Tadi Ryu juga ke rumah,minta saran sama Syeril.Tapi Syeril nyuruh dia minta saran nya ke mama." kata Lino mengakhiri ceritanya.
.
.
__ADS_1
.
.